detikhealth

TKI Masih Boleh ke Luar Negeri Kalau Cuma Gangguan Jiwa Ringan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 22/06/2012 16:46 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri sering dipulangkan karena stres. Kementerian Kesehatan telah mensyaratkan skrining kesehatan jiwa, namun tidak semua jenis gangguan jiwa jadi penghalang seseorang untuk jadi TKI.

Untuk calon TKI gangguan-gangguan yang bersifat ringan atau sedang, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan terapi dan pemantauan selama kurang lebih 3 bulan. Jika ada kemajuan, maka yang bersangkutan masih punya peluang untuk diberangkatkan.

"Kalau dites lagi ada peningkatan, masih mungkin. Itu berarti pemahaman terhadap dirinya, insight atau kemampuan untuk menghadapi situasi yang unpredictable (tidak bisa ditebak) itu sudah lebih baik," kata Dr Diah Setia Utami, SpKJ, MARS, Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes dalam konferensi pers di Kemenkes, Jumat (22/6/2012).

Namun Dr Diah mengatakan, seseorang tidak akan diberangkatkan menjadi TKI di luar negeri apabila hasil tes menunjukkan adanya faktor risiko gangguan jiwa yang berat atau serius. Salah satu faktor risiko yang sangat berpengaruh adalah genetik, yang pengaruhnya dikatakan sampai 90 persen.

Adanya faktor risiko tersebut biasanya akan ketahuan dari hasil tes atau skrining kesehatan jiwa baik dengan wawancara maupun instrumen potensi gangguan jiwa. Kalau hasilnya menunjukkan ada kecenderungan gangguan jiwa berat seperti psikotik dan paranoid, maka izin untuk menjadi TKI tidak akan dikeluarkan.

"Kadang-kadang kita tidak tahu ada riwayat pada turunan ke berapa. Memang bisa dilihat dari hasil tes, ada yang beda cuma belum tentu full blown (muncul) dan mungkin baru muncul pada keturunan kedua atau ketiga," jelas Dr Diah.

Skrining kesehatan jiwa bagi calon TKI tidak dibiayai negara, melainkan dengan biaya sendiri atau dibiayai Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Pemerintah melalui Kemenkes hanya membiayai terkait gangguan kejiwaan yang muncul setelah jadi TKI, termasuk kalau dipulangkan dari negara tujuan.


(up/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit