detikhealth

Doctor's Life

Dr Fajar Firsyada dan Misteri di dalam Perut

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 04/06/2012 11:03 WIB
Halaman 1 dari 2
dr Fajar Firsayada (Foto: detikHealth)
Jakarta, Gangguan pencernaan sering dialami akibat salah makan atau pola makan yang buruk. Namun berbagai penyakit pada perut tak kasat oleh mata sehingga sering dianggap sepele dan baru ketahuan setelah menjadi parah. Karena misterinya inilah dr Fajar tertarik mendalami penyakit yang ada di dalam perut dan sistem pencernaan.

"Waktu masuk S1 saya ambil spesialisasi bedah. Dalam penjurusannya, baru memilih bedah digestif karena menurut saya ilmunya luas dan tantangannya lebih besar. Kan kita tidak tahu apa saja yang ada di dalam perut. Nah, itu seninya. Penyakit lain yang kelihatan di luar gampang ketahuan, kalau di perut susah," kata dr Fajar Firsyada, SpB-KBD, spesialis bedah dan konsultan bedah digestif RS Kanker Dharmais saat diwawancarai detikHealth seperti ditulis, Senin (4/6/2012).

Dr Fajar mengaku tertarik menekuni bidang ini karena belum banyak dokter yang mau menyeriusi masalah perut. Sistem pencernaan manusia terdiri atas esofagus, lambung, duodenum, usus besar, anus, hati, limpa dan pankreas. Organ-organ ini memerlukan penanganan yang berbeda-beda dan memiliki masalah yang khas.

"Dokter yang menekuni bidang bedah digestif masih belum banyak, sedangkan organ perut itu banyak permasalahannya. Di dalam perut ada bermacam-macam organ dan memiliki penyakitnya masing-masing yang harus dieksplorasi," kata dr Fajar.

Dalam menjalani profesinya, dr Fajar selalu merasa senang apabila berhasil menemukan penyakit dalam stadium yang lebih awal. Penyakit yang berhasil dideteksi sejak dini tentunya lebih mungkin mendapat penanganan yang lebih efektif. Dalam hal ini, dr Fajar pernah punya pengalaman yang kurang mengenakkan.

"Saya pernah menangani pasien kanker hati yang terdeteksi pada tahap awal. Dia ngotot tidak mau berobat ke dokter dan lebih memilih ke orang pintar dan diberi macam-macam ramuan. Bukannya sembuh, malah jadi tambah parah. Ketika gejalanya memburuk baru dia datang ke saya dan harus dioperasi. Waktu dilihat, ternyata kankernya sudah pecah dan merembet ke mana-mana. Kita sudah susah menolongnya," kenang dr Fajar.

Tak hanya itu, dr Fajar melihat bahwa kasus kanker pencernaan yang dulu identik dengan kaum lansia kini juga mulai menjangkiti orang yang lebih muda. Contohnya, salah seorang pasiennya yang berusia 16 tahun sudah ada yang telah mengidap kanker usus.Next

Halaman 1 2
(pah/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit