detikhealth

Ini Penyebab Remaja Berteriak Histeris Saat Melihat Idolanya

Vera Farah Bararah - detikHealth
Kamis, 28/06/2012 08:56 WIB
Ini Penyebab Remaja Berteriak Histeris Saat Melihat Idolanyailustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Bukan hal yang baru jika seorang fans bisa teriak histeris bahkan sampai menangis saat melihat idolanya. Kini para ahli saraf dapat menjelaskan bagaimana kondisi tersebut bisa terjadi.

Ternyata semua karena hormon dopamin. Saat mendengarkan musik favorit bisa merangsang pelepasan dopamin. Dopamin yang keluar inilah yang membuat seseorang merasa senang yang berlebihan, sehingga tak jarang membuat orang berteriak histeris bahkan sampai menangis saat melihat idolanya.

Kondisi ini terutama mepengaruhi anak perempuan yang masih praremaja atau remaja yang meliputi gejala berteriak tidak terkendali, lemas, menangis dan menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer.

Para ilmuwan saraf kini mulai memahami bagaimana fenomena seperti Bieber Fever bisa mengintai para remaja khususnya perempuan. Hal ini juga bisa terjadi pada artis lain seperti The Beatles, Elvis atau Backstreet Boys.

"Mendengarkan musik favorit bisa merangsang pelepasan dopamin, yaitu suatu neurotransmitter yang terlibat dalam proses kesenangan dan kecanduan, sama seperti halnya ketika orang makan cokelat atau menang pertandingan," ujar ahli saraf Dr Daniel Levitin dari McGill University di Montreal, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (28/6/2012).

Dopamin yang dilepaskan tubuh bisa membuat seseorang merasa senang yang berlebihan, sehingga tak jarang membuat orang berteriak histeris bahkan sampai menangis yang sering disebut dengan tangisan bahagia karena berhasil bertemu dengan idolanya.

Pada remaja biasanya terjadi fluktuasi hormon di dalam tubuhnya sehingga tak jarang emosi yang ditimbulkannya lebih meluap-luap ketimbang orang yang sudah dewasa, karena itu remaja akan memberikan reaksi berlebihan saat bertemu idolanya.

Sementara itu umumnya industri musik memberikan fantasi yang lebih pada anak perempuan misalnya dengan mempromosikan bintangnya secara manis, terlihat sangat tampan atau justru berwajah imut yang membuat perempuan semakin tergila-gila.

Anak laki-laki sebenarnya juga bisa mengembangkan selera musik, tapi remaja perempuan jauh lebih mungkin untuk tergila-gila dengan ideolanya. Hal ini karena mereka sadar akan perasaan romantis dan seksual yang bisa memabukkan.

Sedangkan anak laki-laki lebih cenderung mengikuti perkembangan atlet favoritnya dan tidak ingin melewatkan pertandingan yang dimainkan si atlet serta hingga meniru gayanya yang kadang sampai terbawa hingga dewasa.

Meski begitu para ahli mulai merasa khawatir dengan penggemar yang terlalu histeris dan emosional ini bisa membuatnya jadi penguntit. Serta bisa mengabaikan pekerjaan sekolahnya serta kehidupan sosial karena bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer.

"Perilaku semacam ini adalah tidak sehat, karena tidak ada sedikit pun tahapan perkembangan normal atau yang sehat dari Bieber fever dan ekstremisme remaja lainnya," ujar psikolog Robert Epstein penulis buku 'Teen 2.0: Saving Our Children and Families from the Torment of Adolescence'.





(ver/ir)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit