
-
Kamis 24/05/2012 15:59 WIB
7 Makanan yang Membersihkan Hati Secara Alami -
Kamis 24/05/2012 15:13 WIB
Apa Efeknya Jika Bercinta Tiap Hari? -
Kamis 24/05/2012 13:00 WIB
7 Kebiasaan Sepele Orang Indonesia yang Ganggu Kesehatan Orang Lain -
Kamis 24/05/2012 14:02 WIB
Deteksi Gejala Stroke Pada Perempuan -
Kamis 24/05/2012 16:43 WIB
Bagaimana Menambah Lubrikasi Miss V Agar Tak Sakit Bercinta? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 894.000
-
Rp 6,010.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Jenis Olahraga Yang Dapat Mencegah Kanker
Kesimpulan tersebut didasarkan hasil uji mereka terhadap 190 partisipan pria yang telah melakukan biopsi prostat. Bahwasanya partisipan yang cukup aktif bergerak,
» Thread Pilihan

Kamis, 24/05/2012 12:27 WIB
Ajaib! Bocah Ini Berhasil Kalahkan 100 Tumor di Matanya
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Obat-obat yang Bisa Sebabkan Peningkatan Berat Badan
- Butuh 3 Bulan untuk Hilangkan Kelebihan Kalori Saat Natal
- Permen Karet Penurun Berat Badan akan Segera Hadir
- Orang Kurus Berisiko Tinggi Meninggal Setelah Pembedahan
- Cara Menurunkan Berat Badan yang Banyak Risikonya
- Acromegaly
- Beser
- Anosmia
Info Penyakit :
- Ampicillin 500 mg
- Doxycycline 100 mg
- Amiodarone
Info Obat :
Dokter Sering Salah Memprediksi Penurunan Berat Badan Pasien
Putro Agus Harnowo - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Dalam sebuah penelitian yang dilansir LiveScience, Kamis (23/2/2012), dokter memperkirakan sekitar 55% pasien akan mengikuti rekomendasinya untuk menurunkan berat badan, makan sehat atau lebih banyak berolahraga.
Tapi tiga bulan kemudian, hanya 28% pasien yang berhasil menurunkan berat badannya minimal 1 kg, hanya 34% pasien yang lebih banyak mengkonsumsi serat dan mengurangi lemak, dan 6% yang mempraktikkan berjalan cepat satu jam lebih setiap minggu.
Seperti laporan yang dimuat dalam jurnal Family Practice, para peneliti membuat rekaman percakapan antara 40 orang dokter dan 461 pasien yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Para dokter dan pasien tahu bahwa percakapannya direkam, tetapi hanya diberitahu bahwa penelitian ditujukan untuk melihat bagaimana cara dokter untuk mencegah penyakit pada pasiennya. Setiap selesai kunjungan, dokter diberi pertanyaan seperti: Bagaimana kemungkinan pasien akan mengikuti rekomendasinya?
Ketika melihat pasien yang diperkirakan akan membaik, sebagian prediksi dokter ternyata salah. Hanya 16% yang diprediksi bisa menurunkan berat badan benar-benar berkurang berat badannya tiga bulan ke depan.
Di antara yang diprediksi bakal mengikuti rekomendasi makan sehat, hanya 19% yang benar-benar memperbaiki kebiasaan makannya. Dan hanya 4% pasien yang diduga akan lebih banyak berolahraga yang benar-benar mempraktikkannya.
Namun para dokter lebih akurat dalam memprediksi pasien mana yang tidak membaik kondisinya. Harapan dokter akan kemampuan pasien untuk berubah sangat penting. Dokter yang kurang memiliki harapan dapat menyebabkan pasien kurang termotivasi untuk meningkatkan kebiasaan sehatnya.
"Pasien mungkin merasa lebih percaya diri dapat menurunkan berat badan ketika dokter percaya bahwa mereka akan berubah. Namun, optimisme ini juga bisa membuat dokter terlalu melebihkan efek rekomendasinya dan bisa membuat dokter kurang menerima teknik untuk mempengaruhi pasien ketika konseling," kata peneliti.
BACA JUGA :









