detikhealth
Konsultasi Gizi
Leona Victoria Djajadi (Nutrisionis)

Leona Victoria Djajadi, Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) yang bersekolah di program nutrisi University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.

Badan Melar Lagi Setelah Berhenti Diet, Harus Bagaimana?

Irna Gustia - detikHealth
Senin, 25/06/2012 12:47 WIB
Badan Melar Lagi Setelah Berhenti Diet, Harus Bagaimana?ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Saya sudah melakukan diet dua kali dengan program diet yang berbeda. Diet pertama saya menggunakan cara diet di buku dengan penurunan berat badan 2 kg selama 1 bulan.

Yang kedua saya menggunakan cara diet dari saran saudara dengan memakan semua makanan tanpa digoreng dan tanpa garam, dalam 1 minggu saya turun 5 kg.

Tapi lama-kelamaan saya mulai jenuh dengan diet tersebut dan saya berhenti melakukan diet, selama diet berat badan saya bisa mencapai 72 kg. Penumpukan lemak saya ada pada paha, paha saya besar.

Setelah tidak melakukan diet, tubuh saya kembali gemuk kembali.

Pertanyaan saya:
1. Bagaimanakah cara diet sehat dan tolong berikan menu-menu diet yang dapat dikonsumsi?

2. Kalau melakukan diet dengan cara meggunakan obat-obatan atau dengan menggunakan produk pelangsing dampak yang didapat bagaimana? Mohon dijawab pertanyaan saya. Terimakasih

Nia (Perempuan Lajang, 20 Tahun), nia.XXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 167 Cm dan Berat Badan 77 Kg

Jawaban

Halo Nia,

Pada intinya kamu harus mengurangi pasokan kalori untuk berdiet. Cara memasak yang tidak menggoreng dan tidak menggunakan garam merupakan cara pengolahan makanan yang paling baik karena secara langsung mengurangi konsumsi minyak (untuk menggoreng), lemak jenuh dan trans fat.

Mengurangi garam juga sangat baik karena garam menyerap dan mengikat air di dalam tubuh sehingga cairan yang kamu konsumsi tidak dapat digunakan untuk keperluan lain dan tidak dapat 'membilas' aliran darah kamu, juga menaikkan risiko darah tinggi.

Menurut penelitian, pengurangan berat badan yang sehat dan dampak jangka panjangnya baik adalah 0,5 – 2 kg/minggu sehingga tidak menjadi 'yo-yo diet'.

Menurut pendapat saya kedua cara diet yang kamu ikuti sudah baik karena berhasil. Tapi yang menjadi masalah kemudian adalah konsistensi dan komitmen kamu untuk meneruskan diet tersebut.

Saran saya untuk melakukan kombinasi kedua diet tersebut atau pilih salah satu dan komit untuk melakukannya setiap hari, 6 hari/minggu. Pilih 1 hari dalam seminggu di mana kamu bisa makan lebih bebas. Jangan sampai kamu merasa terkekang karena hal itu dapat membuat kamu bosan, malas bahkan benci berdiet.

Saya sangat tidak menyarankan diet dengan obat-obatan karena obat biasanya mempunyai efek buruk pada ginjal dan hati juga dapat mempengaruhi hormone. Jika kamu mempunyai kemampuan financial, kamu dapat mencoba produk susu pelangsing (meal replacement) dan gunakan sesuai anjuran.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.


(ir/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit