
-
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Kamis 17/05/2012 14:01 WIB
Jerawatan Bikin Remaja Jadi Gampang Emosional -
Kamis 17/05/2012 12:03 WIB
Makan Sambil Minum Air Putih Bikin Orang Bijak Pilih Makanan -
Kamis 17/05/2012 10:59 WIB
Yang Perlu Dipahami dari Hipertensi -
Kamis 17/05/2012 09:46 WIB
Kisah Endang & Iis: Bersatu Karena Kanker, Terpisah Karena Kanker - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,763.000
-
Rp 6,069.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Pengobatan-pengobatan Rumah yang Aneh Namun Manjur
- Jenis Limbah Industri yang Bisa Mencemari Air Tanah
- Waspadai Ancaman Gula & Polusi Udara Bagi Kesehatan di 2011
- Risiko Olahraga di Kota yang Penuh Polusi
- Tanda-tanda Air Tanah yang Tercemar
- Atrophic pada Lidah
- Atrofi Vagina
- Botulisme Bayi
Info Penyakit :
- Bio Vision Kids
- Bupropion
- Cathine
Info Obat :
Udara dalam Rumah Bisa 5 Kali Lebih Kotor dari Luar Ruangan
Adelia Ratnadita - detikHealth
(Foto: thinkstock)
"Udara di dalam rumah dapat berisi serbuk sari, jamur dan ozon yang larut dari alam bebas, ketombe binatang peliharaan dan polutan dari produk pembersih rumah tangga," kata Ted Myatt, ScD, seorang ilmuwan senior.
Lalu apa yang harus dilakukan agar udara di rumah tidak menjadi sumber racun? Berikut 5 cara untuk membersihkan dan menyegarkan udara di dalam rumah seperti dikutip dari Prevention, Kamis (9/2/2012) antara lain:
1. Membuka jendela
"Banyak orang yang jarang membuka jendela rumah dengan tujuan untuk menjaga kebersihan udara rumah. Tidak membuka jendela rumah sama sekali justru tidak memungkinkan masuknya oksigen baru atau lepasnya karbon dioksida. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan jumlah oksigen yang dibutuhkan, sehingga dapat menyebabkan lelah dan lesu," kata Matius Waletzke, seorang konsultan biologi bangunan bersertifikat di Long Island, New York.
Buka jendela kamar tidur selama 5-10 menit setelah bangun di pagi hari dan sebelum naik ke tempat tidur di malam hari. Cara tersebut cukup untuk membiarkan karbon dioksida tidak bersisa di dalam ruangan.
2. Membersihkan barang dari ruang bawah tanah dan loteng
"Mengeluarkan barang-barang yang telah lama disimpan dapat menyebarkan debu, memicu gejala alergi seperti mata gatal dan mengi," kata James Sublett," MD, dari University of Louisville School of Medicine.
"Sebelum membersihkan barang-barang di loteng atau ruang bawah tanah sebaiknya menggunakan masker. Masker dapat melindungi dari 95 persen partikel udara yang memicu bersin dan alergi," kata Dr Sublett.
3. Menghindari penggunaan lilin yang berbau wangi
Ada beberapa jenis lilin yang mengeluarkan wangi berlebihan. Hasil studi menunjukkan bahwa, lilin tersebut dapat menghasilkan bagian kecil dari polusi yang dikenal sebagai partikel yang dapat memperparah asma.
Alergen seperti debu bisa terkandung pada partikulat, dan dapat masuk jauh ke dalam paru-paru, sehingga membuat napas lebih sulit.
4. Batasi penggunaan kipas besar
"Menyalakan banyak kipas central untuk ruangan besar pada beberapa ruangan sekaligus, terutama untuk jangka waktu panjang dapat mengarahkan gas buang yang mungkin lebih banyak termasuk asap karbon monoksida yang mematikan. Asap karbon monoksida dapat dihasilkan oleh pemanas gas atau minyak," kata Max Sherman, PhD, seorang ilmuwan senior di Lawrence Berkeley National Laboratory.
Oleh karena itu, sebaiknya segera matikan kipas central setelah selesai digunakan. Atau dapat mempertimbangkan mengganti saklar manual dengan timer untuk membatasi penggunaan yang tidak perlu. Pasang detektor karbon monoksida juga, yang sama pentingnya dengan detektor kebakaran.
5. Ganti filter yang sudah kotor
Spora dapat tinggal lama pada sistem pendingin udara jika semua jendela ditutup. Spora dapat menjadi alergen yang dapat mengiritasi mata, dan memperburuk masalah pernapasan yang ada.
Filter dapat bertindak memegang polutan, seperti serbuk sari, dan ketombe binatang peliharaan dan. Sehingga partikel-partikel tersebut tidak bisa lepas ke udara dalam ruangan. Tetapi sebaiknya gantilah filter secara berkala, agar kebersihan udra rumah dapat terjamin.
(del/ir)
BACA JUGA :









