Orang yang Nafsu Makannya Rendah Lebih Berisiko Kecanduan Obat
Kamis, 28/06/2012 18:26 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Banyak orang yang menyamakan makan berlebihan seperti halnya orang kecanduan obat terlarang karena saking sulitnya mengontrol keinginan makan. Namun penelitian menemukan kebalikannya. Orang yang memiliki nafsu makan rendah ternyata lebih sulit mengontrol keinginan untuk mendapat kesenangan dari hal lain selain makanan, misalnya kokain.
Pada mulanya para peneliti di Yale School of Medicine ingin melakukan penelitian yang mencoba mencari hubungan antara makan berlebihan dan kecanduan kokain. Tapi kesimpulan penelitian yang diperoleh ternyata berbeda jauh di luar perkiraan.
Dalam jurnal Nature Neuroscience, penelitian yang dipimpin oleh Marcelo O. Dietrich ini membagi tikus menjadi dua kelompok. Pada kelompok pertama, peneliti mematikan saraf tikus yang berfungsi mengontrol rasa lapar pada bagian hipotalamus. Pada kelompok kedua, saraf yang mendorong rasa lapar yang dimatikan. Saraf tersebut dimatikan dengan dengan racun difteri.
Para peneliti kemudian mengamati reaksi tikus terhadap pengalaman baru, kecemasan dan kokain. Awalnya para peneliti memperkirakan bahwa makanan akan menyerupai efek penyalahgunaan obat sehingga memicu reaksi makan berlebihan.
Namun ternyata, peneliti menemukan bahwa tikus pada kelompok yang tidak memiliki nafsu makan lebih mudah tertarik pada hal baru dan kokain. Di sisi lain, tikus dengan nafsu makan yang meningkat justru lebih ragu-ragu mencoba hal baru dan kokain.
Para peneliti menduga hal yang sama dapat digeneralisasikan pada manusia. Temuan ini menjelaskan bahwa ada orang-orang yang kurus tetapi telah mengalami peningkatan aktivitas sel-sel saraf di bagian otak yang berperan penting dalam penghargaan.
"Hipotalamus berfungsi mengontrol rasa lapar, suhu tubuh, rasa haus, keinginan tidur serta diketahui penting bagi perkembangan fungsi otak yang lebih tinggi. Kami percaya bahwa peningkatan aktifitas pada bagian otak ini terjadi selama masa perkembangan dan mempengaruhi respon terhadap pengalaman yang baru dan kokain ketika dewasa," kata Dietrich seperti dilansir Medical Daily, Selasa (26/6/2012).
Para peneliti menunjukkan bahwa orang yang tidak tertarik terhadap makanan lebih berisiko mengalami kecanduan obat. Orang-orang ini mencari penghargaan dari hal lain selain makanan.
Makan makanan secara berlebihan yang menjadi pemicu obesitas sering disamakan seperti meningkatnya dorongan untuk bersenang-senang. Namun dalam percobaan ini, para ilmuwan telah menemukan kelompok lain yang ingin mencari kesenangan seperti halnya pada orang gemuk, tapi kebetulan badannya lebih kurus.
Pada kelompok kurus ini, kesenangan tidak diperoleh dari memakan banyak makanan, tetapi melalui hal baru dan bahkan dengan penyalahgunaan obat.
(pah/ir)
Pada mulanya para peneliti di Yale School of Medicine ingin melakukan penelitian yang mencoba mencari hubungan antara makan berlebihan dan kecanduan kokain. Tapi kesimpulan penelitian yang diperoleh ternyata berbeda jauh di luar perkiraan.
Dalam jurnal Nature Neuroscience, penelitian yang dipimpin oleh Marcelo O. Dietrich ini membagi tikus menjadi dua kelompok. Pada kelompok pertama, peneliti mematikan saraf tikus yang berfungsi mengontrol rasa lapar pada bagian hipotalamus. Pada kelompok kedua, saraf yang mendorong rasa lapar yang dimatikan. Saraf tersebut dimatikan dengan dengan racun difteri.
Para peneliti kemudian mengamati reaksi tikus terhadap pengalaman baru, kecemasan dan kokain. Awalnya para peneliti memperkirakan bahwa makanan akan menyerupai efek penyalahgunaan obat sehingga memicu reaksi makan berlebihan.
Namun ternyata, peneliti menemukan bahwa tikus pada kelompok yang tidak memiliki nafsu makan lebih mudah tertarik pada hal baru dan kokain. Di sisi lain, tikus dengan nafsu makan yang meningkat justru lebih ragu-ragu mencoba hal baru dan kokain.
Para peneliti menduga hal yang sama dapat digeneralisasikan pada manusia. Temuan ini menjelaskan bahwa ada orang-orang yang kurus tetapi telah mengalami peningkatan aktivitas sel-sel saraf di bagian otak yang berperan penting dalam penghargaan.
"Hipotalamus berfungsi mengontrol rasa lapar, suhu tubuh, rasa haus, keinginan tidur serta diketahui penting bagi perkembangan fungsi otak yang lebih tinggi. Kami percaya bahwa peningkatan aktifitas pada bagian otak ini terjadi selama masa perkembangan dan mempengaruhi respon terhadap pengalaman yang baru dan kokain ketika dewasa," kata Dietrich seperti dilansir Medical Daily, Selasa (26/6/2012).
Para peneliti menunjukkan bahwa orang yang tidak tertarik terhadap makanan lebih berisiko mengalami kecanduan obat. Orang-orang ini mencari penghargaan dari hal lain selain makanan.
Makan makanan secara berlebihan yang menjadi pemicu obesitas sering disamakan seperti meningkatnya dorongan untuk bersenang-senang. Namun dalam percobaan ini, para ilmuwan telah menemukan kelompok lain yang ingin mencari kesenangan seperti halnya pada orang gemuk, tapi kebetulan badannya lebih kurus.
Pada kelompok kurus ini, kesenangan tidak diperoleh dari memakan banyak makanan, tetapi melalui hal baru dan bahkan dengan penyalahgunaan obat.
(pah/ir)
Baca Juga
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Minggu,19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu,18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu,18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
Sabtu,18/05/2013 13:02 WIB
Tanaman Kakao Berpotensi Jadi Obat Flu Burung
-
Sabtu,18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
Sabtu,18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Minggu, 19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu, 18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu, 18/05/2013 07:53 WIB
5 Kesalahan Terbesar Orang Saat Makan dan Olahraga
-
Sabtu, 18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
Sabtu, 18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
Jumat, 17/05/2013 19:00 WIB
Bertengkar dengan Kekasih, Pria Ini Nekat Potong Penisnya Sendiri
-
Jumat, 17/05/2013 19:30 WIB
Baru Periksa Setelah 8 Bulan Testisnya Benjol, Pria Ini Akhirnya Tewas
-
10 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 17/05/2013 08:00 WIB
Anak Bersikap Agresif? Ini Dia Faktor Pemicunya
-
Jumat, 17/05/2013 07:45 WIB
Peneliti Unair Obati Pasien HIV dengan Propolis Lebah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

