detikhealth

Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

dr. Dito Anurogo, medical doctor at Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

Kenapa Dada dan Tenggorokan Sering Sakit?

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 14/03/2012 12:23 WIB
Kenapa Dada dan Tenggorokan Sering Sakit?(Foto: thinkstock)
Jakarta, Salam sejahtera selalu. Dokter saya punya keluhan selama ini, berawal dari sakit asam lambung tinggi. Sekarang saya punya masalah di bagian dada saya dok, kadang di dada terasa nyeri sekali dan juga tenggorokan saya sering sakit dan mengeluaran lendir putih apalagi kalau sudah bangun tidur pagi.

Kadang saya merasa takut dan jantung saya agak lemah kalau kaget dan seringkali sugesti dokter. Tolong dok, kira-kira sakit apa yang saya hadapi ini? Atas jawaban dokter, saya haturkan limpah terimakasih.

Agustin (Pria Menikah, 39 Tahun), agustXXXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 162 cm dan Berat Badan 62 kg

Jawaban

YTH: Bp. Agustin, Terimakasih atas kepercayaannya.

Langsung saja ya, menuju ke inti permasalahan.

Dari keluhan Bapak Agustin di atas, terdapat beberapa petunjuk kunci, yaitu:


  1. Asam lambung tinggi
  2. Dada terasa nyeri
  3. Tenggorokan sakit
 
Dari ketiga petunjuk kunci di atas, maka kemungkinan besar Bp. Agustin mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD adalah kondisi dimana asam lambung membalik ke esofagus (kerongkongan).

Di Amerika Serikat, sekitar 10% mengalami episode dada seolah terbakar (heartburn atau pyrosis) setiap harinya dan 44% memiliki gejala GERD setidaknya sekali dalam sebulan. Secara keseluruhan, GERD diderita oleh 25 hingga 35 persen penduduk Amerika Serikat.

Adapun berbagai tanda dan gejala yang sering dialami oleh penderita GERD antara lain:


  1. Dada atau di ulu hati terasa nyeri atau sakit. Sensasi nyeri ini dapat menjalar ke atas, ke belakang, lalu ke leher.
  2. Sensasi atau rasa terbakar/amat nyeri di dada; terkadang menyebar ke kerongkongan, diiringi rasa asam, masam, atau kecut di mulut
  3. Tenggorokan merasa sakit, nyeri, terganjal, atau tersumbat benda asing.
  4. Dapat disertai radang tenggorokan.
  5. Sulit atau sakit untuk menelan makanan/minuman.
  6. Membaliknya cairan asam lambung atau makanan dari lambung ke kerongkongan.
  7. Produksi ludah atau air liur berlebihan.
  8. Batuk atau batuk kering.
  9. Suara serak atau parau.
  10. Sesak nafas seperti asma.

Hal yang dapat dilakukan sebelum pergi ke dokter:


  1. Menghindari atau sedapat mungkin mengurangi konsumsi: produk kafein, makanan berlemak, makanan yang pedas atau berbumbu, coklat dan produk olahannya, peppermint, jus, buah jeruk (citrus fruits), tomat dan produk olahannya, alkohol.
  2. Meninggikan kepala dari tempat tidur (dengan bantal, dsb) setinggi 20-21 cm.
  3. Menghindari makan sampai terlalu kenyang dan tidak makan sebelum lapar.
  4. Menunggu minimal 3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.
  5. Modifikasi diet dan gaya hidup sehat.
  6. Mengurangi konsumsi lemak.
  7. Menurunkan berat badan.
  8. Berhenti merokok.
  9. Hindari stres.
  10. Stop alkohol.
  11. Berdoa.
 
Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.
Salam SEHAT !

dr. Dito Anurogo
Dokter peneliti hematopsikiatri dan medicopomology, berkarya di RS Keluarga Sehat JL. P. Sudirman 9 Margorejo Pati, Jawa Tengah. Penulis buku 'Cara Jitu Mengatasi Impotensi' dan 'Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid', menulis karya ilmiah tentang Biomarker Stroke bersama ilmuwan di University Wisconsin, USA.

Saat ini sedang melakukan riset tentang pharmacogenetic dan pharmacogenomic bersama ilmuwan dari University of California, Irvine, USA.
Peneliti hematopsikiatri (ilmu yang mempelajari hubungan golongan darah dengan kepribadian, gaya hidup dan kecenderungan pola penyakit, pencegahan serta solusinya). Peneliti Medicopomology (buah berkhasiat obat).



(mer/ir)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit