Tempat Merokok Harusnya di Luar Gedung, Bukan di Ruang Khusus

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 20/04/2012 12:33 WIB
(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Kewajiban untuk menyediakan ruang merokok di gedung-gedung perkantoran maupun tempat umum dianggap tidak efektif. Isolasi asap rokok tidak pernah menjamin udara bersih 100 persen, sehingga tempat khusus merokok harusnya berada jauh di luar gedung.

Pendapat ini disampaikan oleh dr Widyastuti, ahli kesehatan masyarakat dari bagian pendataan Jaringan Pengendalian Tembakau (JPT). Menurutnya, tujuan untuk membebaskan gedung-gedung dari asap rokok tidak akan sukses bila masih tersedia ruang khusus merokok di dalam gedung.

"Masalahnya isolasi asap itu sulit, celah sekecil apapun masih bisa membuat asap rokok merembes bahkan meski sudah diberi sistem exhaust," kata dr Wid usai melakukan audiensi dengan Ketua Komisi Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) di kantor Komnas HAM, Jumat (20/4/2012).

Dijelaskan oleh dr Wid, gagasan untuk menyediakan ruang khusus merokok di dalam gedung sebenarnya punya tujuan baik. Namun sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menyatakan bahwa cara ini tidak efektif karena masih berpotensi menyebabkan asap bocor dan mencemari udara di ruangan yang lain.

Pilihan terbaik sesuai rekomendasi WHO adalah dengan menciptakan lingkungan yang 100 persen bebas asap rokok. Caranya tidak lagi dengan ruangan khusus merokok yang ada di dalam gedung, melainkan sebuah ruang atau tempat khusus yang lokasinya berada di ruang terbuka yang terpisah dari gedung.

"Dahulu pengetahuan masih terbatas, sehingga asal ada di ruang merokok maka merokok dianggap tidak masalah. Tapi ternyata tidak, selain asapnya masih bisa keluar juga partikel-partikel dari asap rokok bisa menempel di perabotan yang ada di ruangan tersebut dan menyebabkan dampak bagi yang namanya perokok tersier," jelas dr Wid.

Istilah perokok tersier atau third hand smoker merujuk pada korban-korban asap rokok yang menghirup racun dari partikel yang tertinggal di perabotan. Anak-anak dan ibu rumah tangga yang tidak merokok secara aktif paling potensial jadi perokok tersier jika suaminya merokok di dalam rumah, meski hanya merokok saat anak istrinya tidak di rumah.


(up/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit