
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 08:32 WIB
10 Cara Alami Mengatasi Serangan Semut -
Rabu 23/05/2012 07:49 WIB
Dari Mak Erot Hingga On Clinic, Semua Demi 'si Anu' -
Rabu 23/05/2012 09:32 WIB
Membesarkan Anak Itu Pekerjaan yang Membahagiakan -
Rabu 23/05/2012 09:35 WIB
Seperti Apa Gejala Awal Kanker Anus? - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 2,796.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Hamil Gara-gara KB Gagal, Biaya Bersalin Bisa Ditanggung BKKBN
- Kontrasepsi Darurat Bisa Sembuhkan Tumor Rahim
- Pfizer Tarik Pil KB di AS Karena Tak Ampuh Cegah Kehamilan
- Kurang Orang, 40 Pegawai Kecamatan Dialihkan Jadi Petugas KB
- Morowali Dapat Dana Khusus Rp 1 Miliar untuk Program KB
- Bau Mulut
- Arthritis Reaktif
- Amoebiasis
Info Penyakit :
- Herbal: Blackberry
Info Obat :
Ini Dia Alat Kontrasepsi Wanita yang Sesuai Umur
Merry Wahyuningsih - detikHealth
(Foto: thinkstock)
"Pada dasarnya semua kontrasepsi bisa dipakai semua orang tergantung kebutuhannya," ujar Prof Dr dr Biran Affandi, SpOG (K), perwakilan dari Asia Pacific Council of Contraception (APCOC), dalam acara Press Conference 'Pentingnya mempercepat penyebaran informasi tentang kontrasepsi dalam rangka menekan angka kelahiran di Indonesia' di Hotel Millenium, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Usia wanita mengalami kehamilan dan kelahiran terbaik, yaitu yang berisiko paling rendah untuk ibu dan anak adalah antara 20-35 tahun. Untuk itu, bagi wanita yang menikah sebelum usia 20 tahun, sebaiknya menunda kehamilan hingga usianya mencukupi dan benar-benar siap secara psikologi menjadi seorang ibu.
Untuk menunda kehamilan (sebelum usia 20 tahun), menurut Prof Biran ada beberapa pilihan alat kontrasepsi yang bisa digunakan, yaitu:
- Pil KB
- IUD (Uterine Device yaitu spiral)
- Konvensional (dengan menghitung masa subur atau sistem kalender)
- Suntik KB
- Implan
"Untuk menunda kehamilan sebelum usia 20 tahun, yang terbaik adalah pil KB karena ketika dihentikan akan lebih mudah untuk bisa hamil," lanjut Prof Biran.
Sedangkan rentang usia 20-35 tahun, alat kontrasepsi berfungsi untuk memberi jarak antar dua kehamilan. Jarak terbaik antara dua kelahiran sebaiknya 2-4 tahun, sebelum 2 tahun risiko komplikasi pada ibu akan tinggi dan lebih dari 5 tahun juga akan tinggi.
Pilihan alat kontrasepsi yang bisa digunakan di rentang usia 20-35 tahun antara lain:
- IUD
- Suntik KB
- Pil KB
- Implan
- Konvensional
"Kontrasepsi setelah kehamilan sebaiknya adalah IUD (spiral), karena tidak akan menekan produksi ASI (air susu ibu) bagi ibu yang masih menyusi," jelas Prof Biran.
Dan di atas usia 35 tahun, seorang wanita tidak dianjurkan untuk hamil lagi, karena secara biologis tubuhnya sudah tidak mendukung untuk mengalami kehamilan, sehingga risiko komplikasi pun akan semakin besar.
Pilihan alat kontrasepsi yang bisa digunakan di rentang usia 20-35 tahun antara lain:
- Steril (tubektomi untuk wanita atau vasektomi untuk pria)
- IUD
- Pil KB
- Implan
- Suntik KB
- Konvensional
"Di atas usia 35 tahun jangan hamil lagi, jadi kontrasepsi terbaik adalah steril," tutup Prof Biran.
(mer/ir)
BACA JUGA :









