
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 19:28 WIB
Sstt, Ini Tabu Lho Tapi Penting! -
Rabu 23/05/2012 15:51 WIB
Alat-alat yang Dipercaya Bisa Besarkan Ukuran Kelamin Pria - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 6,049.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Jatuh Cinta Bikin Orang Sering Berpikiran Negatif
- Punya Teman yang Menyebalkan Bisa Jadi Sumber Penyakit
- Kerja Lebih dari 11 Jam Risiko Depresi Naik 2 Kali Lipat
- Konflik dengan Teman Bisa Picu Peradangan
- Benarkah Stres Bisa Memicu Mimisan?
- Amiodarone
- Ampicillin 500 mg
- Benazepril
Info Obat :
Kelamaan Bercermin Bisa Bikin Stres
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Penelitian baru menunjukkan relawan yang melihat dirinya di cermin selama 10 menit pada suatu waktu secara bertahap bisa membuatnya lebih cemas dan tertekan tentang penampilannya, meskipun awalnya ia merasa senang ketika bercermin.
Para ilmuwan mengakui bahwa bercermin yang berkepanjangan bisa merugikan seseorang pada kondisi tertentu karena bisa menyebabkan gangguan dismorfik tubuh (Body Dysmorphic Disorder/BDD) yang mana seseorang secara permanen merasa khawatir tentang penampilan atau bentuk tubuhnya.
"Menatap cermin bisa memicu peningkatan stres yang biasa terjadi pada pasien BDD. Tapi menariknya, peserta yang sehat bisa mengalami respons yang mirip dengan pasien BDD," ujar peneliti yang dilaporkan dalam jurnal Behaviour Research and Therapy, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (9/2/2012).
Beberapa penelitian menunjukkan sekitar 8 dari 10 perempuan tidak puas saat bercermin, bahkan studi terbaru menemukan cermin bisa memicu kecemasan dan stres pada pasien BDD, meski sebenarnya terlihat normal.
Sampai saat ini penyebabnya tidak diketahui tapi lebih umum terjadi pada orang yang punya riwayat depresi. Banyak orang menggunakan make up tebal untuk menyamarkan kekurangan yang dirasakannya dan berulang kali bercermin.
Dalam studi ini peneliti dari Institute of Psychiatry, London membandingkan efek cermin antara 25 pasien BDD dengan 25 sukarelawan sehat yang melibatkan 2 tes. Sekitar setengah dari partisipan ini adalah perempuan.
Tes pertama peserta diminta melirik dirinya di cermin selama 25 detik, lalu dinilai kepuasannya sebelum dan setelah tes. Sedangkan tes kedua, peserta diminta bercermin minimal 10 menit lalu dinilai lagi kepuasannya.
Hasilnya penderita BDD menjadi semakin tertekan dengan penampilannya meski hanya melirik 25 detik. Tapi orang yang sehat menunjukkan tanda-tanda kecemasan saat terlalu lama menatap cermin.
"Ketika seseorang yang sehat terlalu lama menatap cermin, maka ia akan mulai lebih fokus pada ketidaksempurnaannya sehingga memicu stres dan cemas. Ada kemungkinan menatap diri terlalu lama di cermin bukanlah hal yang baik," ujar psikolog Andrew Hill dari Leeds University School of Medicine.
BACA JUGA :









