
-
Kamis 17/05/2012 16:00 WIB
Ini Dia si Penghambat Orgasme -
Kamis 17/05/2012 14:01 WIB
Jerawatan Bikin Remaja Jadi Gampang Emosional -
Kamis 17/05/2012 12:03 WIB
Makan Sambil Minum Air Putih Bikin Orang Bijak Pilih Makanan -
Kamis 17/05/2012 10:59 WIB
Yang Perlu Dipahami dari Hipertensi -
Kamis 17/05/2012 09:46 WIB
Kisah Endang & Iis: Bersatu Karena Kanker, Terpisah Karena Kanker - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 6,069.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Blogdetik Ajak Blogger Bicara Seks
Mungkin untuk sebagian orang masih tabu untuk dibicarakan, namun sebenarnya memiliki sejuta permasalahan dan mengundang pertanyaan yang kadang kita bingung untuk memecahkannya
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 16/05/2012 11:38 WIB
Penelitian: Banyak Makan Gula Bisa Bikin Otak Jadi Bodoh
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Cara Bercinta yang Aman untuk si Gemuk
- Permasalahan Seks Pada Anak Kuliahan
- Pria Ternyata Bisa Orgasme Berkali-kali Seperti Wanita
- Orang Republik yang Kolot Gampang Orgasme daripada Demokrat
- Bercinta Dalam Air Tidak Bikin Hamil?
- Sakit Kepala Seksual
- Libido Rendah
- Interseks
Info Penyakit :
- Amiloride
- Halcinonide
- Chloramphenikol
Info Obat :
Gairah Seks Pria Bermula dari Keinginan Bercinta, Wanita Tidak
Putro Agus Harnowo - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Pada mulanya, baik pria dan wanita dianggap memiliki tahapan respons seksual yang sama. Namun seiring benyaknya penelitian yang mengeksplorasi tentang seks, ternyata pria memiliki respons seksual yang berbeda dengan wanita. Pria selalu dimulai dengan keinginan untuk bercinta, sedangkan wanita tidak.
"Secara umum ada dua model untuk memahami respons seksual. Model pertama adalah model yang sangat linear dan yang kedua adalah model melingkar yang lebih moderen," kata Sheryl Kingsberg, Ph.D., kepala divisi pengobatan perilaku MacDonald Women's Hospital, University Hospitals.
Kinsberg menjelaskan bahwa model linier dikembangkan di tahun 60-an dan menyatakan bahwa ada empat fase awal respons seksual yang menyenangkan. Fase pertama bermula dari keinginan dan kemudian berkembang menjadi ketertarikan. Ketika fase pertama ditanggapi, maka tubuh akan merespons fase kedua, yaitu tubuh menjadi bergairah.
Tingkat puncak adalah fase ketiga, di mana tubuh sangat terangsang dan terjadi orgasme. Orgasme sampai saat ini dipahami sebagai sebuah respons yang melibatkan ejakulasi pada pria.
Sedangkan pada wanita ditandai dengan derasnya aliran darah ke klitoris, rahim dan vagina sehingga menciptakan kontraksi berirama sebagai puncak dari respons seksual. Tahap terakhir adalah resolusi, yaitu saat tubuh kembali menjadi keadaan tanpa rangsangan.
Model pertama ini banyak diamini oleh para pria. Namun ternyata kebanyakan wanita tidak merasa sesuai dengan model tersebut. Sebab, para wanita kebanyakan justru tidak merasakan adanya keinginan untuk bercinta ketika awal mula melakukan aktifitas seksual.
"Model kedua muncul untuk menanggapi kenyataan bahwa bahwa model linier terlalu membatasi, terutama bagi wanita. Banyak wanita tidak memiliki keinginan bercinta pada permulaan aktivitas seksual," imbuh Kingsberg seperti dilansir abcnews.com, Jumat (10/2/2012).
Menurut Kinsberg, wanita melakukan hubungan seksual dengan tujuan keintiman emosional, tetapi tidak terlalu aktif secara fisik. Tapi begitu melakukan hubungan seksual dan mendapati adanya rangsangan yang nyaman, wanita secara psikologis akan merasa senang. Dan respons tersebut adalah normal bagi banyak perempuan.
"Pada wanita, hubungan seks tidak selalu di dahului oleh keinginan bercinta. Namun gairah tersebut bisa muncul mendapat rangsangan secara seksual. Hal ini dapat menjelaskan mengapa wanita bisa mencapai orgasme bahkan tanpa harus bercinta," pungkas Kinsberg.
(pah/ir)
BACA JUGA :









