Migrain Hilang Berkat Operasi Plastik
Rabu, 11/04/2012 11:32 WIB
Calderon dan istri (dok: ABCNews)
Berita Lainnya
Jakarta, Operasi plastik biasanya identik untuk mengubah bentuk wajah atau tubuh seseorang. Tapi kini operasi plastik yang dilakukan di dahi bisa membantu menghilangkan migrain.
Sejak SMA Michael Calderon mengalami migrain parah yang bisa membuatnya tidak bisa beraktivitas. Namun saat ini migrain tersebut sudah hilang setelah ia melakukan operasi plastik di bagian dahinya.
Calderon (52 tahun) terkadang benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa bahkan sampai pingsan saat serangan migrain datang. Sakit kepala sebelah yang dialaminya ini semakin memburuk seiring dengan bertambahnya usia.
"Jika serangan datang di pagi hari maka saya tidak bisa bekerja seharian bahkan hingga esok hari. Sakit kepalanya begitu buruk dan saya benar-benar kehilangan hari itu," ujar Calderon, seperti dikutip dari ABCNews, Rabu (11/4/2012).
Serangan migrain ini bisa berlangsung antara 4-72 jam dan kadang disertai dengan mual, muntah, serta sangat sensitif terhadap cahaya, suara, sentuhan dan bau. Beberapa kali disertai dengan kesemutan atau mati rasa di kaki atau wajah.
Hingga akhirnya ia bertemu dengan Dr Bahman Guyuron, ketua departemen bedah plastik dan rekonstruksi di University Hospitals Case Medical Center yang telah mempelopori teknik bedah.
Pada Juli 2008, Dr Guyuron melakukan operasi bedah plastik pada dahi Calderon untuk membebaskan saraf yang terperangkap di balik matanya yang menyebabkan rasa sakit kronis dan menyiksa sisi kiri wajahnya.
"Pada satu titik saya mulai mampu melakukan hal sehari-hari dan sekarang saya merasa seperti memiliki hidup saya kembali, dan hari ini migrain saya sudah hilang," ujar Calderon.
Kini banyak ahli bedah plastik yang dilatih oleh Dr Guyuron untuk menawarkan operasi saraf dekompresi. Ia memiliki teori bahwa 90 persen dari semua migrain disebabkan oleh iritasi cabang perifer dari saraf trigeminal.
Dr Guyuron pertama kali menemukan hubungan antara migrain dan kompresi saraf oleh otot-otot, pembuluh darah dan tulang pada 12 tahun lalu. Saat itu ia meneliti 314 pasien yang menjalani forehead lift selama dekade sebelumnya dan didapat 31 dari 39 orang melaporkan peningkatan yang signifikan.
Studi yang dipimpin oleh Dr Guyuron ini dipublikasikan dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery pada tahun 2009, ia menemukan hampir 85 persen pasien yang menjalani operasi dekompresi saraf mengalami penurunan migrain hingga 50 persen.
Pembedahan berlangsung sekitar 45 menit sampai 1 jam untuk setiap titik pemicu yang dinonaktifkan. Awalnya pasien akan menjalani tes botox untuk melumpuhkan otot, jika mampu merespons botox dengan hasil positif maka pasien akan mendapatkan hasil operasi yang baik.
Migrain umumnya 3 kali lebih banyak dialami perempuan serta cenderung menurun dalam keluarga dan ini bukan hanya sekedar sakit kepala tapi ada gejala neurologis lain seperti nyeri atau kepala berdenyut, mual dan gangguan penglihatan. Diketahui putri kedua dan keponakan Calderon juga memiliki migrain.
(ver/ir)
Sejak SMA Michael Calderon mengalami migrain parah yang bisa membuatnya tidak bisa beraktivitas. Namun saat ini migrain tersebut sudah hilang setelah ia melakukan operasi plastik di bagian dahinya.
Calderon (52 tahun) terkadang benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa bahkan sampai pingsan saat serangan migrain datang. Sakit kepala sebelah yang dialaminya ini semakin memburuk seiring dengan bertambahnya usia.
"Jika serangan datang di pagi hari maka saya tidak bisa bekerja seharian bahkan hingga esok hari. Sakit kepalanya begitu buruk dan saya benar-benar kehilangan hari itu," ujar Calderon, seperti dikutip dari ABCNews, Rabu (11/4/2012).
Serangan migrain ini bisa berlangsung antara 4-72 jam dan kadang disertai dengan mual, muntah, serta sangat sensitif terhadap cahaya, suara, sentuhan dan bau. Beberapa kali disertai dengan kesemutan atau mati rasa di kaki atau wajah.
Hingga akhirnya ia bertemu dengan Dr Bahman Guyuron, ketua departemen bedah plastik dan rekonstruksi di University Hospitals Case Medical Center yang telah mempelopori teknik bedah.
Pada Juli 2008, Dr Guyuron melakukan operasi bedah plastik pada dahi Calderon untuk membebaskan saraf yang terperangkap di balik matanya yang menyebabkan rasa sakit kronis dan menyiksa sisi kiri wajahnya.
"Pada satu titik saya mulai mampu melakukan hal sehari-hari dan sekarang saya merasa seperti memiliki hidup saya kembali, dan hari ini migrain saya sudah hilang," ujar Calderon.
Kini banyak ahli bedah plastik yang dilatih oleh Dr Guyuron untuk menawarkan operasi saraf dekompresi. Ia memiliki teori bahwa 90 persen dari semua migrain disebabkan oleh iritasi cabang perifer dari saraf trigeminal.
Dr Guyuron pertama kali menemukan hubungan antara migrain dan kompresi saraf oleh otot-otot, pembuluh darah dan tulang pada 12 tahun lalu. Saat itu ia meneliti 314 pasien yang menjalani forehead lift selama dekade sebelumnya dan didapat 31 dari 39 orang melaporkan peningkatan yang signifikan.
Studi yang dipimpin oleh Dr Guyuron ini dipublikasikan dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery pada tahun 2009, ia menemukan hampir 85 persen pasien yang menjalani operasi dekompresi saraf mengalami penurunan migrain hingga 50 persen.
Pembedahan berlangsung sekitar 45 menit sampai 1 jam untuk setiap titik pemicu yang dinonaktifkan. Awalnya pasien akan menjalani tes botox untuk melumpuhkan otot, jika mampu merespons botox dengan hasil positif maka pasien akan mendapatkan hasil operasi yang baik.
Migrain umumnya 3 kali lebih banyak dialami perempuan serta cenderung menurun dalam keluarga dan ini bukan hanya sekedar sakit kepala tapi ada gejala neurologis lain seperti nyeri atau kepala berdenyut, mual dan gangguan penglihatan. Diketahui putri kedua dan keponakan Calderon juga memiliki migrain.
(ver/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Jumat,24/05/2013 16:43 WIB
DBD di Kebon Jeruk Paling Rendah di Jakarta
-
Jumat,24/05/2013 16:31 WIB
Waspada, Migrain dan Nyeri Punggung Kronis Tingkatkan Risiko Bunuh Diri
-
Jumat,24/05/2013 16:07 WIB
5 Karakteristik Nyeleneh yang Dimiliki Orang Jenius
-
Jumat,24/05/2013 15:36 WIB
Sejak Mimpi Basah, Remaja Pria Sudah 'Bahaya' Bagi Lawan Jenis
-
Jumat,24/05/2013 15:15 WIB
Stop Kebiasaan Minum Bir 40 L per Minggu, Bobot Pria Ini Turun 139 Kg
-
Jumat,24/05/2013 15:07 WIB
Kekerasan Seksual di Kalangan Remaja Meningkat, Ini Komentar BKKBN
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Jumat, 24/05/2013 15:36 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Sejak Mimpi Basah, Remaja Pria Sudah 'Bahaya' Bagi Lawan Jenis
-
Jumat, 24/05/2013 14:08 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
ABG Rela Diajak Nikah Dini, Bisa Jadi Ini Alasannya
-
Jumat, 24/05/2013 16:07 WIB
5 Karakteristik Nyeleneh yang Dimiliki Orang Jenius
-
Jumat, 24/05/2013 14:29 WIB
Varya Akulova, Gadis Feminin yang Punya Tubuh Terkuat di Dunia
-
Jumat, 24/05/2013 13:15 WIB
Bagaimana Menghilangkan Flek Hitam di Wajah?
-
Jumat, 24/05/2013 15:07 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Kekerasan Seksual di Kalangan Remaja Meningkat, Ini Komentar BKKBN
-
Jumat, 24/05/2013 15:15 WIB
Diet Experience
Stop Kebiasaan Minum Bir 40 L per Minggu, Bobot Pria Ini Turun 139 Kg
-
Jumat, 24/05/2013 12:37 WIB
Ini Dia Varya Akulova, Gadis Paling Kuat Sejagat
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
7 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
-
Kamis, 23/05/2013 12:55 WIB
Bentuk Tubuh Pria ada 7 Macam, Anda Termasuk yang Mana?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

