Tes Sistem Imun untuk Tahu Risiko Kematian Dini
Jumat, 08/06/2012 17:00 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Sebagian besar kematian dini disebabkan oleh penyakit. Untuk itu penelitian terbaru mengembangkan tes mengukur sistem kekebalan tubuh yang bisa mengidentifikasi risiko kematian dini.
Para peneliti dari Mayo Clinic mengukur aktivitas sistem kekebalan tubuh melalui tes darah untuk mengetahui apakah seseorang berisiko mengalami kematian di usia dini.
Studi yang melibatkan 15.859 warga Minnesota yang berusia 50 tahun yang dipublikasikan dalam jurnal Mayo Clinic Proceedings menunjukkan hubungan tingkat tinggi dari free lights chain memicu kematian dini pada kelompok orang yang diketahui tidak memiliki gangguan darah.
"Normalnya light chains akan mengikat apa yang disebut dengan heavy chain untuk membentuk antibodi dan melawan infeksi," ujar Vincent Rajkumar, MD ahli hematologi di Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (8/6/2012).
Rajkumar menuturkan kehadiran rantai ringan yang tidak terikat atau bebas ini telah lama dikenal sebagai sinyal bahwa sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya, baik akibat adanya peradangan, infeksi atau keduanya.
Beberapa studi menunjukkan peningkatan rantai bebas ini telah diamati pada orang dengan disfungsi ginjal serta gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis dan penyakit lupus.
Untuk itu peneliti mengungkapkan tingginya kadar rantai bebas ini bisa menjadi penanda peradangan yang berhubungan dengan penyakit jantung, masalah kesehatan lain, atau kerusakan dari sistem kekebalan tubuh.
Meski begitu tes darah ini belum dibandingkan dengan tes lain yang bisa digunakan untuk mengukur fungsi sistem kekebalan tubuh atau tanda peradangan seperti tes C-reactive protein, sehingga tidak diketahui mana yang lebih efektif dalam menentukan risiko kematian dini.
(ver/ir)
Para peneliti dari Mayo Clinic mengukur aktivitas sistem kekebalan tubuh melalui tes darah untuk mengetahui apakah seseorang berisiko mengalami kematian di usia dini.
Studi yang melibatkan 15.859 warga Minnesota yang berusia 50 tahun yang dipublikasikan dalam jurnal Mayo Clinic Proceedings menunjukkan hubungan tingkat tinggi dari free lights chain memicu kematian dini pada kelompok orang yang diketahui tidak memiliki gangguan darah.
"Normalnya light chains akan mengikat apa yang disebut dengan heavy chain untuk membentuk antibodi dan melawan infeksi," ujar Vincent Rajkumar, MD ahli hematologi di Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (8/6/2012).
Rajkumar menuturkan kehadiran rantai ringan yang tidak terikat atau bebas ini telah lama dikenal sebagai sinyal bahwa sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya, baik akibat adanya peradangan, infeksi atau keduanya.
Beberapa studi menunjukkan peningkatan rantai bebas ini telah diamati pada orang dengan disfungsi ginjal serta gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis dan penyakit lupus.
Untuk itu peneliti mengungkapkan tingginya kadar rantai bebas ini bisa menjadi penanda peradangan yang berhubungan dengan penyakit jantung, masalah kesehatan lain, atau kerusakan dari sistem kekebalan tubuh.
Meski begitu tes darah ini belum dibandingkan dengan tes lain yang bisa digunakan untuk mengukur fungsi sistem kekebalan tubuh atau tanda peradangan seperti tes C-reactive protein, sehingga tidak diketahui mana yang lebih efektif dalam menentukan risiko kematian dini.
(ver/ir)
Baca Juga
- Angka Kematian Ibu di Indonesia Gagal Turun dalam 5 Tahun Terakhir
- Manfaat Alergi bagi Kesehatan yang Tidak Disadari
- Angka Kematian Ibu Masih Sulit Ditekan
- Kenaikan Suhu Musim Panas Turunkan Angka Harapan Hidup
- Kebanyakan Minum Obat Tidur Risikonya Kanker dan Mati Muda
- Kematian Ibu di Indonesia Lebih Tinggi dari Vietnam
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kamis,23/05/2013 19:02 WIB
Fokus Penuhi Keinginan Si Dia Bikin Anda Makin Bergairah Lho
-
Kamis,23/05/2013 18:33 WIB
Takut Dipakai Selingkuh, Viagra Buat Wanita Belum Boleh Dipasarkan
-
Kamis,23/05/2013 18:15 WIB
Normalkah Jika Suami Menuntut Berhubungan Seksual Setiap Hari?
-
Kamis,23/05/2013 18:05 WIB
Wah, Posisi Bercinta Bisa Menunjukkan Kepribadian Seseorang
-
Kamis,23/05/2013 17:32 WIB
Puncak Hari Lanjut Usia Nasional Diperingati pada 29 Mei 2013
-
Kamis,23/05/2013 17:00 WIB
Kemensos: Idealnya Lansia Tinggal Serumah dengan Anak Cucu
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Kamis, 23/05/2013 18:10 WIB
Normalkah Jika Suami Menuntut Berhubungan Seksual Setiap Hari?
-
Kamis, 23/05/2013 18:05 WIB
Wah, Posisi Bercinta Bisa Menunjukkan Kepribadian Seseorang
-
Kamis, 23/05/2013 18:33 WIB
Takut Dipakai Selingkuh, Viagra Buat Wanita Belum Boleh Dipasarkan
-
Kamis, 23/05/2013 16:01 WIB
Wanita Lebih Pilih Makan Keju daripada Seks Oral
-
Kamis, 23/05/2013 19:02 WIB
Fokus Penuhi Keinginan Si Dia Bikin Anda Makin Bergairah Lho
-
Kamis, 23/05/2013 17:00 WIB
Kemensos: Idealnya Lansia Tinggal Serumah dengan Anak Cucu
-
Kamis, 23/05/2013 15:38 WIB
Mau Cari Apartemen? Tinggal di Lantai 8 ke Atas Lebih Panjang Umur
-
Kamis, 23/05/2013 16:35 WIB
Studi: Virus Flu Dipastikan Makin Aktif Saat Suhu Makin Rendah
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Kamis, 23/05/2013 09:20 WIB
Ini Museum-museum Medis Paling Aneh Sedunia
-
Kamis, 23/05/2013 08:58 WIB
Ibu Hamil Harus Banyak Makan Yodium Jika Ingin Anaknya Ber-IQ Tinggi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

