detikhealth

Cemas dengan Kemampuan Bercinta Justru Bikin Rentan Selingkuh

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 02/07/2012 20:01 WIB

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Kekhawatiran akan kemampuan bercinta mempengaruhi kecenderungan orang untuk bersikap tidak setia. Meskipun kedengarannya tidak mungkin, tetapi hasil penelitian menyatakan demikian. Laki-laki dan perempuan lebih mungkin berselingkuh dari pasangannya jika merasa khawatir akan kemampuannya di tempat tidur.

Peneliti menemukan bahwa kecemasan seksual dan kurangnya kekhawatiran akan konsekuensi hubungan seks adalah penyebab utama terjadinya perselingkuhan. Kurangnya kesadaran akan risiko seks sembarangan membuat laki-laki dan perempuan tidak ragu untuk berselingkuh.

Perempuan yang khawatir akan kemampuannya untuk dapat terangsang dan mencapai orgasme memliki kemungkinan 8 persen lebih tinggi mencari kepuasan selain dari pasangan. Di sisi lain, sebanyak 6 persen laki-laki lebih mungkin berselingkuh setiap kali mengkhawatirkan kejantanannya, misalnya takut impotensi dan ejakulasi dini.

"Orang yang mendapat skor tinggi pada kecemasan seksual agaknya merasa lebih berkurang stresnya ketika terlibat bersama orang yang tidak tahu sejarah seksualnya," kata peneliti, Kristen Mark dari Universitas Indiana seperti dilansir Daily Mail, Senin (2/7/2012).

Para peneliti menyurvei 506 orang laki-laki dan 416 orang perempuan monogami yang berusia rata-rata 31 tahun. Setengah di antara seluruh peserta sudah menikah. Kesemua peserta ditanya tentang perilaku seksual, kualitas hubungan dan apakah pernah mengkhianati pasangannya atau tidak.

Mark dan timnya menemukan bahwa sebanyak 13 persen laki-laki dan 19 persen perempuan mengaku telah melakukan aktifitas seksual bersama orang lain yang bisa membahayakan hubungan dengan pasangannya saat itu.

Sebaliknya, laki-laki yang mengaku mudah terangsang hanya memiliki kemungkinan 4 persen untuk berselingkuh. Namun adanya masalah dengan rangsangan seksual tidak menyebabkan perempuan jadi mudah berselingkuh. Namun pada perempuan yang tidak bahagia dengan hubungannya, kemungkinan selingkuhnya naik sebanyak 2,6 - 2,9 persen.

Peneliti menyarankan kepada orang yang khawatir apakah pasangannya berselingkuh atau tidak agar berhenti berfokus pada pikiran buruknya itu dan mulai berfokus perilakunya di tempat tidur. Kepribadian seksual seseorang dianggap lebih penting dibandingkan faktor demografi atau kedekatan hubungan, misalnya kendala jarak dengan pasangan dalam hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR).

"Kami awalnya menemukan bahwa faktor demografi sosial cukup penting dalam sebuah hubungan. Tapi begitu melihat variabel-variabel lain, kita menyadari dengan cepat bahwa faktor demografi ini hampir tidak penting sama sekali dalam mempengaruhi kecenderungan berselingkuh," kata Mark.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior ini juga menemukan bahwa orang yang suka berselingkuh 50 persen adalah orang yang religius.



(pah/ir)






Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation


    Kalkulator Sehat indeks »
    Database Dokter Obat Penyakit
    Must Read close