detikhealth

Sudah Rajin Gosok Gigi Tapi Gigi Masih Rusak, Ini Penyebabnya

Linda Mayasari - detikHealth
Selasa, 08/05/2012 11:24 WIB
Sudah Rajin Gosok Gigi Tapi Gigi Masih Rusak, Ini Penyebabnya(Foto: ThinkStock)
Jakarta, Anda merasa telah menggosok gigi secara teratur, tetapi masih saja mengalami masalah pada gigi seperti gigi berlubang, infeksi pada gusi dan bau mulut? Mungkin ini penyebabnya.

Ternyata, ada sejumlah kesalahan umum pada kebiasaan menggosok gigi Anda yang sering Anda lakukan.

Berikut 7 kebiasaan buruk dalam menggosok gigi yang dapat merusak gigi Anda, seperti dilansir dari youbeauty, Selasa (8/5/2012) antara lain:

1. Anda tidak cukup lama menyikat gigi

Kebanyakan orang tidak menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menggosok gigi. Mungkin Anda hanya menyikat gigi selama satu menit atau kurang karena bergegas untuk pergi bekerja atau terlalu lelah dan ingin segera tidur. Padahal dokter gigi menyarankan untuk menyikat gigi selama dua atau tiga menit.

2. Anda tidak menggosok gigi di depan cermin

Anda perlu menyikat gigi di depan cermin agar Anda tidak melewatkan daerah pada garis gusi, yang merupakan bagian terpenting. Karena di situlah bakteri membangun plak dan karang gigi yang menyebabkan infeksi dan peradangan gusi.

Anda juga perlu memastikan sikat Anda menjangkau gigi geraham belakang Anda. Lihat juga di cermin apakah ada sisa makanan yang masih tertinggal di sela-sela gigi Anda, jika tidak dibersihkan maka akan membuat gigi berlubang.

3. Anda menggosok gigi dengan teknik yang salah

Jika Anda tidak menggosok gigi dengan teknik yang benar, Anda dapat merusak enamel gigi. Peganglah sikat gigi pada sudut 45 derajat terhadap permukaan gigi.

Fokuslah menggosok pada beberapa gigi sekaligus, kemudian pindah ke set berikutnya, lalu berkeliling dari sisi depan, atas dan bawah, dan belakang. Sikat juga bagian garis gusi untuk membersihkan bakteri dan melonggarkan plak.

4. Anda menyikat terlalu keras

Kemungkinan kerusakan enamel lebih besar ketika Anda menyikat gigi terlalu keras. Penekanan yang terlalu keras dapat merusak dentin gigi bagian dalam dan lapisan sementum. Hal tersebut juga dapat mengakibatkan semacam traumatis pada gusi sensitif yang menyebabkan iritasi.

5. Anda menggunakan sikat yang salah

Pastikan untuk membeli sikat dengan bulu yang lembut untuk meminimalkan kerusakan. Anda harus mengganti sikat gigi secara rutin setiap tiga bulan atau lebih cepat jika bulu sikat sudah terlihat usang, robek dan tertekuk.

Sikat gigi Anda dapat menjadi tempat berkembangnya kuman yang mengakibatkan gangguan pada mulut dan tenggorokan.Untuk meminimalkan pertumbuhan kuman, bilas sikat dengan air panas setelah digunakan dan biarkan hingga kering sepenuhnya.

6. Anda menggunakan pasta gigi yang salah

Baking soda pada pasta gigi dapat mengatasi noda kekuningan pada gigi tetapi bersifat keras terhadap enamel yang kurang baik untuk digunakan.

7. Anda tidak segera membilas mulut setelah bergosok gigi

Menyikat gigi efektif untuk membasmi kuman dan melonggarkan plak dalam mulut. Oleh karena itu setelah Anda selesai menggosok gigi Anda, segeralah bilas dengan air bersih agar kuman dapat segera keluar dari mulut Anda.

Beberapa jenis obat kumur juga baik digunakan untuk membunuh kuman. Atau bilas menggunakan obat kumur yang mengandung fluoride untuk memperkuat dan membentengi email gigi dan mencegah gigi berlubang.




(ir/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit