detikhealth

Kalau Tak Ingin Hamil Lagi, Pakai Saja Kontrasepsi Jangka Panjang

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 02/07/2012 17:29 WIB
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Kontrasepsi bisa membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Namun sayangnya, banyak perempuan yang tidak ingin hamil lagi tapi tetap menggunakan kontrasepsi jangka pendek seperti pil atau suntik KB.

"Ada ibu yang sudah punya 2 anak nggak mau hamil lagi tetap pakai pil, itu menunjukkan ada kemungkinan risiko ketidakberhasilan," ujar Dr Melania Hidayat, MPH selaku NPO on Reproductive Health UNFPA dalam acara workshop UNFPA di Menara Thamrin, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Dr Melania menjelaskan jika memang sudah tidak ingin memiliki anak lagi sebaiknya memilih alat kontrasepsi yang long term, tapi justru malah memilih yang short term. Kondisi ini tidak tahu apakah memang tidak ada konseling dengan baik atau alat tersebut tidak tersedia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dr Endang L Achadi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, penggunaan KB seperti pil dan suntik harus terus menerus atau kontinu. Umumnya jika masyarakat tidak punya uang maka ia tidak membeli pil atau tidak suntik, kondisi ini sangat berisiko untuk hamil lagi.

"Suntikan dan pil merupakan pilihan utama pada kelompok orang yang sebagian besar tidak menginginkan anak lagi, padahal ini gampang sekali berisiko. Seharusnya menggunakan kontrasepsi permanen atau jangka waktu panjang, tapi harganya lebih mahal atau lebih tidak terjangkau," ujar Dr Endang.

Penggunaan kontrasepsi jangka panjang memang harganya lebih mahal, tapi sebenarnya pil dan suntik ini harus digunakan kontinu jadi kalau dihitung-hitung harganya bisa jadi mahal karena penggunaannya terus menerus.

"Unmet need (orang yang butuh kontrasepsi tapi tidak terpenuhi) turun dari 12,7 persen pada tahun 1991 menjadi 8,6 persen pada tahun 2002/2003. Tapi meningkat lagi menjadi 9,1 persen pada tahun 2007 dan target di tahun 2014 harus mencapai 5 persen," ungkap Dr Endang.

Dr Endang menjelaskan dengan menurunkan angka unmet need berarti bisa menurunkan kehamilan yang tidak diinginkan, dan pada sebagian dapat menurunkan keinginan melakukan aborsi.

"Penggunaan KB ini masih ada beberapa halangan, seperti universal akses, sebenarnya seberapa universal akses yang dicapai. Misalnya meski pelayanan kesehatan di depan mata tapi karena nggak punya uang jadi nggak bisa diakses," ujar Dr Melania.


(ver/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit