detikhealth

Ulasan Khas

Tradisional dan Tak Masuk Akal, Tapi Mak Erot Tetap Disuka

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 23/05/2012 10:46 WIB
Klinik Hj Mak Erot (detikHealth)
Jakarta, Perkembangan ilmu kedokteran memberikan banyak pilihan untuk mengobati disfungsi seksual pada laki-laki. Meski demikian, pengobatan alternatif ala Mak Erot tetap banyak dikunjungi para laki-laki yang ingin memperbaiki kejantanannya.

Salah satu klinik pengobatan alternatif yang mengklaim diri sebagai penerus almarhumah Mak Erot terletak di Jl Kebon Sirih Barat nomor 56, Jakarta Pusat. Klinik yang lokasinya tak jauh dari Jalan Jaksa ini dikelola H Syaefulloh, satu dari 49 cucu sang legenda Mak Erot.

Klinik tersebut memang tampak sepi ketika detikHealth berkunjung pada Selasa siang (22/5/2012). Menurut Pak Haji, sapaan Syaefulloh, pada hari kerja seperti itu pangunjung biasanya memang baru ramai setelah lewat tengah hari hingga sore hari.

Menurut pengakuan Pak Haji, dalam seminggu paling tidak ada 10 pasien yang datang dengan berbagai keluhan mulai dari disfungsi ereksi, ejakulasi dini hingga ingin memperpanjang ukuran alat vital. Bahkan ia juga melayani pasien perempuan yang ingin mengencangkan payudara.

"Hampir 100 persen itu keluhannya lemah syahwat. Kalau masalah besar dan panjang, kurang lebih 70 persen," kata Pak Haji di klinik sekaligus kediamannya, seperti ditulis Rabu (23/5/2012).

Pelanggan Pak Haji bukan hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Dari tumpukan buku catatan serta formulir pendaftaran yang tersusun rapi di ruang periksa, tampak ada beberapa pasien yang jauh-jauh datang dari Papua dan bahkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Padahal jika dibandingkan dengan pengobatan moderen, teknik pengobatan Pak Haji yang katanya diwariskan langsung dari Mak Erot tentu belum memiliki dasar ilmiah yang kuat. Selain kandungan dalam ramuannya sangat dirahasiakan, pantangan-pantangan yang diberikan juga masih sulit diterima dengan teori ilmiah.

Tarif yang dikenakan pada pasien juga tidak bisa dibilang murah, karena untuk kasus yang paling ringan saja sedikitnya pasien harus memberikan mahar Rp 800 ribu. Memang ada keringanan bagi yang kurang mampu, sebab Pak Haji mengatakan jika memang dasarnya adalah kemanusiaan maka dirinya siap menolong siapapun dengan hanya membayar harga ramuannya saja.

Kenyataannya klinik Hj Mak Erot yang dikelola Pak Haji ini masih bertahan sejak dibuka pertama kali di Sukabumi tahun 1988, lalu pindah ke Kampung Rambutan Jakarta Timur tahun 1998 dan pindah lagi ke Kebon Sirih Jakarta Pusat 2 tahun kemudian. Seandainya tidak laku, mungkin klinik ini sudah lama gulung tikar saat terjadi krisis ekonomi pada masa tersebut.



(up/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit