detikhealth

Ulasan Khas

Kemana Orang Indonesia Jual Organ Tubuh?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 25/04/2012 14:33 WIB
ilustrasi
Jakarta, Jual beli organ manusia sepertinya bukan barang yang langka, sebab banyak iklan di media maupun internet yang menawarkan hal itu. Namun karena transaksi seperti ini dilarang di negara manapun juga, lantas ke mana orang-orang Indonesia menjual organnya?

Adanya iklan-iklan yang menawarkan jualan organ manusia diakui oleh Dr Nur Rasyid, SpU dari departemen urologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ia sendiri di RSCM sering menerima telepon dari orang-orang yang ingin menjual organnya karena butuh uang.

"Beberapa kali kami ditelepon orang yang menawarkan ginjal. Tapi pada prinsipnya, dokter dilarang keras menjadi perantara jual beli organ," tegas Dr Rasyid yang sering menangani cangkok atau transplantasi ginjal saat dihubungi detikHealth, Rabu (25/4/2012).

Karena ada larangan bagi dokter untuk memfasilitasi jual beli organ, Dr Rasyid tidak yakin transaksi tersebut terjadi di Indonesia. Karena tiap rumah sakit yang melayani cangkok organ pasti melakukan skrining ketat bagi calon donor untuk menghindari transaksi jual beli.

Di RSCM misalnya, ada departemen khusus di bagian psikiatri yang akan memeriksa calon donor dari aspek kejiwaan melalui sebuah wawancara. Wawancara tersebut juga bertujuan untuk memastikan bahwa donor tersebut bersifat sukarela dan tidak ada paksaan.

Kemungkinan terbesar jual beli organ di pasar gelap dilakukan di negara-negara yang biasa melakukannya. Beberapa kasus yang ditemui, calon penjual organ ada yang ke negara tetangga atau negeri China.

Namun menurut Dr Rasyid, peluang terjadinya jual beli organ secara ilegal di Indonesia cukup terbuka karena hingga saat ini tidak ada satu badan khusus yang menangani transplantasi organ. Akibatnya calon donor dan pasien bisa bertemu secara langsung, lalu terjadi transaksi jual beli secara tertutup untuk menghindari ancaman pelanggaran hukuman.

Maka itu menurutnya, Indonesia harus punya badan khusus yang memfasilitasi calon-calon pendonor organ tubuh untuk menghindari jual beli organ secara ilegal.

"Indonesia bisa mencontoh Iran. Mereka punya badan yang dikelola pemerintah, yang akan mendata calon-calon donor sukarela siap dipakai organnya kapanpun dibutuhkan. Baru saat ada pasien butuh transplantasi, calon donor itu dipanggil dan diberi kompensasi resmi dari pemerintah," kata Dr Rasyid.



(up/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
Must Read close