detikhealth

Susu Pertumbuhan

Inovasi Baru Isomaltulosa Frisian Flag untuk Anak Indonesia

Advertorial - detikHealth
Kamis, 21/06/2012 17:55 WIB
Inovasi Baru Isomaltulosa Frisian Flag untuk Anak IndonesiaFrisian Flag untuk Anak Indonesia
Jakarta, Tanggung jawab orang tua tidak hanya memperhatikan proses tumbuh kembang anak-anaknya secara fisik saja, tetap juga secara psikologis dan kognitif. Kecerdasan anak juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Menurut pakar pendidikan dari Amerika Serikat, Thomas Amstrong, setiap anak dilahirkan dengan potensi yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Sifat yang dibawa, antara lain keingintahuan, daya eskplorasi terhadap lingkungan, spontanitas, vitalitas, dan fleksibilitas.

Dengan stimulasi dan nutrisi yang baik, kecerdasan anak bisa meningkat dengan baik, demikian pula sebaliknya. Kualitas kecerdasan anak juga bisa rusak akibat faktor-faktor tertentu, seperti kekurangan nutrisi dan stimulasi yang buruk.

Selain bawaan dari lahir, kecerdasan anak juga dipengaruhi oleh energi otak yang dapat menunjang daya konsentrasi anak.

Rata-rata berat otak anak usia 1-6 tahun kurang dari 10 persen dari berat tubuhnya. Namun, kebutuhan energinya melebihi 40 persen dari total energi tubuhnya. Atau, otak anak membutuhkan energi 200 persen lebih banyak dibandingkan orang dewasa.

Bahkan, ketika tubuh tidur atau beristirahat, otak sebenarnya tetap aktif bekerja sehingga otak tetap membutuhkan asupan energi dalam jumlah yang optimal.

Minimnya persediaan energi akan mengurangi daya konsentrasi anak. Namun, otak memiliki penyimpanan energi yang terbatas. Beruntungnya, kini telah ditemukan solusi yang dapat memberikan energi lebih tahan lama untuk otak anak.

Berdasarkan temuan riset terbaru, pemberian makanan anak yang diperkaya isomaltulosa dapat meningkatkan kinerja kognitif anak dan pemenuhan energi otak.

Studi ini dilakukan oleh pada akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yaitu spesialis anak Dr. dr. Rini Sekartini, SpA, spesialis jiwa anak Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ, dan spesialis gizi medik Dr. dr. Saptawati Bardosono, Msc, yang bekerja sama dengan Senior Scientist Nutrition FrieslandCampina (induk perusahaan Frisian Flag Indonesia) Innovations International, Anne Schaafsma.

Berdasarkan hasil riset ini, selain mampu memberikan energi lebih lama kepada otak, isomaltulosa juga dapat meningkatkan tingkat perhatian pada otak, perhatian berkelanjutan, dan pengenalan gambar. Selain itu, meningkatkan kecepatan pemahaman angka dan dalam memilih, kualitas memori, serta kecepatan ingatan.

Isomaltulosa adalah karbohidrat unik yang dapat menghasilkan glukosa dan memberikan energi lebih lama dibandingkan sukrosa. Jika kandungan energi dalam otak mencukupi, anak-anak dapat belajar dan berkonsentrasi lebih optimal.

Isomaltulosa juga dapat mempertahankan kadar gula darah tetap stabil. Meskipun memberikan energi lebih lama, isomaltulosa tidak akan memicu obesitas (kegemukan). Hal ini dikarenakan isomaltulosa memiliki indeks glikemik (kecepatan penyerapan) yang rendah.

Isomaltulosa juga memiliki kekebalan untuk dihancurkan oleh bakteri mulut sehingga tidak membawa keasaman dalam mulut yang menyebabkan kerusakan gigi.

Kandungan isomaltulosa dapat diperoleh dari madu dan gula tebu. Akan tetapi, anak juga tetap membutuhkan nutrisi lainnya, seperti lemak omega-3, 6, dan 9, serta mineral.

Karena itulah, susu Frisian Flag 123 dan 456 yang diperkaya dengan isomaltulosa merupakan pilihan terbaik untuk mendampingi dan melengkapi proses tumbuh kembang anak karena mengandung nutrisi yang sangat lengkap yang dibutuhkan anak-anak Indonesia.





(ir/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit