detikhealth

9 Cara Mengatasi Masalah yang Timbul Ketika Wanita Berhenti Merokok

Linda Mayasari - detikHealth
Senin, 14/05/2012 18:29 WIB
9 Cara Mengatasi Masalah yang Timbul Ketika Wanita Berhenti Merokokilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Wanita yang memiliki kebiasaan merokok, umurnya akan lebih pendek hingga 14 tahun dari seharusnya. Kini ada strategi cerdas yang dapat membantu wanita untuk berhenti merokok.

Menurut para ahli, wanita sering merasa lebih sulit berhenti merokok daripada pria. Hal tersebut bukan karena wanita memiliki kemauan untuk berhenti merokok kurang dari pria, tapi faktor biologi dan sosial yang menghambat wanita lebih besar.

Kebanyakan wanita yang memiliki kebiasaan merokok memiliki masalah kesehatan psikologis seperti depresi dan lebih memilih rokok sebagai pelarian. Frekuensi stres yang dialami wanita juga lebih banyak daripada pria.

Tetapi tidak mudah bagi Anda yang telah memiliki kebiasaan merokok untuk berhenti begitu saja. Anda akan mengalami beberapa masalah kesehatan di awal Anda berhenti merokok seperti pusing, gangguan tidur, sembelit dan sebagainya.

Berikut masalah kesehatan yang timbul ketika Anda berhenti merokok dan strategi untuk melawannya seperti dikutip dari lifescript, Senin (14/5/2012) antara lain:

1. Kecemasan
Merokok sangat terkait dengan relaksasi bagi kebanyakan wanita perokok. Banyak wanita yang mengandalkan rokok untuk menenangkan ketakutan atau tekanan di tempat kerja. Ketika Anda mulai berhenti merokok, Anda mungkin akan sedikit kesulitan untuk mengatasi kecemasan terhadap beberapa masalah.

Akan lebih baik jika Anda mengatasi kecemasan dan relaksasi dengan latihan pernapasan, misalnya dengan menutup mata, menarik napas dalam-dalam, menahan napas sebentar dan menghembuskannya perlahan. Anda juga dapat berjalan-jalan di sekitar kantor sejenak untuk melepaskan kepenatan kantor

2. Depresi
Nikotin langsung memicu pelepasan dopamin, suatu neurotransmitter yang merangsang pusat kesenangan otak. Sehingga terkadang orang sulit berhenti merokok karena akan kehilangan rangsangan yang akan membuatnya bahagia dan cenderung merasa depresi.

Jika Anda mengalami depresi ringan, tingkatkanlah aktivitas fisik Anda. Banyak penelitian menunjukkan bahwa olahraga melepaskan hormon endorfin, bahan kimia otak yang dapat meningkatkan mood. Hal ini juga mengurangi sitokin, bahan kimia yang dapat memicu depresi.

3. Kemarahan dan mudah tersinggung
Merokok mungkin menjadi cara untuk mengatasi konflik, terutama bagi perempuan. Wanita yang memiliki kebiasaan merokok akan kadang mudah tersinggung dan marah.

Bacalah buku-buku psikologi tentang manajemen hati agar Anda dapat mengontrol perasaan dan emosi. Lakukan apa saja yang bersifat positif agar kemarahan tidak berlarut-larut dan membuat Anda ingin melampiaskannya dengan kembali merokok.

4. Gangguan tidur
Ketika seseorang terserang insomnia, kebanyakan akan menghabiskan malam dengan merokok sambil menonton siaran TV. Padahal nikotin pada rokok juga merupakan stimulan yang dapat memicu mimpi buruk atau membuat tidur Anda gelisah pada malam hari.

Batasi konsumsi kafein dengan minum kopi atau soda berkafein hanya pada siang hari dan jangan pergi tidur sampai Anda benar-benar mengantuk. Bermeditasilah atau melakukan latihan pernapasan menjelang waktu tidur.

5. Kesulitan berkonsentrasi
Orang yang memiliki kebiasaan merokok akan mengalami kesulitan berkonsentrasi jika tiba-tiba berhenti melakukan kebiasaannya. Ikutilah terapi pengganti nikotin untuk membantu Anda tetap fokus tanpa perlu merokok. Olahraga juga dapat meningkatkan aliran darah, oksigen dan glukosa ke otak Anda, yang meningkatkan kewaspadaan mental.

6. Pusing dan sesak napas
Ketika Anda berhenti merokok, oksigen akan mengalir lancar ke dalam jaringan tubuh karena rokok tidak lagi memompa karbon monoksida yang mengganggu peredaran oksigen. Tapi Anda mungkin akan merasa pusing dan sesak karena butuh waktu untuk membiasakan aliran oksigen tambahan dalam tubuh.

Perbanyaklah minum air putih untuk mengatasinya. Jika sesak napas terus berlanjut selama lebih dari beberapa minggu, pergilah ke dokter. Anda mungkin memiliki masalah paru-paru atau jantung karena rokok yang perlu diobati.

7. Peningkatan nafsu makan dan berat badan
Nikotin meningkatkan bahan kimia otak, yaitu norepinefrin dan serotonin, yang dapat menekan nafsu makan. Setelah berhenti merokok, nafsu makan wanita akan meningkat dan mengakibatkan kenaikan berat badan.

Isilah kulkas di dapur Anda dengan makanan yang sehat agar nafsu makan yang besar tidak menyebabkan kegemukan. Anda perlu rajin berolahraga untuk mencegah obesitas.

8. Masalah pencernaan
Usus besar Anda memiliki reseptor nikotin yang dapat merangsang bahan kimia dalam tubuh untuk membantu membersihkan usus. Itulah sebabnya mengapa ketika orang berhenti merokok sering mengalami ketidaknyamanan jangka pendek seperti sembelit dan buang gas.

Minumlah lebih banyak air untuk mencegah feses menjadi terlalu keras dan kering, yang membuat Anda kesulitan buang air besar. Makanlah makanan yang tinggi serat, termasuk biji-bijian, buah dan sayuran.

9. Kelelahan
Ketika tubuh telah akrab dengan nikotin, Anda akan merasa kelelahan jika tidak merokok sehari saja. Orang yang mulai berhenti merokok juga mudah terserang kantuk di siang hari.

Perbaikilah pola tidur Anda dan rajin berolahraga untuk mengaktifkan bagian otak yang meningkatkan kewaspadaan kognitif di siang hari. Hal ini juga memacu pelepasan serotonin, zat kimia otak yang menenangkan yang dapat membantu Anda untuk tidur dengan nyenyak di malam hari.




(ir/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit