
-
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Kamis 17/05/2012 14:01 WIB
Jerawatan Bikin Remaja Jadi Gampang Emosional -
Kamis 17/05/2012 12:03 WIB
Makan Sambil Minum Air Putih Bikin Orang Bijak Pilih Makanan -
Kamis 17/05/2012 10:59 WIB
Yang Perlu Dipahami dari Hipertensi -
Kamis 17/05/2012 09:46 WIB
Kisah Endang & Iis: Bersatu Karena Kanker, Terpisah Karena Kanker - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,069.000
-
Rp 472.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsukoArtikel terkait :
- RUU Pendidikan Kedokteran Bikin Dokter Subspesialis Tak Eksis
- Hanya Ada 70 Dokter Khusus Kanker di Indonesia
- Pendidikan Kedokteran Wajib Dikelola Negara
- Demi Resep Obat, Dokter Peras Pasien untuk Berhubungan Intim
- Dokter Bedah yang Terlalu Berpengalaman Belum Tentu Handal
- Balanitis
- Batu Ginjal
- Anafilaksis
Info Penyakit :
- Alprenolol
- Buformin
- Bio Vision Kids
Info Obat :
Banyak Dokter yang Kurang Jujur Mengenai Perawatan Pasien
Adelia Ratnadita - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Prognosis adalah istilah medis untuk memprediksi hasil kemungkinan suatu penyakit, yang sering melibatkan penjelasan secara rinci. Berdasarkan hasil survei menemukan banyak dokter memberi prediksi yang terlalu optimistis kepada pasiennya.
Ketika sampai pada pembicaraan mengenai kesalahan medis atau mengungkapkan hubungan keuangan dengan perusahaan obat, banyak yang mengatakan bahwa banyak dokter yang telah menahan informasi tersebut.
Survei tersebut telah dilakukan oleh para peneliti Massachusetts General Hospital dan diterbitkan dalam Health Affairs edisi Februari 2012. Survei tersebut telah melibatkan hampir 1.900 dokter. Ada beberapa kecenderungan yang dapat membuat hasil survei bias.
Satu dari 10 dokter mengatakan benar-benar berbohong kepada seorang pasien di tahun sebelumnya, sepertiga dari dokter yang disurvei tidak berpikir harus mengungkapkan kesalahan medis yang serius kepada pasiennya, dan hampir dua perlima dokter tidak berpikir perlu untuk bersikap terbuka tentang hubungan keuangan dengan perusahaan obat dan perangkat medis.
"Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dan keinginan pasien mungkin tidak selalu menjadi perhatian pertama dari dokter. Pasien yang tidak mendapatkan cerita lengkap tidak mungkin dapat membuat pilihan informasi mengenai tindakan yang terbaik untuk perawatannya. Sampai semua dokter mengambil pendekatan yang jujur dan terbuka, maka akan sangat sulit untuk memberlakukan perawatan yang terpusat pada pasien secara lebih luas," Dr Lisa Iezzoni, seorang profesor kedokteran dari Harvard Medical School seperti dilansir dari EverydayHealth, Jumat (10/2/2012).
Meskipun sebagian besar dokter yang disurvei berpikir dokter harus benar-benar menceritakan kepada pasien mengenai risiko dan manfaat pengobatan. Namun banyak yang mengakui bahwa tidak selalu mengikuti standar tersebut ketika berhadapan dengan pasiennya.
Selama beberapa dekade, profesi dokter banyak didominasi oleh pria sehingga dokter wanita menjadi minoritas. Menariknya, dokter wanita lebih mungkin menjelaskan segala macam perawatan dan prognosis secara jujur kepada pasien dibandingkan dengan dokter pria.
Para peneliti memprediksi hal tersebut mungkin disebabkan karena dokter wanita sebagai dokter minoritas merasa lebih terdorong untuk mengikuti standar perilaku profesi.
Ketika sampai berbohong, dokter bedah umum adalah yang paling mungkin untuk berbohong kepada pasien. Meskipun dokter bedah umum juga lebih cenderung mengatakan ada kebutuhan untuk segera menginformasikan pasien dari setiap kesalahan medis yang terjadi.
(del/ir)
BACA JUGA :









