detikhealth

Dr Nugroho Setiawan, Jadi Dokter Demi Bakti ke Orangtua

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Senin, 09/07/2012 10:47 WIB
Dr Nugroho Setiawan, Jadi Dokter Demi Bakti ke OrangtuaDr Nugroho (dok. detikHealth)
Jakarta, Menjadi dokter di zaman dulu merupakan suatu kebanggaan tertentu, bahkan hal ini mungkin masih berlaku hingga sekarang. Terlebih bila yang menjadi dokter adalah anak desa biasa seperti Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd. Ia memutuskan jadi dokter demi bakti dan tak ingin mengecewakan orangtuanya.

Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd tak terlahir dari keluarga dokter. Ia hanyalah anak dari keluarga biasa yang orangtuanya sangat ingin ada putra putrinya yang bisa menjadi dokter, profesi yang sangat bergengsi kala itu.

Agar tak mengecewakan orangtua, dokter kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1956 ini pun mendaftarkan diri ke Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS). Ia berhasil masuk dan lulus menjadi dokter di tahun 1982.

"Ibu saya dulu punya satu keinginan anaknya jadi dokter. Biar orangtua nggak kecewa ya sudah sekolah kedokteran. Jadi itu sebetulnya cita-cita yang dibentuk dari kecil karena kita sayang sama orangtua," jelas Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, saat ditemui detikHealth di RSUP Fatmawati, Jakarta, seperti ditulis Senin (9/7/2012).

Setelah lulus dari FK UNS, Dr Nugroho pun mendapatkan tugas inpres di Puskesmas di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Di tempat tugas inilah ia sering menjadi incaran para orangtua untuk dijadikan menantu.

"Tahun segitu orang desa kan kalo jadi dokter wah sekali, apalagi kalau menantunya dokter. Waktu itu saya sudah menikah. Yang jadi kesan sama saya, sebenarnya saya sudah menikah tapi tahunya orang sudah sekian lama. Jadi dokter di desa dan figur dokter masih dianggap hebat jadi menantunya. Akhirnya dikejar-kejar orang. Dikejar cewek dan support orangtuanya lagi. Karena Zaman dulu, mungkin beda dengan Jakarta," kenang Dr Nugroho.

Kini Dr Nugroho dikenal sebagai dokter andrologi dan telah menangani banyak pasien. Namun ternyata untuk menjadi seperti sekarang tak terlepas dari jasa sahabatnya yang mengajak masuk andrologi.

Awalnya Dr Nugroho berniat untuk masuk spesialis bedah. Tapi untuk masuk ke bidang itu ia harus menunggu hingga 3 tahun. Waktu yang terlalu lama baginya saat itu.

Beruntung, ia pun ditawari oleh salah satu sahabatnya untuk masuk spesialis andrologi, bidang yang masih sangat jarang dan bahkan belum diketahuinya saat itu.

"Nah, awalnya nggak tahu. Terus dijelasin kalau itu canggih bisa bayi tabung segala. Dia malah yang daftarkan dan dia juga sekolah. Dia andrologi juga. Jadi saya ambil itu jasanya dia, Dr Frans sekarang di RSPAD," lanjutnya.

Kini ia pun menikmati perannya sebagai dokter andrologi dan seksologi, yang kerap menangani masalah seksualitas khususnya di kalangan pria. Ia pun mengaku tak ada duka yang ia rasakan selama menjalani tugasnya.

Baginya bila semua pekerjaan dapat dinikmati dan disyukuri, maka duka pun akan menghilang. Terlebih lagi, ada beberapa kenyamanan menjadi dokter andrologi, seperti jumlah spesialisnya yang belum banyak sehingga tak ada persaingan antar dokter dan tak terkait dengan kasus emergency yang mengharuskannya tugas di malam hari.

"Kalau kita bekerja banyak mengeluhnya dengan pekerjaannya, pasti dukanya banyak. Tapi kalau kita menikmati, ya ini pekerjaanku. Apa yang harus aku kerjakan dengan baik, dengan ikhlas, dengan senang semuanya nggak ada dukanya," tutup Dr Nugroho.

BIODATA

Nama lengkap
Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd

Tempat, tanggal lahir
Yogyakarta, 6 Juni 1956

Pendidikan
S1 FK Universitas Sebelas Maret (1982)
S2 Kesehatan Reproduksi Fakultas Pasca Sarjana Universitas Airlangga (1992)
Andrologi Kedokteran Universitas Airlangga (1994)
Pendidikan Intensif Seksologi Universitas Udayana (2004)
Pendidikan Intensif Lanjutan Seksologi Universitas Udayana
Men's Health, Reproduction, Sex and Aging, Universitas Hang Tuah

Pekerjaan
Puskesmas di Kab. Karanganyar, Jawa Tengah (1982-1989)
RSUD Dr Soetomo Surabaya (1989-1994)
RSUP Fatmawati Jakarta (1995-sekarang)

Organisasi
IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
PERSANDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia)
PANDI (Perkumpulan Andrologi Indonesia)
ASI (Asosiasi Seksologi Indonesia)




(mer/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit