Vaksin Anti Serangan Jantung akan Segera Hadir
Senin, 02/04/2012 17:08 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Penyakit jantung merupakan salah satu kondisi yang bisa membuat orang meninggal secara mendadak. Dalam lima tahun mendatang, akan segera hadir vaksin terhadap penyakit jantung.
Menurut para ahli, suntikan antibodi dapat mencegah penumpukan lemak di arteri yang menyebabkan penyempitan-penyempitan dan pecahnya pembuluh darah, yang mengakibatnya serangan jantung.
Ini akan menjadi pertama kalinya penyebab penyakit jantung dijadikan sasaran, bukan dengan mengurangi faktor-faktor seperti tingkat kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi yang meningkatkan kemungkinan penyakit jantung.
Menurut para ahli dalam pertemuan CardioVascular Biology di Imperial College London, ada beberapa pendekatan yang berbeda dalam pembuluh darah dan dilisensikan dalam lima tahun.
Para ahli mengatakan vaksin ini akan sangat menjanjikan dan bisa memiliki dampak besar pada pengobatan penyakit.
Penyakit jantung telah menjadi momok penyebab kematian terbesar bagi semua orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kurang olahraga, pola makan yang buruk, merokok dan minum terlalu banyak alkohol adalah penyebab utama penyakit jantung, tetapi juga diketahui bahwa ada faktor keturunan.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak lemak menumpuk di pembuluh darah yang memberi 'makan' jantung dan dari waktu ke waktu menjadi menyempit.
Bagian dari plak, yang dikenal sebagai ateroma (zat yang mengandung lipid dalam jaringan terutama dalam dinding arteri), bisa pecah kemudian menyebabkan bekuan yang dapat menghambat arteri, yang akhirnya menyebabkan serangan jantung.
"Orang yang menghadapi risiko tinggi serangan jantung cenderung menjadi kandidat pertama untuk pendekatan kekebalan tubuh. Perawatan semacam ini, karena punya modus yang sama sekali berbeda dari tindakan, dapat digunakan sebagai tambahan pada terapi saat ini," jelas Prof Nilsson, profesor penelitian kardiovaskuler eksperimental di Lund University, Swedia, seperti dilansir Telegraph, Senin (2/4/2012).
Prof Nilsson mengatakan meskipun perawatan saat ini seperti statin dan obat tekanan darah sangat efektif mengurangi risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke sekitar 40 persen, tapi tidak boleh dilupakan bahwa 60 persen kejadian kardiovaskular terus terjadi.
"Percobaan telah menunjukkan bahwa vaksin ini mungkin mengubah cara sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap plak di arteri untuk mengurangi peradangan dan keparahan yang terjadi," jelas Prof Nilsson.
Prof Nilsson bersama dengan tim Prof Prediman Shah, dari Cedars-Sinai Heart Institute di Los Angeles, mampu merumuskan vaksin yang mengurangi penumpukan plak sekitar 60 sampai 70 persen pada tikus.
Vaksin CVX-210 yang dihasilkan saat ini dalam pengembangan suntikan oleh CardioVax, menunggu peraturan untuk memulai uji klinis. Sedangkan vaksin kedua menggunakan bahan yang sama telah dirumuskan sebagai obat semprot hidung.
(mer/ir)
Menurut para ahli, suntikan antibodi dapat mencegah penumpukan lemak di arteri yang menyebabkan penyempitan-penyempitan dan pecahnya pembuluh darah, yang mengakibatnya serangan jantung.
Ini akan menjadi pertama kalinya penyebab penyakit jantung dijadikan sasaran, bukan dengan mengurangi faktor-faktor seperti tingkat kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi yang meningkatkan kemungkinan penyakit jantung.
Menurut para ahli dalam pertemuan CardioVascular Biology di Imperial College London, ada beberapa pendekatan yang berbeda dalam pembuluh darah dan dilisensikan dalam lima tahun.
Para ahli mengatakan vaksin ini akan sangat menjanjikan dan bisa memiliki dampak besar pada pengobatan penyakit.
Penyakit jantung telah menjadi momok penyebab kematian terbesar bagi semua orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kurang olahraga, pola makan yang buruk, merokok dan minum terlalu banyak alkohol adalah penyebab utama penyakit jantung, tetapi juga diketahui bahwa ada faktor keturunan.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak lemak menumpuk di pembuluh darah yang memberi 'makan' jantung dan dari waktu ke waktu menjadi menyempit.
Bagian dari plak, yang dikenal sebagai ateroma (zat yang mengandung lipid dalam jaringan terutama dalam dinding arteri), bisa pecah kemudian menyebabkan bekuan yang dapat menghambat arteri, yang akhirnya menyebabkan serangan jantung.
"Orang yang menghadapi risiko tinggi serangan jantung cenderung menjadi kandidat pertama untuk pendekatan kekebalan tubuh. Perawatan semacam ini, karena punya modus yang sama sekali berbeda dari tindakan, dapat digunakan sebagai tambahan pada terapi saat ini," jelas Prof Nilsson, profesor penelitian kardiovaskuler eksperimental di Lund University, Swedia, seperti dilansir Telegraph, Senin (2/4/2012).
Prof Nilsson mengatakan meskipun perawatan saat ini seperti statin dan obat tekanan darah sangat efektif mengurangi risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke sekitar 40 persen, tapi tidak boleh dilupakan bahwa 60 persen kejadian kardiovaskular terus terjadi.
"Percobaan telah menunjukkan bahwa vaksin ini mungkin mengubah cara sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap plak di arteri untuk mengurangi peradangan dan keparahan yang terjadi," jelas Prof Nilsson.
Prof Nilsson bersama dengan tim Prof Prediman Shah, dari Cedars-Sinai Heart Institute di Los Angeles, mampu merumuskan vaksin yang mengurangi penumpukan plak sekitar 60 sampai 70 persen pada tikus.
Vaksin CVX-210 yang dihasilkan saat ini dalam pengembangan suntikan oleh CardioVax, menunggu peraturan untuk memulai uji klinis. Sedangkan vaksin kedua menggunakan bahan yang sama telah dirumuskan sebagai obat semprot hidung.
(mer/ir)
Baca Juga
- Pedas di Mulut Biasanya Sehat di Jantung
- Sakit Jantung Lebih Mematikan Jika Disertai Impotensi
- Kehamilan Dapat Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
- Kurang dan Kelebihan Tidur Sama Bahayanya Bagi Jantung
- Pil Vitamin E Tak Bisa Turunkan Risiko Gagal Jantung Perempuan
- Dengar Musik Klasik Perkuat Jantung Hasil Transplantasi
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,22/05/2013 20:05 WIB
Ini Alasan Pria Impoten Enggan Konsultasi ke Dokter
-
Rabu,22/05/2013 19:50 WIB
Hindari Kebiasaan Ini Bila Tak Ingin Disfungsi Ereksi
-
Rabu,22/05/2013 19:35 WIB
Risiko Impotensi Bisa Dikurangi Sejak Kecil Lho
-
Rabu,22/05/2013 19:20 WIB
Hati-hati, Cemas Juga Bisa Buat Pria Sulit Ereksi
-
Rabu,22/05/2013 19:07 WIB
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Rabu,22/05/2013 18:47 WIB
'Tak Boleh Nikah Kalau Belum Vaksin Tetanus'
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Rabu, 22/05/2013 19:45 WIB
Hindari Kebiasaan Ini Bila Tak Ingin Disfungsi Ereksi
-
Rabu, 22/05/2013 18:09 WIB
Hobi Anal Seks, Adakah Alat Pembersih Lubang Anus?
-
Rabu, 22/05/2013 17:52 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Rabu, 22/05/2013 20:05 WIB
Ini Alasan Pria Impoten Enggan Konsultasi ke Dokter
-
Rabu, 22/05/2013 19:30 WIB
Risiko Impotensi Bisa Dikurangi Sejak Kecil Lho
-
Rabu, 22/05/2013 19:00 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Rabu, 22/05/2013 18:41 WIB
'Tak Boleh Nikah Kalau Belum Vaksin Tetanus'
-
Rabu, 22/05/2013 17:21 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
8 Komentar
-
7 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 20:10 WIB
Ingin Sering Bercinta? Catlah Kamar dengan Warna Karamel, Jangan Merah
-
Selasa, 21/05/2013 17:41 WIB
Telat Penuhi Gizi Anak di Usia Emas? Ini Langkah Berikutnya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

