detikhealth

Pria dengan Badan Berotot Cenderung Kurang Menghargai Wanita

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Kamis, 05/07/2012 09:53 WIB
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Pria berotot yang terobsesi dengan tubuhnya cenderung memiliki sikap yang kejam terhadap wanita. Para psikolog mengatakan bahwa pria berbadan binaraga lebih mungkin menganggap wanita sebagai obyek, memusuhi wanita dan bahkan bersikap seksis atau membedakan orang berdasarkan jenis kelaminnya semata.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of Men and Masculinity menyurvei 327 orang pria heteroseksual di Inggris. Para responden diberi pertanyaan mengenai pendapatnya terhadap tubuhnya sendiri dan persepsinya mengenai wanita. Dari semua peserta, sebanyak 38,5 persen di antaranya masih single, sebanyak 31,2 persen sedang berpacaran dan 23,9 persen sisanya sudah menikah.

Kuesioner yang diberikan bertujuan mengetahui besarnya keinginan pria untuk memiliki tubuh berotot lewat pertanyaan seperti 'Saya berharap badan saya lebih berotot'. Sikap terhadap wanita diketahui lewat pertanyaan seperti 'Saya merasa banyak wanita yang main mata dengan pria hanya untuk menggodanya atau menyakitinya'.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang memiliki keinginan memiliki tubuh berotot lebih mungkin bangga terhadap diri sendiri dan menunjukkan permusuhan terhadap wanita maupun menganggap wanita sebagai objek.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa dorongan yang besar untuk memiliki tubuh berotot secara signifikan menyebabkan kuatnya objektifikasi terhadap wanita, permusuhan terhadap wanita, dan sikap seksis. Hubungan ini tetap ada bahkan setelah mempertimbangkan usia dan indeks massa tubuh pria. Hal ini menunjukkan bahwa hasrat menindas pria berhubungan erat dengan keinginan memiliki tubuh yang lebih berotot," kata peneliti seperti dilansir Medical Daily, Kamis (5/7/2012).

Sang peneliti, Viren Swarmi dari University of Westminster di Inggris dan timnya percaya bahwa pria yang cenderung ingin memiliki tubuh lebih berotot lebih mungkin memiliki sikap meremehkan wanita. Alasannya adalah karena pria ini lebih mendukung stereotip maskulinitas tradisional. Bisa juga hal itu merupakan penyaluran atas rendahnya penghargaan dirinya di mata wanita.

"Selain itu, dalam masyarakat di mana struktur patriarkal dijunjung tinggi, beberapa orang mungkin berusaha untuk menegaskan maskulinitasnya dengan cara meningkatkan penampilan fisik," kata Swarmi.

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa pria yang memiliki kecenderungan kuat meremehkan wanita lebih mungkin menganggap wanita yang makin kurus makin menarik. Pria yang memiliki keyakinan menganggap rendah wanita juga lebih mungkin mendukung stereotip maskulinitas tradisional, yaitu memiliki fisik yang berotot.




(pah/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit