Angka Kebutaan di Indonesia Nomor Dua Sedunia
Kamis, 05/07/2012 15:24 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Surabaya, Angka kebutaan di Indonesia masih tinggi. Evaluasi pertengahan Vision 2020 di Juni 2010 mencatat jumlah pasien buta karena penyakit katarak di Indonesia nomor dua di dunia, setelah Ethiopia.
Ini juga yang sedang dibahas oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). Dalam acara yang dibungkus tema 37th Annual Meeting of Indonesian Ophthalmologist Association, para dokter spesialis mata ini juga getol membahas perkembangan teknik-teknik operasi, pengobatan, teknologi serta hasil penelitian terbaru di bidang ilmu kesehatan mata.
"Angka kebutaan di Indonesia memang masih tinggi. Tapi sebenarnya kami juga sudah melakukan operasi katarak dan bakti sosial untuk mengurangi penumpukan penderita. Sehingga Prevalensi kebutaan di Indonesia sebesar 1,5 persen di 8 provinsi," kata Prof. Nila F. Moeloek, MD, Ph.D saat ditemui di Grand City, Surabaya, Kamis (5/7/2012).
Perempuan yang menjabat sebagai Ketua Perdami Indonesia ini juga menyampaikan, dirinya bersama seluruh dokter spesialis mata telah berusaha mencapai rumah sakit, dan klinik di pelosok Indonesia. Tapi kendala fasilitas selalu muncul.
Hanya beberapa rumah sakit milik pemerintah yang memenuhi standart fasilitas alat dan pengobatan mata. Sementara klinik-klinik swasta justru telah mencapai standart lebih dahulu.
"Kalau klinik milik swasta, standart alat dan pengobatan khusus mata sudah memenuhi. Tapi, rumah sakit umum daerah justru belum memenuhi standart alat pengobatan mata," tambahnya.
Prof Nila juga menjelaskan bahwa sekitar 1600 dokter spesialis mata sebenarnya siap ditugaskan ke seluruh penjuru dan pelosok Indonesia. "Tapi kalau alat dan fasilitas tidak memenuhi standart, kita mau operasi pakai apa?" tuturnya.
Acara yang digelar di Kota Pahlawan ini juga mendatangkan belasan dokter spesialis mata dari luar negeri.
Para dokter spesialis mata yang berasal dari Amerika, Australia, China, India, Malaysia, Filipina, Polandia, Singapura, Srilanka, Thailan dan Turki ini turut mencari solusi soal backlog atau penumpukan penderita katarak di Indonesia.
(nrm/ir)
Ini juga yang sedang dibahas oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). Dalam acara yang dibungkus tema 37th Annual Meeting of Indonesian Ophthalmologist Association, para dokter spesialis mata ini juga getol membahas perkembangan teknik-teknik operasi, pengobatan, teknologi serta hasil penelitian terbaru di bidang ilmu kesehatan mata.
"Angka kebutaan di Indonesia memang masih tinggi. Tapi sebenarnya kami juga sudah melakukan operasi katarak dan bakti sosial untuk mengurangi penumpukan penderita. Sehingga Prevalensi kebutaan di Indonesia sebesar 1,5 persen di 8 provinsi," kata Prof. Nila F. Moeloek, MD, Ph.D saat ditemui di Grand City, Surabaya, Kamis (5/7/2012).
Perempuan yang menjabat sebagai Ketua Perdami Indonesia ini juga menyampaikan, dirinya bersama seluruh dokter spesialis mata telah berusaha mencapai rumah sakit, dan klinik di pelosok Indonesia. Tapi kendala fasilitas selalu muncul.
Hanya beberapa rumah sakit milik pemerintah yang memenuhi standart fasilitas alat dan pengobatan mata. Sementara klinik-klinik swasta justru telah mencapai standart lebih dahulu.
"Kalau klinik milik swasta, standart alat dan pengobatan khusus mata sudah memenuhi. Tapi, rumah sakit umum daerah justru belum memenuhi standart alat pengobatan mata," tambahnya.
Prof Nila juga menjelaskan bahwa sekitar 1600 dokter spesialis mata sebenarnya siap ditugaskan ke seluruh penjuru dan pelosok Indonesia. "Tapi kalau alat dan fasilitas tidak memenuhi standart, kita mau operasi pakai apa?" tuturnya.
Acara yang digelar di Kota Pahlawan ini juga mendatangkan belasan dokter spesialis mata dari luar negeri.
Para dokter spesialis mata yang berasal dari Amerika, Australia, China, India, Malaysia, Filipina, Polandia, Singapura, Srilanka, Thailan dan Turki ini turut mencari solusi soal backlog atau penumpukan penderita katarak di Indonesia.
(nrm/ir)
Baca Juga
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Minggu,19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu,18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu,18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
Sabtu,18/05/2013 13:02 WIB
Tanaman Kakao Berpotensi Jadi Obat Flu Burung
-
Sabtu,18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
Sabtu,18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Minggu, 19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu, 18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu, 18/05/2013 07:53 WIB
5 Kesalahan Terbesar Orang Saat Makan dan Olahraga
-
Sabtu, 18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
Sabtu, 18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
Jumat, 17/05/2013 19:00 WIB
Bertengkar dengan Kekasih, Pria Ini Nekat Potong Penisnya Sendiri
-
Jumat, 17/05/2013 19:30 WIB
Baru Periksa Setelah 8 Bulan Testisnya Benjol, Pria Ini Akhirnya Tewas
-
10 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 17/05/2013 08:00 WIB
Anak Bersikap Agresif? Ini Dia Faktor Pemicunya
-
Jumat, 17/05/2013 07:45 WIB
Peneliti Unair Obati Pasien HIV dengan Propolis Lebah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

