detikhealth

Penyebab-penyebab Sakit di Perut

Vera Farah Bararah - detikHealth
Kamis, 08/03/2012 08:30 WIB
Penyebab-penyebab Sakit di PerutIlustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Rasa sakit di perut bisa disebabkan oleh banyak hal, meski terkesan sepele kadang rasa sakit ini menjadi tanda dari suatu penyakit serius. Apa saja penyebab rasa sakit di perut?

Perut yang sakit bisa terjadi sebentar, hilang timbul atau muncul pada waktu-waktu tertentu saja. Dr Vivek Kaul, kepala divisi gastroenterologi dan hepatologi dari University of Rochester Medical Center di Rochester, New York menuturkan ada beberapa penyebab rasa sakit di perut, seperti dikutip dari Health, Kamis (8/3/2012) yaitu:

1. Batu Empedu
Batu empedu terbentuk di kandung empedu, batu-batu ini menyebabkan pembengkakan dan memblokir saluran usus sehingga timbul sakit. Sakit batu empedu cenderung menyerang sisi kanan perut bagian atas terutama setelah makan berlemak karena memicu kandung empedu berkontraksi.

2. Pankreatitis
Peradangan pankreas bisa menyebabkan rasa sakit terbakar di perut bagian atas atau tengah, beberapa orang bahkan ada yang merasa linu sampai ke punggung. Biasanya orang bersandar ke depan atau berbaring terlentang untuk mengurangi rasa sakit dan meredakan nyeri, mual dan muntah.

3. GERD
Gastroesophageal reflux disease (GERD) menyebabkan nyerid i perut atas dan dada bagian bawah atau nyeri di ulu hati. Penyebabnya katup yang memisahkan perut dari kerongkongan lemah sehingga makanan dan asam lambung bisa naik ke atas. Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau jenis makanan berlemak bisa memperburuk keadaan.

4. Intoleransi laktosa
Umumnya disebabkan karena tubuh tidak bisa menerima laktosa yaitu gula yang ditemukan dalam produk susu dan susu. Biasanya menyebabkan sakit perut ringan, kembung, diare, bersendawa, gas dan gangguan pencernaan.

5. Efek samping obat
Bifosfonat oral yang berguna membantu mempertahankan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit di esofagus. Sedangkan obat nyeri yang dikenal NSAID seperti ibuprofen dan aspirin bisa menyebabkan pembengkakan di lapisan lambung.

6. Radang usus (diverticulitis)
Peradangan ini terjadi di kantong yang terbentuk di lapisan usus biasanya usus besar. Gejalanya berupa kram di perut bagian bawah dan biasanya diet tinggi serat bisa membantu.

7. Endometriosis
Kondisi ini terjadi ketika sel-sel dari dinding rahim yang tidak tumbuh di tempatnya. Biasanya ditandai dengan nyeri, perdarahan tidak teratur dan infertilitas. Endometriosis sulit didiagnosis dan seringkali membutuhkan rujukan dokter kandungan dan USG panggul.

8. Radang usus buntu
Radang usus buntu lebih sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, biasanya dimulai dengan rasa sakit di bagian perut tengah dan terus berkembang ke bagian kanan bawah perut. Jika tidak dihilangkan bisa pecah dan berpotensi mengancam hidup.

9. Luka di lambung
Adanya luka atau bisul di lambung dan duodenum (bagian pertama dari usus kecil) merupakan penyebab utaam sakit perut. Nyeri biasanya menyerang daerah perut tengah atas dan kadang terjadi setelah makan. Luka di duodenum kadang terbangun di malam hari akibat sakit.

10. Stres
Stres bisa menyebabkan sakit kepala, tekanan darah tinggi, insomnia dan masalah perut. Selain itu depresi telah dihubungkan dengan masalah pencernaan serta sindrom iritasi usus besar. Depresi bisa menyebabkan perut sakit tapi sakit perut yang konstan.

11. Keracunan makanan
Kondisi ini bisa disebabkan oleh keracunan makanan akibat virus atau bakteri, biasanya menyebabkan sakit perut yang disertai dengan diare dan muntah. Dalam kasus yang yang jarang, keracunan makanan bisa serius atau fatal.



(ver/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit