Doctor's Life
Dr Fajar Firsyada dan Misteri di dalam Perut
Senin, 04/06/2012 11:03 WIB
dr Fajar Firsayada (Foto: detikHealth)
Berita Lainnya
Dr Nani Hersunarti, SpJP, Sehat Lahir Batin Berkat Dansa
Dr Florence Manurung, Dokter 'Pencerah' Dunia Anak-anak
dr Susie Rendra, Dokter Kulit yang Sempat 'Terhadang' Kerusuhan 98
Dr Lie Dharmawan & Perjuangan Bangun RS Apung Swasta Pertama Indonesia
Suka-duka dr Bhimantoro, SpOG Merawat Belasan Anak Anjing
Jakarta, Gangguan pencernaan sering dialami akibat salah makan atau pola makan yang buruk. Namun berbagai penyakit pada perut tak kasat oleh mata sehingga sering dianggap sepele dan baru ketahuan setelah menjadi parah. Karena misterinya inilah dr Fajar tertarik mendalami penyakit yang ada di dalam perut dan sistem pencernaan.
"Waktu masuk S1 saya ambil spesialisasi bedah. Dalam penjurusannya, baru memilih bedah digestif karena menurut saya ilmunya luas dan tantangannya lebih besar. Kan kita tidak tahu apa saja yang ada di dalam perut. Nah, itu seninya. Penyakit lain yang kelihatan di luar gampang ketahuan, kalau di perut susah," kata dr Fajar Firsyada, SpB-KBD, spesialis bedah dan konsultan bedah digestif RS Kanker Dharmais saat diwawancarai detikHealth seperti ditulis, Senin (4/6/2012).
Dr Fajar mengaku tertarik menekuni bidang ini karena belum banyak dokter yang mau menyeriusi masalah perut. Sistem pencernaan manusia terdiri atas esofagus, lambung, duodenum, usus besar, anus, hati, limpa dan pankreas. Organ-organ ini memerlukan penanganan yang berbeda-beda dan memiliki masalah yang khas.
"Dokter yang menekuni bidang bedah digestif masih belum banyak, sedangkan organ perut itu banyak permasalahannya. Di dalam perut ada bermacam-macam organ dan memiliki penyakitnya masing-masing yang harus dieksplorasi," kata dr Fajar.
Dalam menjalani profesinya, dr Fajar selalu merasa senang apabila berhasil menemukan penyakit dalam stadium yang lebih awal. Penyakit yang berhasil dideteksi sejak dini tentunya lebih mungkin mendapat penanganan yang lebih efektif. Dalam hal ini, dr Fajar pernah punya pengalaman yang kurang mengenakkan.
"Saya pernah menangani pasien kanker hati yang terdeteksi pada tahap awal. Dia ngotot tidak mau berobat ke dokter dan lebih memilih ke orang pintar dan diberi macam-macam ramuan. Bukannya sembuh, malah jadi tambah parah. Ketika gejalanya memburuk baru dia datang ke saya dan harus dioperasi. Waktu dilihat, ternyata kankernya sudah pecah dan merembet ke mana-mana. Kita sudah susah menolongnya," kenang dr Fajar.
Tak hanya itu, dr Fajar melihat bahwa kasus kanker pencernaan yang dulu identik dengan kaum lansia kini juga mulai menjangkiti orang yang lebih muda. Contohnya, salah seorang pasiennya yang berusia 16 tahun sudah ada yang telah mengidap kanker usus.
"Kanker pada usia muda ini bisa disebabkan karena gen dan pola makan pada waktu kecil. Artinya, penyakit kanker bukan hanya punya orang tua, tapi pada orang dewasa muda juga kasusnya mulai banyak," kata dr Fajar.
Oleh karena itu, dr Fajar selalu mewanti-wanti untuk melakukan gaya hidup yang sehat dan menjaga pola makan. Dia juga menghimbau masyarakat agar berobat ke dokter jika mengalami gejala penyakit sejak dini sehingga mendapat pengobatan dengan segera. Sebelum menutup perbincangan, dr Fajar memberikan wejangan.
"Jangan pernah tinggalkan kami yang bekerja di profesi kesehatan. Pasien yang sakit sebaiknya berobat ke dokter, bukan ke orang pintar. Jumlah orang yang memilih berobat ke orang pintar cukup banyak, ada 40% lebih," pungkas dr Fajar.
Biodata
Nama : dr Fajar Firsyada, SpB-KBD
Lahir : Jakarta, 5 Oktober 1968
Pendidikan :
- Dokter Umum FKUI Jakarta, 1991
- Spesialis Bedah FKUI Jakarta, 2005
- Konsultan Bedah Digestif FKUI Jakarta, 2010
Pekerjaan :
RS Kanker Dharmais, RS Omni Pulo Mas, RS Omni Alam Sutera
Organisasi :
- Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
- Ikatan Ahli Bedah Digestif Indonesia (IABDI)
- Yayasan Kanker Indonesia (YKI)
(pah/ir)
"Waktu masuk S1 saya ambil spesialisasi bedah. Dalam penjurusannya, baru memilih bedah digestif karena menurut saya ilmunya luas dan tantangannya lebih besar. Kan kita tidak tahu apa saja yang ada di dalam perut. Nah, itu seninya. Penyakit lain yang kelihatan di luar gampang ketahuan, kalau di perut susah," kata dr Fajar Firsyada, SpB-KBD, spesialis bedah dan konsultan bedah digestif RS Kanker Dharmais saat diwawancarai detikHealth seperti ditulis, Senin (4/6/2012).
Dr Fajar mengaku tertarik menekuni bidang ini karena belum banyak dokter yang mau menyeriusi masalah perut. Sistem pencernaan manusia terdiri atas esofagus, lambung, duodenum, usus besar, anus, hati, limpa dan pankreas. Organ-organ ini memerlukan penanganan yang berbeda-beda dan memiliki masalah yang khas.
"Dokter yang menekuni bidang bedah digestif masih belum banyak, sedangkan organ perut itu banyak permasalahannya. Di dalam perut ada bermacam-macam organ dan memiliki penyakitnya masing-masing yang harus dieksplorasi," kata dr Fajar.
Dalam menjalani profesinya, dr Fajar selalu merasa senang apabila berhasil menemukan penyakit dalam stadium yang lebih awal. Penyakit yang berhasil dideteksi sejak dini tentunya lebih mungkin mendapat penanganan yang lebih efektif. Dalam hal ini, dr Fajar pernah punya pengalaman yang kurang mengenakkan.
"Saya pernah menangani pasien kanker hati yang terdeteksi pada tahap awal. Dia ngotot tidak mau berobat ke dokter dan lebih memilih ke orang pintar dan diberi macam-macam ramuan. Bukannya sembuh, malah jadi tambah parah. Ketika gejalanya memburuk baru dia datang ke saya dan harus dioperasi. Waktu dilihat, ternyata kankernya sudah pecah dan merembet ke mana-mana. Kita sudah susah menolongnya," kenang dr Fajar.
Tak hanya itu, dr Fajar melihat bahwa kasus kanker pencernaan yang dulu identik dengan kaum lansia kini juga mulai menjangkiti orang yang lebih muda. Contohnya, salah seorang pasiennya yang berusia 16 tahun sudah ada yang telah mengidap kanker usus.
"Kanker pada usia muda ini bisa disebabkan karena gen dan pola makan pada waktu kecil. Artinya, penyakit kanker bukan hanya punya orang tua, tapi pada orang dewasa muda juga kasusnya mulai banyak," kata dr Fajar.
Oleh karena itu, dr Fajar selalu mewanti-wanti untuk melakukan gaya hidup yang sehat dan menjaga pola makan. Dia juga menghimbau masyarakat agar berobat ke dokter jika mengalami gejala penyakit sejak dini sehingga mendapat pengobatan dengan segera. Sebelum menutup perbincangan, dr Fajar memberikan wejangan.
"Jangan pernah tinggalkan kami yang bekerja di profesi kesehatan. Pasien yang sakit sebaiknya berobat ke dokter, bukan ke orang pintar. Jumlah orang yang memilih berobat ke orang pintar cukup banyak, ada 40% lebih," pungkas dr Fajar.
Biodata
Nama : dr Fajar Firsyada, SpB-KBD
Lahir : Jakarta, 5 Oktober 1968
Pendidikan :
- Dokter Umum FKUI Jakarta, 1991
- Spesialis Bedah FKUI Jakarta, 2005
- Konsultan Bedah Digestif FKUI Jakarta, 2010
Pekerjaan :
RS Kanker Dharmais, RS Omni Pulo Mas, RS Omni Alam Sutera
Organisasi :
- Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
- Ikatan Ahli Bedah Digestif Indonesia (IABDI)
- Yayasan Kanker Indonesia (YKI)
(pah/ir)
Baca Juga
- dr Johnny Gosyanto yang Ingin Pasien Bahagia dengan Alat Vitalnya
- Prof Handono Kalim, si Pakar Rematik yang Nggak Tegaan Lihat Pasien Gawat
- dr Endang Kustiowati, Dokter Saraf yang Rela Dibayar dengan Pisang
- Welas Asih Prof Tuti Wahmurti untuk Jiwa-jiwa yang Sakit
- Dr Zakiudin, Dokter Anak yang Punya Jiwa Petani
- Menkes Endang: Pengangkatan dan Pengunduran Diri yang Tak Biasa
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,21/05/2013 15:02 WIB
Bayi Berisiko Meninggal di Atas Ranjang Jika Tidur Bareng Orang Tua
-
Selasa,21/05/2013 14:31 WIB
Inilah Daftar Perilaku Buruk Balita yang Harus Dihentikan
-
Selasa,21/05/2013 14:04 WIB
Tulang Kena Kanker, Rahang Wanita Ini Diganti Pakai 'Rantai Sepeda'
-
Selasa,21/05/2013 13:29 WIB
Musik Lembut Beri Pengaruh Positif Bagi Kesehatan Bayi Prematur
-
Selasa,21/05/2013 13:20 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa,21/05/2013 13:04 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Selasa, 21/05/2013 14:31 WIB
Inilah Daftar Perilaku Buruk Balita yang Harus Dihentikan
-
Selasa, 21/05/2013 13:56 WIB
Tulang Kena Kanker, Rahang Wanita Ini Diganti Pakai 'Rantai Sepeda'
-
Selasa, 21/05/2013 12:24 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa, 21/05/2013 13:09 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa, 21/05/2013 14:53 WIB
Bayi Berisiko Meninggal di Atas Ranjang Jika Tidur Bareng Orang Tua
-
Selasa, 21/05/2013 12:54 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 10:24 WIB
Pasien Kena Masalah Pencernaan, Dokter Resepkan Oral Seks
-
Selasa, 21/05/2013 11:01 WIB
Gosokkan Pepperoni ke Kemaluan di Toko Kelontong, Pria Ini Diamankan
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 15:24 WIB
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

