detikhealth
Konsultasi Psikoseksual
Zoya Amirin, M.Psi

Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual berlatar belakang psikologi. Ketua Komunitas Studi Perilaku Seksual, anggota Asosiasi Seksologi Indonesia. Pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, UI.

Kenapa Perasaan Cinta Ini Tak Hanya Pada Satu Wanita?

Irna Gustia - detikHealth
Rabu, 20/06/2012 16:46 WIB
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta,

Saya bingung dengan diri saya sendiri, masih normalkah saya? Saya bujangan sampai sekarang belum memiliki pacar. Dulu sekitar 10 tahun yang lalu saya mempunyai seorang pacar, kami jalan 5 tahun tapi akhirnya putus karena keadaan.

Selama 4 tahun saya tidak pernah kontak lagi dengan mantan saya. Setahun terakhir ini akhirnya saya kembali menjalin kontak lagi dengan mantan saya. Sebelumnya saya tidak kontak lagi karena berharap sang mantan bisa hidup tenang dan bahagia tanpa harus memikirkan saya.
 
Tapi keadaan tidak sesuai harapan saya. Dulu sekitar 3 tahun lalu saya pernah dengar dia telah bertunangan tapi sampai sekarang belum nikah juga. Saya terbebani dengan hidupnya dia. Selama dia belum menikah saya merasa tidak nyaman kalau harus menikah lebih dahulu.

Akhir-akhir ini saya sms, saya telepon tidak pernah dibalas. Padahal dalam sms saya saya bilang 'cukup kamu bilang kamu tidak mau diganggu, saya tidak akan sms kamu lagi' tapi tetap juga tidak dibalas.
 
Yang jadi masalah dulu saya merasa kalau perasaan cinta yang saya miliki hanya cukup untuk satu orang saja tapi sekarang saya bingung akhir-akhir ini yang saya rasakan perasaan cinta yang sama yang saya rasakan ke mantan dulu bisa ada untuk beberapa orang wanita.

Dari fasilitas sosial networking yang ditawarkan di dunia maya saya mempunyai sekitar 1000-an teman wanita tapi ada beberapa wanita yang saya merasakan cinta untuk mereka dan mereka juga merasakan hal yang sama padahal beberapa wanita ada yang telah berumah tangga ada yang sudah 40 tahun, 30 tahun dan juga ada beberapa yang masih single.
 
Awalnya cuma saling kenal terus curhat-curhatan lalu berlanjut ke hubungan perasaan. Yang saya yakin saya punya perasaan cinta yang sama ke wanita-wanita tersebut seperti ke mantan dulu karena seperti ada kontak batin antara saya dengan mereka. Kalau mereka ada kesulitan entah itu dalam rumuh tangga atau dalam perkerjaan mereka saya bisa merasakaanya. Biasanya kalau saya tanya baru mereka mengaku.
 
Saya juga tipe maniak dalam urusan ranjang, dulu sama mantan kalau melakukannya bisa sehari semalam, istrahat paling buat makan atau mandi saja. Bahkan dalam aktivitas tersebut masih juga sempat-sempatnya melakukan hubungan badan. Sekarang sudah sekitar 4 atau 5 tahunan ini saya tidak melakukan hubungan badan lagi, paling kalau lagi tinggi saya onani tapi sekitar setahun ini saya sudah tidak onani lagi paling kalau lagi ingin di bawah ke dalam mimpi saja.
 
Dulu saya merasa hubungan badan bisa saya lakukan hanya dengan satu orang saja tapi sekarang pada wanita-wanita tersebut saya juga merasakan keinginan untuk berhubungan badan. Dulu saya tipe monogami tapi kok sekarang saya merasa mampu berpoligami? Semoga Ibu bisa memberikan jawaban yang memuaskan untuk masalah saya ini. Terimakasih sebelumnya saya ucapkan.

Lonely (Pria Lajang, 30 tahun), angelXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 166 cm dan Berat Badan 59 kg
 
Jawaban

Saudara Lonely, jangan Anda melibatkan diri Anda pada hubungan-hubungan yang kompleks seperti jangan cari gara-gara dengan mereka yang sudah memiliki pasangan baik pacaran maupun menikah.

Yang membuat Anda menjadi bingung sendiri adalah karena Anda sering nampaknya tidak memilih pilihan yang konsekuensinya Anda sanggup tanggung. Anda mencari hubungan dengan siapa saja yang bersedia secara seksual tapi Anda sendiri nampaknya belum paham tipe seperti apa sih wanita yang Anda inginkan dan sukai.
 
Saran saya tolonglah buat list dulu, pikirkan baik-baik. Jangan berhubungan atau tebar pesona dulu dengan perempuan-perempuan, coba Anda duduk tenang lalu pikirkan apa sebenarnya yang bisa membuat Anda bahagia.

Wanita seperti apa dan perasaan seperti apa yang Anda yakini secara konkret bisa membuat Anda bahagia, nyaman dan produktif sebagai manusia. Dari hasil perenungan Anda itulah baru ketika Anda berelasi di luar sana, berinteraksi dan ber-networking, carilah wanita yang bisa membuat Anda merasakan apa yang Anda tuliskan tersebut. Dari situ barulah Anda bina dengan satu orang saja.
 
Kenapa saya tidak menyarankan Anda berpoligami walaupun nampaknya Anda mampu, karena Anda merasa Anda punya nafsu seks yang cukup besar, mungkin Anda juga mampu membiayai atau merasa mampu adil dan sebagainya. Memang bukan cuma Anda saja, semua orang mampu mencintai dua atau tiga orang bahkan lebih pada waktu yang bersamaan, kadarnya saja berbeda-beda.
 
Tetapi pada intinya apa sih yang membuat Anda bahagia, pertanyaan itulah terlebih dahulu yang harus Anda jawab sebelum Anda memutuskan untuk berpoligami atau tidak. Saya menyerahkan keputusan ini pada Anda, karena saya yakin setiap manusia harus tahu apa yang membuat dia bahagia dan bagaimana mendapatkan kebahagiaan itu sendiri.
 
Jadi stop and think, cobalah berhenti dulu ambil waktu untuk merenung, pikirkan apa yang Anda inginkan dan raih yang Anda inginkan sehingga Anda bisa jadi manusia yang lebih produktif dan bahagia seutuhnya. Terimakasih.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.





(ir/mer)

Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit