detikhealth

Doctor's Life

Dr Junita Indarti, Jadi Dokter Kandungan Wanita Karena Langka

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 05/03/2012 09:44 WIB
Dr Junita Indarti, Jadi Dokter Kandungan Wanita Karena Langka Dr Junita (dok. detikHealth)
Jakarta, Tak banyak perempuan yang menjadi dokter kandungan, karena profesi ini lebih didominasi oleh laki-laki. Karena jumlahnya yang sedikit dan sulit dicari, maka sang ibu meminta Dr dr Junita Indarti, SpOG untuk menjadi dokter kandungan.

"Ibu saya bilang enggak ada tuh dokter kandungan perempuan, susah dicari. Ia bilang coba kamu jadi dokter kandungan saja. Jadi dari kecil, SD atau SMP gitu saya sudah disuruh jadi dokter kandungan," ujar Dr Junita yang ditemui di RSCM Kencana seperti ditulis detikHealth, Senin (5/3/2012).

Dr Junita menuturkan saat itu dokter kandungan perempuan hanya ada 1-2 orang saja dan itu pun pasiennya selalu penuh sampai tengah malam. Nah, dari situ ibunya meminta ia untuk menjadi dokter kandungan dan kebetulan ia juga senang dengan ilmunya.

Ia menceritakan pada zaman itu dokter kandungan memang kebanyakan laki-laki. Hal ini karena perempuan agak sulit untuk bisa menjadi dokter kandungan karena waktu itu kerjaannya berat dan dia harus jaga malam.

"Untuk sekolahnya berat dan setelah lulus ia harus mampu menolong persalinan meski pun tengah malam," ujar dokter yang mendapatkan gelar Doktor dari FKUI pada tahun 2009.

Meski begitu tak mudah bagi Dr Junita untuk bisa masuk ke kedokteran UI. Ia menuturkan bahwa ibunya ketat sekali dalam mendidik anak-anaknya terutama dibidang pendidikan. Saat itu ia harus juara kelas dan mendapatkan nilai tertinggi.

"Kebetulan juga saya senang dengan ilmu kedokteran, saya bisa menjadi dokter karena memang usaha yang keras dan doa serta motivasi yang kuat dari ibu, itu berpengaruh banget," ungkap dokter yang memiliki 3 orang anak ini.

Setelah menjadi dokter kandungan Dr Junita mengaku pernah praktik di banyak tempat, kalau tidak salah 7-8 rumah sakit. Kondisi ini sempat membuatnya sulit mengurus buah hatinya karena sang suami juga tengah bertugas di Balikpapan. Terkadang orangtuanya yang mengambil raport untuk anak-anaknya.

"Tapi kalau sekarang kan hanya 3 rumah sakit jadi tidak terlalu banyak, yang penting harus pintar-pintar bagi-bagi waktu," ungkap dokter kelahiran Jakarta, 3 Juni 1959.

Banyak hal yang dialami oleh Dr Junita selama menjalani profesi sebagai dokter kandungan. Salah satunya adalah ketika ia menolong paien yang mengalami pendarahan setelah operasi yang berhasil dijalani.

Saat itu masih bulan puasa sehingga sulit mendapatkan darah untuk transfusi. Setelah lebih dari 12 jam mengalami pendarahan, sayangnya sang ibu tidak bisa ditolong karena sulit mendapatkan darah.

"Itu tantangannya. Namun kita merasa sangat senang kalau berhasil menolong pasien bisa lahir selamat, ibu dan bayinya sama-sama sehat serta enggak ada kelainan," ujar Dr Junita yang hobi bertravelling.

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokterannya, Dr Junita melaksanakan PTT selama 1,5 tahun di daerah Tarakan, Kalimantan Timur, lalu ia pindah ke RSU Balikpapan dari pertengahan 1986 sampai pertengahan 1989.

Selesai dari situ ia pun melanjutkan sekolah untuk mengambil spesialis obstetri dan ginekologi selama 4 tahun kemudian langsung menjadi staf pengajar di FKUI dan mendapatkan gelar Doktor pada Agustus 2009.

Kebetulan dalam keluarga Dr Junita hampir sebagian besar menjadi dokter. Kondisi ini sempat membuat orang mengira ia dan keluarganya memiliki koneksi sehingga mudah masuk kedokteran.

"Karena anak perempuan semua jadi kita memang takut sama ibu. Alhamdulilah, berkat motivasi, doa dan ketekunan ibu dalam mendidik, kami bisa meraih apa yang beliau harapkan," ujarnya.

Selain berpraktik di RSCM, Dr Junita juga berpraktik di rumah sakit keluarga. Sang ayah membuat sebuah rumah sakit ibu dan anak Mutiara Bunda di daerah Ciledug. Disitu ada Dr Junita yang menjadi dokter kandungan, adiknya menjadi dokter gigi, adiknya menjadi apoteker, adiknya menjadi dokter umum dan kakaknya menjadi arsitek yang membangun rumah sakit tersebut.

Ketika memiliki waktu luang, Dr Junita meluangkan hobi untuk berjalan-jalan atau travelling, misalnya kalau ia melihat ada tempat bagus di koran atau televisi ia suka mengunjunginya. Beberapa tempat yang menjadi favoritnya adalah Bunaken serta Toraja, serta saat ada seminar di luar negeri seperti Eropa, ia menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan.

Biodata

Nama:
Dr dr Junita Indarti, SpOG

TTL:
Jakarta, 13 Juni 1959

Status:
Menikah dengan Dr Toniman Koeswadjaja, SpA dan dikaruniai 3 orang anak (Eva Riani, Nadya Lusiana dan Agassi)

Pendidikan:
SMA 70 Jakarta
Pendidikan kedokteran FK UI Jakarta
Pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi FKUI Jakarta, lulus Agustus 1993
Pendidikan Doktor lulus Agustus 2009

Organisasi
Anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
Anggota POGI (Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia)
PPSKI (Perhimpunan Patologi Serviks dan Kolposkopi Indonesia
IFCPC (International Federation of Cervical Pathology and Colposcopy)






(ver/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit