detikhealth

Ulasan Khas

Pengobatan Medis yang Standar dan Moderen untuk Kanker

Rahma Lillahi S,Putro Agus H - detikHealth
Rabu, 27/06/2012 15:37 WIB
Pengobatan Medis yang Standar dan Moderen untuk Kankerilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Berbagai teknik pengobatan kanker sudah ditemukan oleh para ilmuwan. Jenis pengobatan yang diberikan disesuaikan dengan jenis kanker yang dimiliki pasien dan tingkat keparahan kanker. Umumnya, dokter tidak hanya memberikan satu jenis pengobatan saja, melainkan mengkombinasikan beberapa teknik pengobatan demi kesembuhan dan perbaikan kondisi pasien.

"Pengobatan kanker pada saat ini memang belum mencapai pada tahap yang memuaskan. Pengobatan-pengobatan kanker yang ada juga terkadang menyebabkan kerusakan atau gangguan hormon sehingga bisa menyebabkan pasien meninggal, kita tidak bisa tutup mata akan hal itu. Namun berbagai cara tetap diupayakan agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien," kata Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais seperti dituturkan kepada detikHealth, Rabu (27/6/2012).

Secara umum, beberapa metode pengobatan untuk mengatasi kanker adalah sebagai berikut:

1. Operasi
Cara paling klasik untuk mengatasi kanker adalah dengan operasi, yaitu mengambil semua jaringan yang sifatnya ganas dari lingkungan yang sifatnya normal. Tindakan ini hanya dapat dilakukan pada kanker tertentu yang terlokalisasi di satu tempat dan belum menyebar.

Operasi juga dapat dilakukan untuk mengontrol gejala kanker. Misalnya pada kasus kanker usus besar di mana tumor tidak selalu dapat diangkat, dokter harus melakukan operasi untuk membuat saluran di usus agar cairan atau kotoran bisa keluar.

2. Radiasi
Radiasi dilakukan dengan cara menyinari tempat tertentu yang banyak mengandung sel kanker dengan radiasi sinar-X, sinar gamma atau elektron khusus. Pengobatan yang ini sifatnya lokal dan sulit diterapkan pada kanker yang sudah mengalami metastasis atau penyebaran. Radiasi juga hanya bisa dilakukan dalam paket-paket kecil sebab jika langsung diberikan dalam jumlah banyak dapat merusak sel-sel yang masih sehat di sekitarnya.

3. Kemoterapi
Kemoterapi diberikan untuk mengobati kanker yang sudah menjalar dan membantu terapi radiasi. Banyak dokter bisa melakukan kemoterapi, tapi yang paling penting adalah menangani pasien pasca kemoterapi. Setelah menjalani kemoterapi, pasien banyak mengalami efek samping yang sulit dikendalikan. Misalnya mual-mual, rambut rontok dan diare.

Hampir semua kanker bisa diberikan kemoterapi, tetapi responnya berbeda-beda. Kemoterapi paling banyak biasanya digunakan untuk mengobati kanker payudara, usus, nasofaring dan paru. Pada kanker jaringan ikat, kemoterapi tak banyak membantu dan harus dibantu dengan radiasi.

4. Terapi target
Terapi target pada umumnya menggunakan obat yang disebut 'monoklonal antibodi', yaitu protein yang hanya mengenali sel kanker. Tujuannya untuk menghalangi komunkasi antar sel kanker. Biasanya terapi ini diberikan bersama dengan kemoterapi sehingga dapat meningkatkan efektivitas kemoterapi.

Contoh obat terapi target adalah:
- Trastuzumab, bisanya digunakan untuk mengobati kanker payudara. Penggunaannya dikombinasikan dengan kemoterapi

- Rituximab, umumnya digunakan untuk mengobati kanker getah bening

- Nimotuzumab, untuk mengobati kanker mulut rahim dan nasofaring

- Befacizumab, sering digunakan untuk mengobati kanker payudara yang sudah menyebar atau metastasis.

- Gefitinib dan Erlotinib digunakan untuk mengobati kanker paru

- Lapatinib digunakan untuk mencegah terbentuknya pembuluh darah yang menyokong sel-sel kanker. Bisanya digunakan pada kanker payudara

5. Imunologi
Terapi kanker ini berlandaskan pada fungsi sistem imun untuk mengenali dan menghancurkan sel yang berubah sifat sebelum sel tumbuh menjadi tumor serta membunuh sel tumor yang telah terbentuk. Prinsipnya adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh pasien.

Metode ini dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek psikis pasien kanker. Beberapa jurnal menyatakan bahwa pasien kanker yang depresi lebih sulit bertahan hidup dibandingkan yang tidak depresi. Tubuh memproduksi sitokinin yang menghasilkan antibodi. Sayangnya, sitokinin ini juga bisa merusak fungsi tubuh dengan cara mengeluarkan senyawa yang memicu mutasi sel kanker.

Pada pasien kanker paru yang biasanya baru terdeteksi pada stadium lanjut, mereka umumnya kemudian manjadi patah arang. Akibat depresi dan stres, kemungkinan bertahan hidupnya bisa menurun sampai 20%.

6. Terapi hormon
Terapi hormon juga seringkali dilakukan untuk mengatasi kanker payudara dan kanker prostat. Hormon estrogen dapat mendukung pertumbuhan kanker payudara, sedangkan hormon testosteron dapat merangsang perkembangan kanker prostat. Obat-obatan yang menekan produksi estrogen dan testosteron digunakan untuk memperlambat pertumbuhan kanker.

7. Cryosurgery
Cryosurgery merupakan salah satu teknik pengobatan kanker menggunakan nitrogen cair atau gas argon untuk membekukan dan membunuh sel atau jaringan abnormal. Teknik ini juga digunakan untuk mengobati tumor eksternal seperti yang ada pada kulit. Biasanya nitrogen cair diaplikasikan secara langsung ke sel-sel kanker dengan kapas atau menggunakan alat penyemprot.

Untuk tumor internal atau tumor di dalam tulang, nitrogen cair atau gas argon disirkulasikan lewat alat yang disebut cryoprobe. Dokter menggunakan MRI atau ultrasound untuk memandu cyroprobe dan memonitor pembekuan sel-sel kanker serta meminimalisir kerusakan jaringan sehat di sekitarnya.

8. Hyperthermia, thermal therapy atau thermotherapy
Yaitu metode pengobatan kanker dengan menggunakan suhu tinggi (lebih dari 113 derajat Fahrenheit atau 45 derajat Celcius) yang dipaparkan ke jaringan tubuh yang terkena kanker.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa suhu tinggi dapat merusak dan membunuh sel-sel kanker namun hanya sedikit mencederai jaringan normal di sekitarnya. Hyperthermia biasanya dikombinasikan dengan radioterapi dan kemoterapi.

Hyperthermia diberikan dengan menggunakan listrik, gelombang elektromagnetik atau radiasi gelombang mikro untuk meningkatkan temperatur pada titik jaringan yang terserang kanker pada tubuh.

9. Terapi Laser
Yaitu Metode pengobatan kanker dengan menggunakan sinar laser yang tinggi intensitasnya untuk menyusutkan atau menghancurkan tumor. Laser paling banyak dimanfaatkan untuk mengatasi kanker superfisial, yaitu kanker yang ada di permukaan tubuh seperti kanker kulit dan kanker lapisan organ internal pada stadium awal seperti kanker serviks, penis, vagina, vulva dan paru-paru.

Terapi laser dapat digunakan sendiri, tapi sering juga dikombinasikan dengan pengobatan lainnya seperti operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi.
 
 
 
 
(pah/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit