
-
Rabu 23/05/2012 09:04 WIB
Begini Cara Kerja di Mak Erot dan On Clinic -
Rabu 23/05/2012 09:35 WIB
Seperti Apa Gejala Awal Kanker Anus? -
Rabu 23/05/2012 08:32 WIB
10 Cara Alami Mengatasi Serangan Semut -
Rabu 23/05/2012 07:49 WIB
Dari Mak Erot Hingga On Clinic, Semua Demi 'si Anu' -
Rabu 23/05/2012 09:32 WIB
Membesarkan Anak Itu Pekerjaan yang Membahagiakan - Indeks berita
Cari Obat & Penyakit
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Rancang Perjalananmu di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 471.000
Blog KesehatanDaftar blog | Login
-
6 Makanan Peletup Gairah Seks
Jangan heran jika ada yang mengatakan bila makanan adalah salah satu rahasia cinta. Berikut ini enam makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual
-
Cara mengobati penyakit Maag dengan tepung kanji
Sekarang saya akan jelas kan bagaimana mengobati sakit maag dengan cara tradisional dan lumayan cukup manjur
» Thread Pilihan

Selasa, 22/05/2012 12:01 WIB
Pasca Operasi, Dokter Pakai Semen untuk Menambal Dada Pasien
Posted : matsukoArtikel terkait :
- Sakit Kepala yang Butuh Operasi Paling Banyak Karena Tumor
- Makin Banyak Orang Stres Cuma Gara-gara Sakit Kepala
- Sakit Kepala Selama 20 Tahun Hilang dengan Operasi Rahang
- 3 Jenis Sakit Kepala yang Butuh Penanganan Darurat
- Kenapa Kebanyakan Penyakit Punya Gejala Sakit Kepala?
- Sakit Kepala Es
- Sakit Kepala Seksual
Info Penyakit :
- Indo Obat Sakit Kepala
Info Obat :
Gampang Sakit Kepala, Biasanya Gampang Sakit Hati Juga
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Dalam sebuah penelitian terbaru, Prof Naomi Eisenberger dari University of California mengungkap bahwa nyeri fisik maupun emosional bisa memicu reaksi yang sama di otak. Karena adanya kesamaan tersebut, maka keduanya bisa saling berhubungan.
Nyeri emosional saat sedang sakit hati misalnya, terbukti memicu reaksi di bagian otak yang selama ini diketahui berhubungan dengan nyeri fisik. Artinya ketika seseorang ditolak oleh calon pacar, atau diputus oleh kekasihnya maka reaksi otaknya sama saja dengan saat sakit kepala.
Nyeri fisik seperti misalnya sakit kepala juga melibatkan 2 aspek berbeda di otak, salah satunya berhubungan dengan perasaan negatif. Kedua aspek tersebut adalah pengalaman sensoris, yang ternyata juga berhubungan dengan sakit hati, serta komponen emosional.
Prof Eisenberger mengatakan, nyeri fisik dan nyeri emosional sangat erat berhubungan satu sama lain. Akibatnya jika seseorang gampang mengalami sakit hati, maka orang itu juga gampang sakit kepala dan hubungan yang sama juga berlaku sebaliknya.
"Sepertinya kita terbiasa menempatkan nyeri fisik lebih tinggi derajatnya daripada nyeri emosional. Padahal penelitian ini membuktikan, nyeri itu benar-benar ada ketika seseorang ditolak atau dikucilkan," ungkap Prof Eisenberger seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (25/2/2012).
Menariknya lagi, hasil penelitian juga membuktikan bahwa penggunaan obat pereda nyeri bisa mempengaruhi nyeri perasaan saat sedang sakit hati. Seseorang yang sedang mengonsumsi obat pereda nyeri selama 3 pekan berturut-turut dikatakan tidak mudah sakit hati.
Meski begitu, Prof Eisenberger menegaskan bahwa pereda nyeri sangat tidak disarankan untuk mengatasi sakit hati sebab obat itu tidak akan menyelesaikan persoalan sesungguhnya. Apalagi berdasarkan penelitian, konsumsinya harus 3 pekan sehingga efek sampingnya bisa menyebabkan gangguan hati dan ginjal.
(up/ir)
BACA JUGA :









