detikhealth

Selalu Bangun Kepagian Juga Termasuk Insomnia

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 18/06/2012 07:01 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Insomnia hampir identik dengan susah tidur, khususnya di malam hari. Padahal ada beberapa jenis insomnia, salah satunya adalah terminal insomnia yang salah satu cirinya adalah selalu bangun kepagian bahkan sebelum alarm jam menyala.

Menurut survei dari Natural Sleep Foundation, 50 persen perempuan dewasa usia 30-60 tahun mengalami insomnia. Biasanya orang yang masih kategori ini identik dengan susah tidur di malam hari, karena butuh waktu lebih lama dari berbaring hingga benar-benar terlelap.

Padahal di dunia medis, sedikitnya insomnia dibedakan menjadi 3 bagian berdasarkan waktu munculnya gangguan. Susah terlelap disebut initial insomnia, tidak bisa nyenyak atau disebut middle insomnia dan yang terkahir selalu bangun kepagian atau terminal insomnia.

Bagi penderita terminal insomnia, alarm ponsel atau jam beker jadi tidak berguna karena sudah bangun ketika peralatan-peralatan itu belum menyala. Yang menarik adalah, penderita terminal insomnia biasanya tidak memiliki masalah untuk jatuh tertidur di malam harinya.

Dalam kondisi seperti ini, bangun terlalu pagi hanya akan membuat tubuh merasa letih sepanjang hari karena kurang tidur. Berbeda dengan bangun pagi yang memang direncanakan, sebab biasanya pada malam sebelumnya sudah dipersiapkan untuk tidur lebih awal.

Penyebab pasti dari terminal insomnia hingga kini tidak banyak diketahui. Namun beberapa hal yang erat kaitannya dengan gangguan pola tidur di pagi hari adalah kelelahan fisik, atau masalah-masalah lain yang bersifat emosional seperti marah, depresi atau frustrasi.

Cara mengatasi gangguan ini adalah dengan mengidentifikasi penyebabnya, lalu dicari pemecahannya. Pada kondisi tertentu jika memang diperlukan, seperti dikutip dari Buzzle, Senin (18/6/2012), dokter bisa memberikan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan.



(up/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit