detikhealth

Psikotes untuk Seleksi Masuk SD dan Dampaknya pada Anak

Kholis Abdurachim Audah PhD - detikHealth
Kamis, 07/06/2012 14:34 WIB
Halaman 1 dari 4
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Salah satu tujuan psikotest adalah untuk mengetahui berbagai potensi yang dimiliki oleh setiap individu yang tidak terobservasi secara langsung (Wikipedia). Psikotest dapat dilakukan pada berbagai tingkat usia, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Dengan diketahuinya potensi-potensi yang tersembunyi ini, diharapkan kepribadian atau kemampuan seseorang dapat disesuaikan dengan potensi-potensi yang dimiliki. Jika ada sifat-sifat atau hal-hal kurang baik yang bisa ditimbulkan, bisa dilakukan antisipasi sebelumnya, dengan demikian dapat dilakukan langkah-langkah pencegahan atau perbaikan yang diperlukan.

Pada perkembangannya, psikotest dilakukan untuk tujuan yang bermacam-macam, yang paling umum dilakukan di Indonesia adalah untuk seleski tenaga kerja, penentuan minat studi (khususnya untuk anak-anak Sekolah Menengah Atas, baik umum maupun kejuruan), bahkan sudah diterapkan untuk seleksi masuk sekolah dasar. Hal ini sah-sah saja dilakukan, karena setiap orang atau lembaga-lembaga baik pemerintahan maupun swasta memiliki kebijakan masing-masing.

Pertanyaannya, apakah cara seperti ini merupakan cara yang paling benar atau setidaknya efektif untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan atau lembaga atau sekolah? Hal ini tentu saja merupakan sesuatu yang masih bisa diperdebatkan. Mengapa hal ini masih merupakan sesuatu yang diperdebatkan? Karena kalau psikotest ini merupakan cara yang terbaik, tentu saja seluruh perusahaan atau lembaga di seluruh dunia, atau sebagian besar negara di dunia atau setidak-tidaknya di negara-negara maju yang menjadi acuan kemajuan dunia saat ini, pasti selalu menggunakan psikotest untuk berbagai kegiatan yang sudah disebutkan di atas.

Sebut saja salah satu contoh negara maju, misalkan Amerika Serikat (AS). Penulis tidak mengatakan bahwa di negara-negara maju tersebut tidak pernah diadakan psikotest, tetapi yang penulis ketahui, psikotest yang dilakukan tidak ditujukan seperti psikotest yang dilakukan di Indonesia. Sebagai contoh, psikotest pada anak dilakukan untuk mengetahui kelainan-kelainan yang dapat menggangu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Atau untuk mengetahui intelligence quotient (IQ) seseorang. Tetapi semua ini tidak ditujukan untuk menghalangi seseorang dari mendapatkan pendidikan. Justru dari hasil ini jika diketahui ada sesuatu yang istimewa pada diri seorang anak, maka si anak berhak mendapatkan perhatian khusus baik oleh orang tua maupun para pendidik di sekolah.

Sebagai seseorang pernah tinggal lama di AS dalam rangka menjalani pendidikan dan juga ketika masuk dunia kerja, penulis tidak pernah sekalipun menjalani psikotest baik ketika masuk sekolah, maupun ketika melamar pekerjaan. Test-test yang diperlukan adalah test-test yang langsung berkaitan dengan pendidikan atau bahasa sebagai alat, daftar riwayat hidup dan surat rekomendasi.

Daftar riwayat hidup (termasuk di dalamnya adalah prestasi di sekolah) bisa dijadikan sebagai bukti kinerja seseorang yang sudah ia capai selama ini. Sedangkan surat rekomendasi merupakan pengakuan atau penilaian orang lain terhadap bukan hanya hasil kerja tetapi juga kepribadian seseorang. Kedua hal ini, daftar riwayat hidup dan juga surat rekomendasi, merupakan bukti nyata yang menjelaskan banyak hal tentang potensi yang dimiliki oleh seseorang.

Bahkan dalam keadaan-keadaan tertentu, surat rekomendasi bisa memiliki kekuatan yang lebih besar dari test-test yang dilakukan atau bahkan riwayat hidup sekalipun. Karena walau bagaimanapun, test-test yang dilakukan pada saat-saat tertentu, sering kali dipengaruhi oleh kondisi atau psikologi seseorang pada saat itu. Sehingga tidak bisa dijadikan ukuran kemampuan atau potensi seseorang secara keseluruhan. Sedangkan daftar riwayat hidup dan surat rekomendasi merupakan bukti "performance" seseorang dalam jangka waktu yang cukup lama. Dari situ juga orang lain bisa menilai kekonsistenan seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Next

Halaman 1 2 3 4
(up/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit