Makin Tinggi Status Sosial Makin Kebal Lawan Penyakit
Senin, 28/05/2012 16:57 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
Hii, Tas Tangan Kulit Lebih Berkuman daripada Toilet Duduk
Akhirnya Bocah Ini Pulih Setelah Koma Akibat Tertabrak Mobil
Ini Daftar Pengobatan Rumahan yang Aneh Tapi Efektif
Studi: Asma Tak Mudah Kambuh Jika Pasien Rajin Berjemur
Jakarta, Pepatah mengatakan bahwa di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Ternyata ungkapan ini bisa berlaku sebaliknya, di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat. Penelitian menunjukkan bahwa pikiran yang sehat dan penghargaan diri yang baik dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan.
Sebuah penelitian yang dilakukan pakar biologi University of Notre Dame menemukan bahwa babon jantan yang disegani lebih cepat pulih dari cedera dan lebih jarang sakit dibandingkan pejantan lain. Penelitian yang diterbitkan dalam Proceeding National Academy of Sciences ini memeriksa catatan kesehatan dari Proyek Penelitian Baboon Amboseli di Kenya.
Temuan menunjukkan bahwa babon 'kelas atas' atau yang disegani oleh babon lain lebih cepat pulih dari luka. Peneliti menyimpulkan bahwa kelas atau status sosial merupakan prediktor usia dan proses penyembuhan yang paling baik. Namun temuan ini sedikit mengherankan karena pejantan yang disegani juga memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Padahal stres diketahui berakibat buruk bagi sistem kekebalan tubuh.
"Pada penelitian terhadap manusia dan hewan, selalu ada perdebatan mengenai kebaikan atau keburukan stres karena tidak dapat diamati secara jelas. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa meskipun hewan mengalami stres, faktor-faktor lain yang berkaitan dengan status sosial bisa berfungsi melindungi pejantan dari efek negatif stres," kata peneliti, Beth Archie seperti dilansir Counselheal.com, Senin (28/5/2012).
Kesimpulan tersebut diambil setelah mengamati data penyakit dan cedera yang dialami para babon di Amboseli, Kenya selama 27 tahun. Peneliti mengamati bahwa perbedaan usia, kondisi fisik, stres, upaya reproduksi dan kadar testosteron mempengaruhi status sosial yang berhubungan dengan perbedaan sistem kekebalan tubuh.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa tingginya kadar testosteron dan upaya untuk bereproduksi secara intens dapat menekan fungsi kekebalan tubuh laki-laki. Namun penelitian baru ini justru menemukan sebaliknya.
Para peneliti menegaskan bahwa pejantan dengan status sosial yang rendah lebih banyak memiliki stres kronis, berusia tua dan buruk kondisi fisiknya sehingga dapat menekan fungsi kekebalan tubuh.
"Penelitian ini memperlihatkan pengaruh status sosial pada primata, termasuk manusia. Hasilnya dapat memberikan pemahaman lebih atas efek status sosial berkaitan dengan kematian dan penyakit, namun belum tentu dapat disamaratakan pada masyarakat secara keseluruhan," kata Carolyn Ehardt, direktur program antropologi biologis National Science Foundation (NSF) yang mendanai penelitian.
(pah/ir)
Sebuah penelitian yang dilakukan pakar biologi University of Notre Dame menemukan bahwa babon jantan yang disegani lebih cepat pulih dari cedera dan lebih jarang sakit dibandingkan pejantan lain. Penelitian yang diterbitkan dalam Proceeding National Academy of Sciences ini memeriksa catatan kesehatan dari Proyek Penelitian Baboon Amboseli di Kenya.
Temuan menunjukkan bahwa babon 'kelas atas' atau yang disegani oleh babon lain lebih cepat pulih dari luka. Peneliti menyimpulkan bahwa kelas atau status sosial merupakan prediktor usia dan proses penyembuhan yang paling baik. Namun temuan ini sedikit mengherankan karena pejantan yang disegani juga memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Padahal stres diketahui berakibat buruk bagi sistem kekebalan tubuh.
"Pada penelitian terhadap manusia dan hewan, selalu ada perdebatan mengenai kebaikan atau keburukan stres karena tidak dapat diamati secara jelas. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa meskipun hewan mengalami stres, faktor-faktor lain yang berkaitan dengan status sosial bisa berfungsi melindungi pejantan dari efek negatif stres," kata peneliti, Beth Archie seperti dilansir Counselheal.com, Senin (28/5/2012).
Kesimpulan tersebut diambil setelah mengamati data penyakit dan cedera yang dialami para babon di Amboseli, Kenya selama 27 tahun. Peneliti mengamati bahwa perbedaan usia, kondisi fisik, stres, upaya reproduksi dan kadar testosteron mempengaruhi status sosial yang berhubungan dengan perbedaan sistem kekebalan tubuh.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa tingginya kadar testosteron dan upaya untuk bereproduksi secara intens dapat menekan fungsi kekebalan tubuh laki-laki. Namun penelitian baru ini justru menemukan sebaliknya.
Para peneliti menegaskan bahwa pejantan dengan status sosial yang rendah lebih banyak memiliki stres kronis, berusia tua dan buruk kondisi fisiknya sehingga dapat menekan fungsi kekebalan tubuh.
"Penelitian ini memperlihatkan pengaruh status sosial pada primata, termasuk manusia. Hasilnya dapat memberikan pemahaman lebih atas efek status sosial berkaitan dengan kematian dan penyakit, namun belum tentu dapat disamaratakan pada masyarakat secara keseluruhan," kata Carolyn Ehardt, direktur program antropologi biologis National Science Foundation (NSF) yang mendanai penelitian.
(pah/ir)
Baca Juga
- Mucin, si Lendir yang Bikin Tubuh Kuat
- Lendir Ubur-ubur Juga Bisa Tingkatkan Sistem Imun
- Manfaat Alergi bagi Kesehatan yang Tidak Disadari
- David si 'Bubble Boy', Hidupnya yang Sebentar Buka Misteri SCID
- Cepat Sakit Karena Tak Punya Sistem Kekebalan Tubuh T-sel
- Orang dengan Status Sosial Tinggi Berperilaku Lebih Buruk
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Senin,20/05/2013 20:00 WIB
Tak Hanya Bakar Kalori, Berciuman Punya 7 Manfaat Lain
-
Senin,20/05/2013 19:30 WIB
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
-
Senin,20/05/2013 19:00 WIB
drg Zaura Jadi Dokter Gigi karena Tertarik pada Giginya Sendiri
-
Senin,20/05/2013 18:30 WIB
Sedikit-sedikit Depresi Bikin Wanita Makin Rentan Kena Stroke
-
Senin,20/05/2013 18:15 WIB
Makanan Apa Saja yang Bisa Menambah Cairan Sperma?
-
Senin,20/05/2013 18:04 WIB
Undang-undang Kesehatan Jiwa Dianggap Tak Waras?
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Senin, 20/05/2013 18:06 WIB
Makanan Apa Saja yang Bisa Menambah Cairan Sperma?
-
Senin, 20/05/2013 20:00 WIB
Tak Hanya Bakar Kalori, Berciuman Punya 7 Manfaat Lain
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 11:00 WIB
Laporan dari Singapura
Inilah 'Tulisan' yang Membuat Kening Dokter Berkerut
-
Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
-
Senin, 20/05/2013 19:30 WIB
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
-
Senin, 20/05/2013 17:26 WIB
Kisah Ibu dengan Anak yang Hanya Punya Otak Setengah
-
Senin, 20/05/2013 08:03 WIB
Penis Bengkak Setelah Diolesi Pelumas, Pria Ini Ajukan Gugatan
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 13:26 WIB
Akhirnya Bocah Ini Pulih Setelah Koma Akibat Tertabrak Mobil
-
Senin, 20/05/2013 12:00 WIB
Siapa Sangka 7 Hal Ini Bisa Bikin Gemuk
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

