detikhealth

Ulasan Khas

Cuma Perempuan-perempuan Ini yang Boleh Aborsi

Vera Farah Bararah - detikHealth
Rabu, 30/05/2012 10:42 WIB
Cuma Perempuan-perempuan Ini yang Boleh Aborsi(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Aborsi umumnya dilakukan secara ilegal karena hamil di luar nikah atau tidak menginginkan punya anak. Tapi perempuan dengan kondisi tertentu kadang diperbolehkan untuk melakukan aborsi.

"Sesuai Undang-undang kesehatan hanya secara medis atau ada kondisi medis tertentu saja yang boleh aborsi, selain itu tidak boleh," ujar dr R. Muharam, SpOG, dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, Rabu (30/5/2012).

dr Muharam menuturkan hal ini biasanya jika kehamilan yang terjadi dapat membahayakan kondisi sang ibu, misalnya ia memiliki penyakit jantung berat atau orang-orang yang memang tidak boleh hamil akibat penyakit tertentu atau penyakit yang bisa menyebabkan masalah kehamilan fatal.

Dalam hal ini aborsi dilakukan jika bisa membahayakan kondisi si ibu seperti menyebabkan kematian ibu sehingga janin dikorbankan, atau jika bayi yang dilahirkan akan menjadi cacat.

"Kalau penyakitnya ringan dan tidak berbahaya bagi si ibu dan juga janin, maka tidak boleh diaborsi," ujar dr Muharam yang berpraktek di Klinik Yasmin RSCM.

Selain itu sebelum memutuskan seorang ibu hamil boleh diaborsi atau tidak, perlu pemeriksaan dari beberapa disiplin ilmu, dan tidak bisa hanya diputuskan oleh 1 orang dokter saja.

"Kalau kita di RSCM melalui 1 tim yang terdiri dari dokter kebidanan, dokter jiwa, dokter jantung jika memiliki masalah jantung dan kepolisian, kita melakukan rapat tim jadi enggak boleh sendirian," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dr Med Damar Prasmusinto, SpOG bahwa keputusan yang diambil berdasarkan penilaian tim dokter, dan prosesnya tidak bisa hanya di dokter kebidanan saja.

"Kasusnya jarang, biasanya kalau ada kasus itu dibicarakan dengan beberapa dokter, dan nanti keputusannya tetap melalui tim dan bukan dari salah satu dokter saja," ujar Dr Damar.

Dr Damar menuturkan prinsip aborsi dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu dan untuk aborsi yang dilakukan karena faktor medis ini menggunakan obat atau teknik kuret.

Pasal 75 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan memberikan pengecualian terhadap larangan aborsi hanya dalam 2 kondisi berikut:

1. Indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan; atau

2. Kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan.

Selain itu, aborsi hanya dapat dilakukan sebelum kehamilan berumur 6 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir, kecuali dalam hal kedaruratan medis.

Aborsi juga hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat dari menteri kesehatan.


(ver/ir)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit