detikhealth

Akibat Pola Diet Salah Malah Kena Batu Empedu

Vera Farah Bararah - detikHealth
Kamis, 19/04/2012 14:03 WIB
Akibat Pola Diet Salah Malah Kena Batu EmpeduJane (dok: Dailymail)
Exmoor, Inggris, Jane sangat terobsesi untuk menurunkan berat badan, maka segala cara diet pun ia lakukan. Tapi saat ia berhasil menurunkan berat badan dalam waktu singkat, ia pun diketahui terkena batu empedu akibat pola dietnya tersebut.

"Saya mencoba berbagai jenis diet. Tapi ceritanya selalu sama berat badan hilang beberapa saat, namun akan kembali naik lagi," ujar Jane, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (19/4/2012).

Sampai akhirnya Jane berhasil menurunkan berat badannya dari 89 Kg menjadi 63 Kg hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Ia pun bisa menggunakan ukuran celana yang lebih kecil dan banyak orang yang memuji keberhasilannya dalam diet.

Tapi 10 bulan setelah mencapai berat badan tersebut, ia mulai merasakan hal yang mengganggu dari penurunan berat badan ini. Ia merasakan sakit pada perutnya yang berlangsung hingga malam hari, ia merasa sakit seperti orang akan melahirkan.

Obat nyeri yang dikonsumsi tidak memberikan pengaruh apa-apa, ia berpikir mungkin mengalami usus buntu. Hingga akhirnya ia menuju unit gawat darurat dan saat dokter menyentuh titik di bawah tulang rusuk ia pun merasakan sakit yang luar biasa.

"Dokter mengatakan ini kandung empedu Anda dan Anda memiliki batu empedu. Hasil USG menunjukkan bukan hanya 1 batu empedu yang saya miliki, tapi ada 3 batu disana," ujar Jane yang tinggal di Exmoor, Inggris.

Jane pun merasa bingung karena ia memiliki berat badan ideal, hampir tiap hari melakukan olahraga dan ia berpikir diet yang dilakukannya tidaklah terlalu buruk. Sampai akhirnya dokter menanyakan apakah ia pernah kehilangan berat badan dalam waktu singkat.

Dokter pun menjelaskan padanya bahwa ada hubungan langsung antara penurunan berat badan yang cepat dengan pembentukan batu empedu. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada orang yang sudah tua, tapi bisa pada orang yang muda.

"Tidak ada yang tahu dengan pasti mengapa orang mengembangkan batu empedu, tapi jika seseorang mengonsumsi dosis tinggi terapi hormon pengganti atau kehilangan berat badan dengan cepat, maka ia berisiko kena batu empedu," ujar Emer Delaney dari British Dietetic Association.

Batu empedu adalah gumpalan kolesterol yang terbentuk di kantung empedu, mulai dari ukuran kerikil halus sampai bentuk bola golf. Ketika empedu mulai jenuh dengan kolesterol maka itu memungkinkan pembentukan kristal yang menjadi batu.

"Melewatkan jam makan juga bisa menghentikan kantung empedu mengosongkan secara teratur sehingga membuatnya jadi lebih pekat dan diet yang salah bisa mengganggu keseimbangan antara garam epedu dan kolesterol. Faktor-faktor ini jadi kondisi yang optimum untuk mengembangkan batu empedu," ujar Simon Bramhall, ahli bedah di ueen Elizabeth Hospital, Birmingham.

Gejala yang muncul dari batu empedu ini adalah nyeri di perut yang biasanya sering dipicu oleh makanan berlemak karena menyebabkan peradangan dan nyeri, kadang disertai dengan mual dan nyeri antara tulang belikat.

Studi yang dilaporkan dalam jurnal Obesity diketahui menurunkan berat badan sebesar 1,5 kg dalam seminggu bisa berisiko, karena jumlah yang disarankan adalah 0,5-1 kg per minggu.

"Ada kemungkinan saya memiliki batu empedu tanpa gejala selama bertahun-tahun dan tampaknya sudah terbentuk sejak 18 bulan saya kehilangan berat badan. Hal yang perlu diingat adalah lambat dan perlahan adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan," ujar Jane.


(ver/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit