detikhealth

Pantangan Saat Periksa Tensi: Tidak Boleh Menahan Kencing

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 09/05/2012 12:59 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Tensi atau tekanan darah sangat sensitif dan gampang dipengaruhi banyak faktor, sehingga pemeriksaannya harus dilakukan dengan persiapan yang baik. Salah satu pantangan yang harus dipatuhi saat periksa tensi adalah tidak boleh menahan kencing.

"Menahan kencing bisa membuat tekanan darah meningkat, sehingga hasil pemeriksaannya tidak akurat," kata Prof Dr dr Suhardjono, SpPD, KGEH, KGer dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam Pfizer Journalist Class di fX Plaza, Rabu (9/5/2012).

Menurut Prof Suhardjono, larangan untuk menahan kencing saat periksa tensi tercantum dalam panduan pemeriksaan tekanan darah yang dikeluarkan oleh asosiasi dokter penyakit dalam. Panduan tersebut tidak hanya memuat larangan, tetapi juga anjuran-anjuran yang sebaiknya diikuti saat periksa tekanan darah.

Dalam panduan itu juga disebutkan, pemeriksaan tensi sebaiknya dilakukan setelah pasien duduk paling tidak selama 5 menit supaya hasilnya lebih akurat. Jika pasien langsung diperiksa tanpa diberi kesempatan istirahat, aktivitas fisik yang dilakukan sebelumnya juga bisa membbuat tekanan darah terukur lebih tinggi dari yang seharusnya.

Anjuran lainnya adalah menghindari kopi dan rokok selama 1-2 jam sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah. Berbagai senyawa yang terkandung dalam kopi maupun rokok dikatakan bisa mempengaruhi kerja jantung, sehingga tekanan darah juga akan terpengaruh.

"Tidak lupa, pasien juga harus dalam kondisi rileks karena stres juga bisa meningkatkan tekanan darah. Makanya kalau bisa, yang memeriksa juga jangan terlalu cantik atau seksi. Karena ternyata menurut penelitian memang berbeda hasilnya, kalau diperiksa oleh suster yang muda dengan yang sudah tua," kata Prof Suhardjono sembari bercanda.

Faktor stres saat berhadapan dengan paramedis cukup banyak mempengaruhi hasil pemeriksaan, sehingga muncul istilah white coat syndrome atau sindrom jas putih.

Untuk mengantisipasi sindrom ini, beberapa dokter menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan sendiri di rumah agar kondisinya bisa benar-benar rileks.



(up/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit