detikhealth

Konsultasi Bedah
Dr. Pria Agustus Yadi, Sp.B-KBD

Dr. Pria Agustus Yadi, Sp.B-KBD adalah Dokter Spesialis Bedah Digestif. Praktik di RS PONDOK INDAH PONDOK INDAH Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525.

Apa Bahayanya Bila Tak Punya Kantung Empedu?

Rabu, 23/05/2012 10:22 WIB
Apa Bahayanya Bila Tak Punya Kantung Empedu?(Foto: thinkstock)
Pada tahun 2007 saya pernah menjalani operasi besar pengangkatan kantung empedu (karena adanya batu empedu yang menyumbat). Sehingga sekarang saya tidak mempunyai kantung empedu.

Apa efeknya dan berbahayakah jika seseorang sudah tidak mempunyai kantung empedu? Bagaimana cara mengatasi agar tetap bisa hidup sehat tanpa adanya organ kantung empedu? Demikian konsultasi yang saya ajukan sekian dan terimakasih.

Ahmad B (Pria Menikah, 30 tahun), baroXXXX@nipindo.co.id
Tinggi Badan 168 cm dan Berat Badan 73 kg

Jawaban

Ketiadaan kantong empedu (pasca kolesistektomi) bukan merupakan bencana yang harus ditakutkan, kantong empedu milik bapak jelas sudah tidak normal lagi karena sudah ada batu dan membuat sumbatan dan bila dibiarkan akan menimbulkan infeksi saluran empedu yang bisa berlanjut dan meluas menjadi infeksi pada liver (hepatitis atau terbentuknya abses hati/liver), peradangan pada pankreas (pankreatitis) yang akibatnya bisa lebih parah lagi dan sangat serius.

Akibat pengangkatan kantong empedu biasanya bersifat jangka pendek, yaitu selama usus belum terbiasa dengan cairan empedu pasca kolesistektomi yang lebih encer sehingga rasa tidak enak, kembung, mual atau diare akan muncul manakala bapak mengonsumsi makanan berminyak atau mengandung lemak. Namun, semuanya akan berakhir setelah masa adaptasi itu berakhir yang lamanya tidak sama satu dengan lainnya.

Karenanya, kelak bapak masih tetap boleh mengonsumsi makanan yang mengandung lemak atau goreng-gorengan, namun rasa tidak enak muncul, sebaiknya berhenti dulu. Setelah itu bapak akan terbiasa lagi dan konsumsi makanan sama seperti sebelum operasi namun tetap jangan terlalu berlebihan.

Hal lain yang harus diwaspadai adalah kemungkinan terjadinya maag karena tumpahan asam lambung yang encer pada fase-fase awal pasca kolesistektomi dan keluhannya bisa saja dirasakan di kemudian hari.

Pengalaman sehari-hari, pasca pengangkatan kantong empedu, ada yang memberikan obat yang berperan sebagai untuk proteksi permukaan mukosa lambung dari cairan lambung yang sering tumpah, obat ini dikenal sebagai media surfaktan jenis sukralfat.

Pemberian obat ini terutama bila mau tidur dan setelah bangun tidur, hal ini bisa dimengerti karena pada saat tidur, duodenum dan lambung lebih sejajar sehingga cairan empedu lebih mudah tumpah kedalam lambung.

Untuk itu, coba saja Anda meminta jenis obat tersebut yang saat ini banyak jenisnya, kalau keluhan tetap ada, sebaiknya Anda konsultasi dengan dokter penyakit dalam yang mendalami gastroenterologi dan sangat mungkin perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi (gastroduodenoskopi).


Dr. Pria Agustus Yadi, Sp.B-KBD
Dokter Spesialis Bedah Digestif. Praktik di RS PONDOK INDAH-PONDOK INDAH Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525.




(mer/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit