Banyaknya Jajanan Tidak Sehat di Lingkungan Sekolah Anak
Kamis, 24/05/2012 09:37 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Jajanan tidak sehat yang beredar di lingkungan sekolah menimbulkan kekhawatiran pada orangtua siswa. Padahal, orangtua maupun guru tidak dapat terus-menerus mengawasi anak untuk tidak sembarangan jajan.
Untuk mengetahui seberapa luas penyebaran jajanan yang tidak sehat di kalangan anak-anak, BPOM kota Yogyakarta mengadakan pengawasan terhadap jajanan yang dijual di sekitar sekolah sejak tahun 2004 hingga sekarang.
Data tahun 2009 menunjukkan dari 515 sampel jajanan yang ditemukan beredar di 37 sekolah di kota Yogya dan kabupaten Bantul, sekitar 3,7 persen mengandung bahan berbahaya yang tidak memenuhi syarat kesehatan untuk dijual. Tahun 2010, BPOM menemukan sekitar 3,1 persen dari 523 sampel merupakan jajanan yang tidak aman dikonsumsi oleh anak.
Pengawasan terus dilakukan untuk area yang lebih luas yaitu terhadap 680 sampel yang diperoleh di lingkungan 60 sekolah dasar pada tahun 2011. Sekitar 2,6 persen dari jumlah sampel yang diteliti mengandung bahan kimia yang berbahaya.
Kemudian data pada tahun 2012 ini menunjukkan bahwa pada 200 lingkungan sekolah dasar di kota dan seluruh kabupaten di Yogyakarta ditemukan sekitar 4,3 persen dari 276 sampel merupakan jajanan yang tidak sehat.
"Menanggapi data tersebut, BPOM kota Yogyakarta membentuk jejaring keamanan pangan terpadu yang fungsinya mengawasi lebih dekat terhadap tindak nakal para penjual jajanan yang menambahkan bahan kimia berbahaya dalam dagangannya," kata Drs. Halim Nababan, MM, Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM dalam seminar 'Aku Anak Sehat' oleh Tupperware, Rabu (23/5/2012).
Penyebab ketidaklayakan jajanan yang dijual oleh para pedagang bukan hanya karena adanya campuran bahan kimia, tetapi juga tercemarnya jajanan oleh mikroba karena sanitasi tempat pembuatan jajanan yang buruk. Mikroba pada makanan yang paling banyak menyebabkan diare adalah jenis rotavirus, salmonela dan kuman patogen lainnya.
Oleh karena itu, biasakan anak Anda untuk tidak jajan sembarangan dan rajin mencuci tangan setelah bermain untuk menjaga kesehatannya terhadap risiko penyakit diare, kanker maupun menurunnya fungsi otak.
(ir/ir)
Untuk mengetahui seberapa luas penyebaran jajanan yang tidak sehat di kalangan anak-anak, BPOM kota Yogyakarta mengadakan pengawasan terhadap jajanan yang dijual di sekitar sekolah sejak tahun 2004 hingga sekarang.
Data tahun 2009 menunjukkan dari 515 sampel jajanan yang ditemukan beredar di 37 sekolah di kota Yogya dan kabupaten Bantul, sekitar 3,7 persen mengandung bahan berbahaya yang tidak memenuhi syarat kesehatan untuk dijual. Tahun 2010, BPOM menemukan sekitar 3,1 persen dari 523 sampel merupakan jajanan yang tidak aman dikonsumsi oleh anak.
Pengawasan terus dilakukan untuk area yang lebih luas yaitu terhadap 680 sampel yang diperoleh di lingkungan 60 sekolah dasar pada tahun 2011. Sekitar 2,6 persen dari jumlah sampel yang diteliti mengandung bahan kimia yang berbahaya.
Kemudian data pada tahun 2012 ini menunjukkan bahwa pada 200 lingkungan sekolah dasar di kota dan seluruh kabupaten di Yogyakarta ditemukan sekitar 4,3 persen dari 276 sampel merupakan jajanan yang tidak sehat.
"Menanggapi data tersebut, BPOM kota Yogyakarta membentuk jejaring keamanan pangan terpadu yang fungsinya mengawasi lebih dekat terhadap tindak nakal para penjual jajanan yang menambahkan bahan kimia berbahaya dalam dagangannya," kata Drs. Halim Nababan, MM, Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM dalam seminar 'Aku Anak Sehat' oleh Tupperware, Rabu (23/5/2012).
Penyebab ketidaklayakan jajanan yang dijual oleh para pedagang bukan hanya karena adanya campuran bahan kimia, tetapi juga tercemarnya jajanan oleh mikroba karena sanitasi tempat pembuatan jajanan yang buruk. Mikroba pada makanan yang paling banyak menyebabkan diare adalah jenis rotavirus, salmonela dan kuman patogen lainnya.
Oleh karena itu, biasakan anak Anda untuk tidak jajan sembarangan dan rajin mencuci tangan setelah bermain untuk menjaga kesehatannya terhadap risiko penyakit diare, kanker maupun menurunnya fungsi otak.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Sabtu,25/05/2013 12:04 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Sabtu,25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
Sabtu,25/05/2013 10:03 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Sabtu,25/05/2013 08:10 WIB
Percuma Olahraga Kalau Malas Bersih-bersih Sehabis Berkeringat
-
Jumat,24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat,24/05/2013 19:31 WIB
Studi: Air Mata Perempuan 'Membunuh' Gairah Seksual Pria
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Sabtu, 25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
Sabtu, 25/05/2013 09:54 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Sabtu, 25/05/2013 08:10 WIB
Percuma Olahraga Kalau Malas Bersih-bersih Sehabis Berkeringat
-
Sabtu, 25/05/2013 11:53 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Jumat, 24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat, 24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat, 24/05/2013 18:09 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Jumat, 24/05/2013 14:08 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
ABG Rela Diajak Nikah Dini, Bisa Jadi Ini Alasannya
-
11 Komentar
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

