
-
Kamis 24/05/2012 07:00 WIB
Manfaat Tertawa Sebanding dengan Berolahraga -
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 11:16 WIB
Ukuran Favorit yang Paling Disukai Pelanggan Mak Erot -
Rabu 23/05/2012 12:58 WIB
'Gadis Mutan', Tubuhnya Keluarkan Panas yang Bisa Membakar -
Rabu 23/05/2012 19:28 WIB
Sstt, Ini Tabu Lho Tapi Penting! - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,049.000
-
Rp 469.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Rabu, 23/05/2012 11:55 WIB
Duh, 91% Remaja Merokok Karena Terpengaruh Iklan
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Baru Berumur 3 Tahun, Sudah Mau Ganti Kelamin
- Cara Tahu Anak Kena Asma atau Tidak
- Waspada, Anak Juga Bisa Kena Gangguan Jiwa
- Kenapa Anak Lebih Gampang Kena Batuk Saat Musim Hujan?
- Biar Tak Sakit-sakitan, Ayah Latih Anak Lari di Salju Tanpa Baju
- Kanker Testis
- Teror Malam pada Anak
- Anak Melawan (ODD)
Info Penyakit :
- Indo Obat Cacing Anak
- Indo Obat Penurun Panas Anak
Info Obat :
Jangan Sepelekan Ukuran Testis Anak
Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: thinkstock)
"Ukuran testis berpengaruh, karena normalnya ukuran kanan dan kiri masing-masing 15 cc. Penting karena 85 persen dari volume testis ini untuk membuat spermatozoa, jadi kalau volumenya sedikit sudah tentu pabriknya juga sedikit," ujar Dr dr Nur Rasyid, SpU disela-sela acara seminar media 'Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria' di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Dr Rasyid menuturkan umumnya orangtua susah mengamatinya. Tapi yang paling aman untuk orangtua adalah begitu anaknya lahir periksa normal semua apa enggak termasuk 'biji' (testis) nya ada atau tidak. Kalau orangtua ragu ada atau tidak sebaiknya bawa ke dokter anak.
"Untuk ukuran testis ini bisa ditanya saat kontrol ke dokter anak, karena mereka punya tabelnya. Selain itu ada alat untuk membandingkan berapa volume testis yang dimiliki," ujar Dr Rasyid.
Dr Rasyid menjelaskan testis itu belum dibilang tidak normal kalau belum mencapai akil baligh, meski begitu orangtua harus memperhatikan pertumbuhan dari testis ini sejak ia dilahirkan.
Selain ukuran, masalah lain yang bisa terjadi adalah testis tidak turun ketika bayi dilahirkan. Diperkirakan sekitar 2-5 persen bayi yang lahir testisnya tidak turun.
"Dulu biasanya ditunggu hingga bayi berusia 2 tahun, tapi data terbaru menunjukkan kalau testis tidak diturunkan selama setahun maka sudah ada perubahan pada testis itu sendiri secara patologi. Sebaiknya testis diturunkan saat berusia 6-12 bulan," ungkapnya.
Dr Rasyid menyarankan begitu bayi lahir pastikan ada 2 testis yang dimiliki bayi, kalau memang tidak ada bisa dilakukan laparoskopi untuk mencari tahu dimana posisinya, testis bisa berada di lipatan paha, turun tapi nyasar ke paha atau yang paling bahaya masih diperut yang jika dibiarkan dapat memicu tumor testis.
Umumnya ketika masih berada dalam janin, semua testis berada di dalam perut. Seiring berjalannya waktu, ketika usia kehamilan 7 bulan maka testis ini sudah diturunkan ke skrotum. Tapi pada kondisi tertentu testis ini tidak turun atau nyasar tempatnya.
"Salah satu penyebabnya karena KB minum, kadang ibu tidak tahu kalau ia hamil tapi terus konsumsi obat KB sehingga kadar estrogennya tinggi. Tingginya estrogen ini menghambat turunnya testis," ujar Dr Rasyid selaku Kepala Departemen Urologi FKUI.
Untuk itu orangtua sebaiknya jangan menyepelekan ukuran testis yang dimiliki oleh anaknya, jika diketahui lebih dini maka kondisi ini masih bisa diperbaiki sehingga tidak mengganggu produksi sperma dan kesuburannya.
BACA JUGA :









