detikhealth

Mendengkur Tidak Bakal Memicu Stroke Kalau Hanya Sesekali

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 15/03/2012 12:33 WIB
Mendengkur Tidak Bakal Memicu Stroke Kalau Hanya Sesekali(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ngorok atau mendengkur sering dikaitkan dengan risiko sleep apnea atau henti napas saat tidur, lalu dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Namun jangan panik, kalau hanya sesekali misalnya saat kelelahan saja maka ngorok biasanya tidak disertai sleep apnea.

Tidur ngorok seringkali juga bisa dialami oleh orang-orang sehat setelah melakukan aktivitas fisik yang berat di malam hari. Rasa lelah yang berlebihan akan membuat seluruh tubuh ingin diistirahatkan, tak terkecuali oto-otot pernapasan sehingga salurannya menyempit dan terjadilah ngorok.

"Ini namanya primary snore atau ngorok primer, terjadinya hanya sesekali dan itu tidak selalu disertai sleep apnea. Yang bahaya itu kalau sering ngorok, paling tidak 6 kali dalam seminggu," kata Dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, ahli kesehatan tidur dari RS Medistra dalam jumpa pers di RS Medistra, Kamis (15/3/2012).

Ketika seseorang sering atau hampir selalu ngorok saat tidur, maka orang tersebut sangat berisiko mengalami sleep apnea atau henti napas saat tidur. Terhentinya sistem pernapasan selama tidur karena salurannya tersumbat bisa terjadi berkali-kali, bahkan yang pernah tercatat di Klinik Tidur RS Medistra adalah 150 kali henti napas dalam semalam.

Sleep apnea sendiri berhubungan dengan berbagai penyakit kronis, sebab kondisi ini membuat suplai oksigen ke berbagai organ terhambat dan sangat membebani jantung. Menurut Dr Rima, penyakit yang peningkatan risikonya paling tinggi pada penderita sleep apnea antara lain hipertensi, penyakit jantung dan diabetes.

Peningkatan berat badan juga sering dialami oleh penderita sleep apnea, sehingga dalam banyak kasus diet sering gagal jika tidurnya kurang berkualitas. Sebaliknya, berat badan yang berlebih juga bisa meningkatkan risiko sleep apnea terutama bagi yang memiliki banyak timbunan lemak di leher dan sekitar saluran pernapasan.

Selain ngorok, sleep apnea juga bisa dikenali dari gejala-gejala lain misalnya bangun pagi tidak pernah segar dan sering sakit kepala. Mudah ngantuk di siang hari, cepat letih dan gampang tersinggung juga termasuk ciri-ciri penderita sleep apnea yang sebaiknya harus segera diperiksakan sebelum memicu peningkatan risiko penyakit berbahaya termasuk stroke dan serangan jantung.


(up/ir)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit