detikhealth

Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

dr. Dito Anurogo, medical doctor at Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

Tekanan Darah Sangat Rendah, Bolehkah Banyak Berkegiatan?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 10/07/2012 13:06 WIB
Tekanan Darah Sangat Rendah, Bolehkah Banyak Berkegiatan?Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Dokter Dito Yth,

Ketika saya mengecek tekanan darah, ternyata tekanan darah saya 80/50. Memang saat itu saya sedang sakit. Tetapi biasanya ketika sakit tekanan darah saya tidak sampai serendah itu. Pertanyaan saya:

1. Apakah itu berbahaya bagi kesehatan saya?
2. Apakah itu artinya saya tidak boleh mengikuti terlalu banyak kegiatan?

Terimakasih atas solusinya.

Rista A (Perempuan Lajang, 18 tahun), my_xxx@yahoo.co.id
Tinggi Badan 155 cm dan Berat Badan 68 kg

Jawaban:

Terimakasih atas kepercayaannya kepada kami.

Sebelumnya, mari kita pahami apa tekanan darah itu, sebelum memasuki pada bahasan hipotensi.

Tekanan darah adalah kekuatan darah memompa atau mendorong dinding pembuluh darah arteri sebagaimana jantung memompa darah. Normalnya, tekanan darah sekitar 120/80 mmHg, beberapa ahli berpendapat 115/75 mmHg adalah kondisi ideal.

Berikut ini maksud pembacaan itu: 120/80 mmHg. Angka 120 menunjukkan "systolic" yang mengacu ke tekanan darah dimana jantung berdenyut saat memompa darah. Sedangkan angka 80 menunjukkan "diastolic" yang mengacu ke tekanan darah dimana jantung beristirahat diantara denyutan.

Hipotensi adalah tekanan darah yang lebih rendah dari 90/60 mmHg. Kondisi yang Sdri. Rista Adityaputry alami memang termasuk hipotensi (tekanan darah rendah).

Sayang sekali sahabatku tidak menyebutkan lebih lengkap atau terperinci sedang sakit apa, habis minum obat apa. Mungkin saja hipotensi yang sahabatku alami itu diakibatkan setelah minum obat di bawah ini:

1. Golongan alfa bloker

2. Golongan beta bloker

3. Golongan diuretik

4. Sebagian antidepresan golongan trisiklik

5. Golongan calcium channel blockers

6. Golongan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor.

Selain karena obat atau medikasi, beberapa keadaan yang bisa menjadi pemicu atau penyebab hipotensi:

1. Dehidrasi (kekurangan cairan).

2. Permasalahan jantung, misalnya: denyut jantung rendah (bradikardi), serangan jantung, gagal jantung.

3. Permasalahan endokrin, misalnya: hipotiroidisme, hipertiroidisme, insufisiensi adrenal (penyakit Addison), hipoglikemia (kadar gula yang rendah), dan beberapa kasus penyakit kencing manis (diabetes melitus).

4. Kehilangan darah, misalnya: kecelakaan, perdarahan di organ dalam tubuh, menstruasi hebat dan lama, dsb.

5. Infeksi berat (septicemia), maksudnya infeksi yang terbawa hingga aliran darah. Ini yang disebut syok septik di dalam medis. Kondisi ini dapat membahayakan/mengancam kehidupan.

6. Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12 dan folat yang menyebabkan anemia. Nah, kondisi anemia ini menyebabkan terjadinya hipotensi.

Oh iya, ada lagi yang perlu Sdri. Rista ketahui, ada beberapa tipe hipotensi:

1. Hipotensi postprandial, yaitu: tekanan darah mendadak drop (turun, rendah) setelah makan.

2. Hipotensi postural atau orthostatic, yaitu: tekanan darah menurun saat berdiri dari posisi duduk atau berdiri setelah berbaring.

3. Hipotensi akibat kerusakan sistem saraf, yaitu: hipotensi orthostatic dengan multiple system atrophy. Kondisi ini disebut juga: sindrom Shy-Drager.

4. Hipotensi akibat kerusakan atau cacatnya sinyal otak (neurally mediated hypotension). Gangguan ini menyebabkan tekanan darah turun setelah berlangsung lama memicu pening, mual, dan pingsan.

Berbahaya atau tidaknya hipotensi tergantung pada multifaktor, salah satunya adalah hipotensi tipe mana yang dialami atau diderita.

Solusi:

1. Banyak minum air putih.

2. Kurangi konsumsi minuman beralkohol. Bila sudah menjadi kebiasaan, lebih baik dihentikan secara bertahap atau perlahan.

3. Makanlah beraneka ragam makanan, termasuk buah, sayuran, daging ikan, daging ayam tanpa lemak. Idealnya 4 sehat 5 sempurna dalam takaran yang proporsional.

4. Hindari makan berlebihan. Maksudnya: kalau makan sebaiknya sedikit demi sedikit, jangan langsung kenyang.

5. Diet rendah karbohidrat. Maksudnya: mengkonsumsi asupan makanan tinggi karbohidrat, seperti: kentang, nasi, roti, dsb secukupnya.

6. Minum kopi berkafein atau minuman berkafein dapat meninggikan tekanan darah. Namun konsultasikan ke dokter dahulu untuk menentukan dosis (berapa gelas) yang sesuai/tepat.

7. Panax ginseng pada dosis rendah dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan pada dosis tinggi memiliki efek hypotensive yaitu: menurunkan tekanan darah, terutama pada orang sehat.

8. Kegiatan / aktivitas disesuaikan kondisi tubuh saat ini. Jangan terlalu berambisi atau terlalu memaksakan diri.

Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat.



dr. Dito Anurogo

Saat ini berkarya di RSI PKU Muhammadiyah, Universitas Palangka Raya, Universitas PGRI Palangka Raya. Konsultan kesehatan Netsains.com. Dokter peneliti hematopsikiatri dan medicopomology. Penulis buku 'Cara Jitu Mengatasi Impotensi' dan 'Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid', menulis karya ilmiah tentang Biomarker Stroke bersama ilmuwan di University Wisconsin, USA. Saat ini sedang melakukan riset tentang pharmacogenetic dan pharmacogenomic bersama ilmuwan dari University of California, Irvine, USA.

Peneliti hematopsikiatri (ilmu yang mempelajari hubungan golongan darah dengan kepribadian, gaya hidup dan kecenderungan pola penyakit, pencegahan serta solusinya). Peneliti Medicopomology (buah berkhasiat obat).









(up/ir)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit