
-
Kamis 24/05/2012 15:59 WIB
7 Makanan yang Membersihkan Hati Secara Alami -
Kamis 24/05/2012 15:13 WIB
Apa Efeknya Jika Bercinta Tiap Hari? -
Kamis 24/05/2012 13:00 WIB
7 Kebiasaan Sepele Orang Indonesia yang Ganggu Kesehatan Orang Lain -
Kamis 24/05/2012 14:02 WIB
Deteksi Gejala Stroke Pada Perempuan -
Kamis 24/05/2012 16:43 WIB
Bagaimana Menambah Lubrikasi Miss V Agar Tak Sakit Bercinta? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 894.000
-
Rp 6,010.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
Cara Menghilangkan Bau Badan
Cara mengilangkan bau badan erat hubungannya dengan penyebab dari dalam, dalam hal ini adalah makanan. Kurangi konsumsi makanan dengan bumbu yang mempunyai aroma menyengat
-
Jenis Olahraga Yang Dapat Mencegah Kanker
Kesimpulan tersebut didasarkan hasil uji mereka terhadap 190 partisipan pria yang telah melakukan biopsi prostat. Bahwasanya partisipan yang cukup aktif bergerak,
» Thread Pilihan

Kamis, 24/05/2012 12:27 WIB
Ajaib! Bocah Ini Berhasil Kalahkan 100 Tumor di Matanya
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Bukan Cuma Isinya, Kotak Makan Juga Bisa Bikin Gemuk
- Nyawa Terancam Karena Hanya Makan Pizza Selama 31 Tahun
- Sekarat Akibat Cuma Makan Chicken Nugget Selama 15 Tahun
- Perut Cepat Lapar Bisa Berarti Semalam Kurang Tidur
- CT Scan Biasa Tak Muat, Pasien Gemuk Dirujuk ke Bonbin
- Atrium Myxoma
- Aase
- Anosmia
Info Penyakit :
- Cotrimoxazole 480 mg
- Cefazolin
- Bio Vision Kids
Info Obat :
Beda dengan Indonesia, di AS yang Gemuk Malah Orang Miskin
Merry Wahyuningsih - detikHealth
(Foto: thinkstock)
"Di Amerika orang yang obesitas (kegemukan) itu cenderung dari orang yang sosial ekonominya rendah, berbeda dengan orang Indonesia yang menganggap gemuk itu sebagai lambang kemakmuran," jelas Prof dr Jose Rizal Latief Batubara, SpA (K), PhD, Guru Besar Endokrin Anak FKUI-RSCM, dalam acara Media Edukasi 'Kenali Jenis Gula Tambahan, Indeks dan Beban Glikemik Serta Dampaknya pada Anak!' di The Energy Cafe, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Menurut Prof Rizal, hal ini disebabkan karena pola makan. Orang-orang dari kalangan sosial ekonomi menengah ke atas cenderung memiliki pengetahuan tentang kesehatan yang cukup, sehingga bisa memilih makanan mana yang sehat, serta juga mampu menyediakan biaya untuk melakukan olahraga seperti gym.
"Sedangkan orang yang miskin disana makannya junk food, karena harganya lebih murah. Kalau disana junk food adalah makanan untuk orang yang tidak mampu, di Indonesia malah junk food yang beli orang-orang kaya," lanjut Prof Rizal.
Junk food dipilih karena praktis dan cepat kenyang. Padahal junk food terbukti mengandung lemak trans (lemak jahat) dam kalori yang tinggi, yang berpotensi memicu kegemukan dan penyakit metabolisme seperti diabetes dan hipertensi.
Hal berbeda terjadi di Indonesia. Karena dipengaruhi oleh gaya hidup dan masih termakan anggapan gemuk adalah lambang kemakmuran, kegemukan bahkan sudah banyak terjadi pada anak-anak dari keluarga menengah ke atas di Indonesia.
Berdasarkan Riskesdas 2010, ada 19 persen anak-anak di DKI Jakarta yang mengalami obesitas, yang rata-rata berasal dari keluarga kalangan ekonomi menengah ke atas
"Coba saja Anda lihat ke SD di sekolah-sekolah swasta, banyak anak-anak yang obesitas disana. Dan yang perlu ditekankan, pada orang Chinese masih banyak yang percaya mitos bahwa gemuk itu lambang kemakmuran. Jadi anaknya banyak yang dipaksa untuk gemuk. Mitos ini susah untuk dihilangkan. Padahal gemuk bukanlah sumber kemakmuran, tapi sumber penyakit," tutup Prof Rizal.
(mer/ir)
BACA JUGA :









