Orang Hispanik Lebih Mampu Bertahan dari Kanker Paru
Selasa, 24/04/2012 11:33 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
Hii, Tas Tangan Kulit Lebih Berkuman daripada Toilet Duduk
Akhirnya Bocah Ini Pulih Setelah Koma Akibat Tertabrak Mobil
Ini Daftar Pengobatan Rumahan yang Aneh Tapi Efektif
Studi: Asma Tak Mudah Kambuh Jika Pasien Rajin Berjemur
Jakarta, Daya tahan seseorang dalam menghadapi suatu penyakit bisa ditentukan oleh ras, warna kulit maupun budaya kesehatannya.
Menurut sebuah studi, orang-orang Hispanik/Latin yang menderita kanker paru-paru cenderung hidup lebih lama daripada orang berkulit putih atau hitam dengan penyakit yang sama.
Peneliti mengatakan bahwa hal ini terjadi karena faktor genetik atau keuntungan yang didapatkan dari lingkungannya seperti tingkat penggunaan tembakau yang lebih rendah.
Peneliti mengidentifikasi 172.000 orang dewasa di Amerika Serikat yang didiagnosis dengan bentuk yang paling umum dari kanker paru-paru (non-small cell lung cancer) dari berbagai stadium antara tahun 1988-2007.
Dari data ini diketahui orang Hispanik memiliki risiko kematian 15 persen lebih rendah dari orang kulit putih. Hal ini benar-benar terjadi baik pada orang Hispanik yang lahir di AS maupun di luar negeri.
Studi yang dipublikasikan secara online di jurnal Cancer ini menekankan bahwa orang Hispanik cenderung memiliki peluang hidup yang lebih baik meski menghadapi hambatan lebih untuk mendapatkan akses perawatan kesehatan dan tingginya tingkat kemiskinan bila dibandingkan kelompok lain.
"Hal ini penting karena temuan kami merupakan indikasi dari populasi Hispanik secara umum, bukan kelompok tertentu dari Hispanik," kata pemimpin studi Ali Saeed, kandidat M.D./Ph.D. di University of Miami Miller School of Medicine seperti dilansir dari Health.com, Selasa (24/4/2012).
Peneliti menambahkan bahwa pasien berkulit putih juga memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi untuk bertahan hidup dibanding pasien berkulit hitam. Hispanik pun lebih sering didiagnosis dengan bentuk kanker paru-paru yang tidak begitu serius atau bronchioalveolar carcinoma.
(ir/ir)
Menurut sebuah studi, orang-orang Hispanik/Latin yang menderita kanker paru-paru cenderung hidup lebih lama daripada orang berkulit putih atau hitam dengan penyakit yang sama.
Peneliti mengatakan bahwa hal ini terjadi karena faktor genetik atau keuntungan yang didapatkan dari lingkungannya seperti tingkat penggunaan tembakau yang lebih rendah.
Peneliti mengidentifikasi 172.000 orang dewasa di Amerika Serikat yang didiagnosis dengan bentuk yang paling umum dari kanker paru-paru (non-small cell lung cancer) dari berbagai stadium antara tahun 1988-2007.
Dari data ini diketahui orang Hispanik memiliki risiko kematian 15 persen lebih rendah dari orang kulit putih. Hal ini benar-benar terjadi baik pada orang Hispanik yang lahir di AS maupun di luar negeri.
Studi yang dipublikasikan secara online di jurnal Cancer ini menekankan bahwa orang Hispanik cenderung memiliki peluang hidup yang lebih baik meski menghadapi hambatan lebih untuk mendapatkan akses perawatan kesehatan dan tingginya tingkat kemiskinan bila dibandingkan kelompok lain.
"Hal ini penting karena temuan kami merupakan indikasi dari populasi Hispanik secara umum, bukan kelompok tertentu dari Hispanik," kata pemimpin studi Ali Saeed, kandidat M.D./Ph.D. di University of Miami Miller School of Medicine seperti dilansir dari Health.com, Selasa (24/4/2012).
Peneliti menambahkan bahwa pasien berkulit putih juga memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi untuk bertahan hidup dibanding pasien berkulit hitam. Hispanik pun lebih sering didiagnosis dengan bentuk kanker paru-paru yang tidak begitu serius atau bronchioalveolar carcinoma.
(ir/ir)
Baca Juga
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Senin,20/05/2013 20:00 WIB
Tak Hanya Bakar Kalori, Berciuman Punya 7 Manfaat Lain
-
Senin,20/05/2013 19:30 WIB
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
-
Senin,20/05/2013 19:00 WIB
drg Zaura Jadi Dokter Gigi karena Tertarik pada Giginya Sendiri
-
Senin,20/05/2013 18:30 WIB
Sedikit-sedikit Depresi Bikin Wanita Makin Rentan Kena Stroke
-
Senin,20/05/2013 18:15 WIB
Makanan Apa Saja yang Bisa Menambah Cairan Sperma?
-
Senin,20/05/2013 18:04 WIB
Undang-undang Kesehatan Jiwa Dianggap Tak Waras?
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Senin, 20/05/2013 20:00 WIB
Tak Hanya Bakar Kalori, Berciuman Punya 7 Manfaat Lain
-
Senin, 20/05/2013 18:06 WIB
Makanan Apa Saja yang Bisa Menambah Cairan Sperma?
-
Senin, 20/05/2013 19:30 WIB
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
-
Senin, 20/05/2013 19:00 WIB
Doctor's Life
drg Zaura Jadi Dokter Gigi karena Tertarik pada Giginya Sendiri
-
Senin, 20/05/2013 17:26 WIB
Kisah Ibu dengan Anak yang Hanya Punya Otak Setengah
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 18:30 WIB
Sedikit-sedikit Depresi Bikin Wanita Makin Rentan Kena Stroke
-
Senin, 20/05/2013 17:03 WIB
Skydiving, Nenek 79 Tahun Ini Terjun dari Ketinggian 13 Ribu Kaki
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 13:26 WIB
Akhirnya Bocah Ini Pulih Setelah Koma Akibat Tertabrak Mobil
-
Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

