Protein Kedelai Kurangi Gejala Penyakit Hati
Rabu, 25/04/2012 10:05 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Sudah lama kita mengenal kedelai sebagai salah satu sumber makanan sehat. Baru-baru ini ditemukan bukti bahwa protein kedelai juga bisa mengurangi gejala penyakit hati.
Ilmuwan University of Illinois melaporkan bahwa protein keledai dapat mengurangi akumulasi lemak dan trigeliserida dalam hati yang bisa memicu munculnya penyakit hati, terutama pada orang-orang yang mengalami obesitas. Hal ini karena kedelai mampu mengembalikan sebagian fungsi kunci jalur sinyal organ tersebut.
"Hampir sepertiga orang dewasa di Amerika memiliki penyakit lemak hati, bahkan banyak diantaranya tanpa mengalami gejala-gejala tertentu. Obesitas adalah faktor risiko kunci untuk kondisi seperti ini dan hal ini bisa menyebabkan gagal hati," kata Hong Chen, asisten profesor ilmu pangan dan gizi manusia di University of Illinois seperti dilansir dari Health24, Rabu (25/4/2012).
Secara umum lemak dimetabolisasi di dalam hati, namun pada orang yang mengalami obesitas, pengangkutan lemak ke jaringan adiposanya bisa melambat sehingga hati menjadi tempat pembuangan kelebihan lemak, katanya.
"Ketika lemak berakumulasi dalam sebuah organ yang tidak seharusnya menyimpan lemak, seperti hati, fungsi vital organnya bisa berubah menjadi berbahaya," tambahnya. Namun mengonsumsi sumber protein kedelai seperti tahu dan yogurt kedelai tampaknya mampu mengurangi beberapa tekanan pada lemak hati, ujarnya.
Chen membandingkan akumulasi lemak dalam hati tikus kurus dan tikus obesitas. Hasilnya, Chen tak menemukan efek diet apapun pada profil hati tikus kurus. Namun tikus obesitas yang diberi makan kedelai menunjukkan pengurangan trigliserida dan akumulasi lemak sebesar 20 persen sehingga Chen percaya bahwa protein kedelai bisa digunakan untuk mengurangi gejala-gejala penyakit lemak hati.
Lebih jauh, peneliti juga menemukan bahwa protein kedelai memulihkan sebagian jalur sinyal protein Wnt sebagai pemain krusial dalam metabolisme lemak.
"Pada penderita obesitas, ada semacam masalah lalu lintas di dalam tubuhnya. Ketika ada lebih banyak lemak yang dapat membuat jalan keluar dari hati, tekanan pada organ itu pun bisa berkurang," ujarnya.
(ir/ir)
Ilmuwan University of Illinois melaporkan bahwa protein keledai dapat mengurangi akumulasi lemak dan trigeliserida dalam hati yang bisa memicu munculnya penyakit hati, terutama pada orang-orang yang mengalami obesitas. Hal ini karena kedelai mampu mengembalikan sebagian fungsi kunci jalur sinyal organ tersebut.
"Hampir sepertiga orang dewasa di Amerika memiliki penyakit lemak hati, bahkan banyak diantaranya tanpa mengalami gejala-gejala tertentu. Obesitas adalah faktor risiko kunci untuk kondisi seperti ini dan hal ini bisa menyebabkan gagal hati," kata Hong Chen, asisten profesor ilmu pangan dan gizi manusia di University of Illinois seperti dilansir dari Health24, Rabu (25/4/2012).
Secara umum lemak dimetabolisasi di dalam hati, namun pada orang yang mengalami obesitas, pengangkutan lemak ke jaringan adiposanya bisa melambat sehingga hati menjadi tempat pembuangan kelebihan lemak, katanya.
"Ketika lemak berakumulasi dalam sebuah organ yang tidak seharusnya menyimpan lemak, seperti hati, fungsi vital organnya bisa berubah menjadi berbahaya," tambahnya. Namun mengonsumsi sumber protein kedelai seperti tahu dan yogurt kedelai tampaknya mampu mengurangi beberapa tekanan pada lemak hati, ujarnya.
Chen membandingkan akumulasi lemak dalam hati tikus kurus dan tikus obesitas. Hasilnya, Chen tak menemukan efek diet apapun pada profil hati tikus kurus. Namun tikus obesitas yang diberi makan kedelai menunjukkan pengurangan trigliserida dan akumulasi lemak sebesar 20 persen sehingga Chen percaya bahwa protein kedelai bisa digunakan untuk mengurangi gejala-gejala penyakit lemak hati.
Lebih jauh, peneliti juga menemukan bahwa protein kedelai memulihkan sebagian jalur sinyal protein Wnt sebagai pemain krusial dalam metabolisme lemak.
"Pada penderita obesitas, ada semacam masalah lalu lintas di dalam tubuhnya. Ketika ada lebih banyak lemak yang dapat membuat jalan keluar dari hati, tekanan pada organ itu pun bisa berkurang," ujarnya.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Sabtu,25/05/2013 16:15 WIB
Ssst, Ini yang Mungkin Belum Anda Tahu tentang Ms V
-
Sabtu,25/05/2013 14:07 WIB
Dikira Sombong, Brad Pitt Idap Penyakit Langka Sulit Kenali Wajah
-
Sabtu,25/05/2013 12:04 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Sabtu,25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
Sabtu,25/05/2013 10:03 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Sabtu,25/05/2013 08:10 WIB
Percuma Olahraga Kalau Malas Bersih-bersih Sehabis Berkeringat
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Sabtu, 25/05/2013 16:03 WIB
Ssst, Ini yang Mungkin Belum Anda Tahu tentang Ms V
-
Sabtu, 25/05/2013 13:58 WIB
Dikira Sombong, Brad Pitt Idap Penyakit Langka Sulit Kenali Wajah
-
Sabtu, 25/05/2013 11:53 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Sabtu, 25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
Sabtu, 25/05/2013 09:54 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Sabtu, 25/05/2013 08:10 WIB
Percuma Olahraga Kalau Malas Bersih-bersih Sehabis Berkeringat
-
Jumat, 24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat, 24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
12 Komentar
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

