MUI: Kelompok Anti Vaksin Keliru Mengutip Dalil
Selasa, 10/07/2012 18:07 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Banyak Berkorban untuk Pasangan Justru Tak Baik bagi Hubungan
Gizi Kurang dan Kematian Ibu-Balita Masih Jadi Masalah di Indramayu
Ini Pria Pertama di Dunia yang Rela Prostat Diangkat Demi Cegah Kanker
Ibu-ibu dengan HIV di Indramayu Merasa Diperlakukan Diskriminatif
Ingin Tidur Lelap? Penuhi Nutrisi Penting Ini
Jakarta, Bagi orang yang menolak pemberian vaksin, banyak dalil yang digunakan sebagai referensi untuk menguatkan pendapatnya. Padahal, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalil-dalil yang digunakan justru keliru dan dapat menyesatkan.
"Imunisasi dalam sudut pandang Islam pada dasarnya dibolehkan bahkan dianjurkan untuk mencegah terjadinya penyakit," ujar Aminudin Yakub, Komisi Fatwa MUI Pusat, dalam acara Seminar Media Simposium Imunisasi IDAI ke-3, di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Menurut Aminudin, MUI tidak pernah menggeneralisir bahwa vaksin adalah haram. Bahkan, kekurangtepatan dalam mengutip dalil-dalil Islam banyak menyesatkan kelompok-kelompok anti vaksin.
"Hadist-hadist Nabi ditempatkan seolah-olah semua pengobatan harus herbal dan menolak pengobatan modern. Saya menilainya ada kekeliruan dalam menempatkan dalil. Lucunya ada juga pengutipan dalil yang salah," lanjut Aminudin.
Contohnya, tambah Aminudin, dalil yang mengisahkan tentang Siti Mariam yang diminta menggoyangkan pohon kurma saat ia lapar dan sedang hamil, ditafsirkan menjadi bahwa orang hamil harus memakan kurma. Padahal inti dari dalil tersebut adalah agar wanita hamil mau melakukan ikhtiar termasuk melakukan vaksinasi.
"Padahal message dari dalil itu adalah ikhtiar. Coba bayangkan, pohon kurma kan besar. Mana mungkin seorang wanita yang sedang hamil kuat menggoyang-goyangkan pohon kurma. Disini Siti Mariam diminta ikhtiar dan Allah yang menjatuhkan kurmanya," jelas Aminudin.
Kekeliruan lainnya menurut Aminuddin adalah di dalam buku Ummu Salamah mengenai 'Imunisasi Dampak Konspirasi', menjadi buku yang sering dikutip oleh kelompok anti vaksin.
Banyak kutipan yang salah dalam buku tersebut, penelitian yang dilakukan sudah lama, bahkan cara membaca tabelnya pun salah. Sehingga isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan bahkan cenderung menyesatkan.
"Saya malah curiga, dalil-dalil yang salah ini sengaja diciptakan untuk memecahkan umat Islam," jelasnya.
Selama ini, MUI baru mengeluarkan 3 fatwa tentang vaksin, yaitu OPV (Oral Polio Vaccine), IPV (Inactivated Poliovirus Vaccines atau vaksin polio khusus) dan meningitis.
Sedangkan untuk fatwa haram, hanya diberikan pada beberapa produk vaksin meningitis namun tidak semuanya karena ada beberapa vaksin meningitis yang halal, seperti produksi Novartis dan Tian Yuan.
Sedangkan untuk vaksin pada bayi dan anak, hanya vaksin polio yang bersinggungan dengan lemak babi. Ada dua vaksin polio, yaitu OPV yang sekarang menjadi program wajib pemerintah dan IPV (vaksin polio suntik) yang diberikan untuk balita dengan kasus tertentu.
"Yang bersinggungan dengan babi hanya IPV. Tapi karena hanya digunakan untuk kasus tertentu dan kalau tidak diberikan bisa menimbulkan masalah dan merusak program imunisasi komprehensif, maka disinilah ada hukum darurat," lanjut Aminudin.
MUI pun menegaskan bahwa jangan sampai masyarakat menggeneralisasi bahwa semua vaksin adalah haram. MUI hanya pernah mengeluarkan fatwa haram untuk beberapa vaksin meningitis dan fatwa itu tidak berlaku untuk semua vaksin.
(mer/ir)
"Imunisasi dalam sudut pandang Islam pada dasarnya dibolehkan bahkan dianjurkan untuk mencegah terjadinya penyakit," ujar Aminudin Yakub, Komisi Fatwa MUI Pusat, dalam acara Seminar Media Simposium Imunisasi IDAI ke-3, di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Menurut Aminudin, MUI tidak pernah menggeneralisir bahwa vaksin adalah haram. Bahkan, kekurangtepatan dalam mengutip dalil-dalil Islam banyak menyesatkan kelompok-kelompok anti vaksin.
"Hadist-hadist Nabi ditempatkan seolah-olah semua pengobatan harus herbal dan menolak pengobatan modern. Saya menilainya ada kekeliruan dalam menempatkan dalil. Lucunya ada juga pengutipan dalil yang salah," lanjut Aminudin.
Contohnya, tambah Aminudin, dalil yang mengisahkan tentang Siti Mariam yang diminta menggoyangkan pohon kurma saat ia lapar dan sedang hamil, ditafsirkan menjadi bahwa orang hamil harus memakan kurma. Padahal inti dari dalil tersebut adalah agar wanita hamil mau melakukan ikhtiar termasuk melakukan vaksinasi.
"Padahal message dari dalil itu adalah ikhtiar. Coba bayangkan, pohon kurma kan besar. Mana mungkin seorang wanita yang sedang hamil kuat menggoyang-goyangkan pohon kurma. Disini Siti Mariam diminta ikhtiar dan Allah yang menjatuhkan kurmanya," jelas Aminudin.
Kekeliruan lainnya menurut Aminuddin adalah di dalam buku Ummu Salamah mengenai 'Imunisasi Dampak Konspirasi', menjadi buku yang sering dikutip oleh kelompok anti vaksin.
Banyak kutipan yang salah dalam buku tersebut, penelitian yang dilakukan sudah lama, bahkan cara membaca tabelnya pun salah. Sehingga isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan bahkan cenderung menyesatkan.
"Saya malah curiga, dalil-dalil yang salah ini sengaja diciptakan untuk memecahkan umat Islam," jelasnya.
Selama ini, MUI baru mengeluarkan 3 fatwa tentang vaksin, yaitu OPV (Oral Polio Vaccine), IPV (Inactivated Poliovirus Vaccines atau vaksin polio khusus) dan meningitis.
Sedangkan untuk fatwa haram, hanya diberikan pada beberapa produk vaksin meningitis namun tidak semuanya karena ada beberapa vaksin meningitis yang halal, seperti produksi Novartis dan Tian Yuan.
Sedangkan untuk vaksin pada bayi dan anak, hanya vaksin polio yang bersinggungan dengan lemak babi. Ada dua vaksin polio, yaitu OPV yang sekarang menjadi program wajib pemerintah dan IPV (vaksin polio suntik) yang diberikan untuk balita dengan kasus tertentu.
"Yang bersinggungan dengan babi hanya IPV. Tapi karena hanya digunakan untuk kasus tertentu dan kalau tidak diberikan bisa menimbulkan masalah dan merusak program imunisasi komprehensif, maka disinilah ada hukum darurat," lanjut Aminudin.
MUI pun menegaskan bahwa jangan sampai masyarakat menggeneralisasi bahwa semua vaksin adalah haram. MUI hanya pernah mengeluarkan fatwa haram untuk beberapa vaksin meningitis dan fatwa itu tidak berlaku untuk semua vaksin.
(mer/ir)
Baca Juga
- Tak Ada Zat Lain yang Bisa Gantikan Fungsi Vaksin untuk Anak
- Vaksin untuk Turunkan Berat Badan Akan Segera Hadir
- Dua Mantan Pegawai Tuduh Merck Palsukan Data Vaksin
- Vaksin Anti Rokok Agar Tak Gampang Kecanduan Nikotin
- Vaksin Kombo Bakal Makin Komplit Mulai Tahun Depan
- ITAGI: Kampanye Negatif Antivaksin Tidak Boleh Dibiarkan
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,21/05/2013 14:04 WIB
Tulang Kena Kanker, Rahang Wanita Ini Diganti Pakai 'Rantai Sepeda'
-
Selasa,21/05/2013 13:29 WIB
Musik Lembut Beri Pengaruh Positif Bagi Kesehatan Bayi Prematur
-
Selasa,21/05/2013 13:20 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa,21/05/2013 13:04 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa,21/05/2013 12:34 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa,21/05/2013 12:17 WIB
Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Mengunyah Lama Makanan?
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Selasa, 21/05/2013 12:24 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa, 21/05/2013 10:24 WIB
Pasien Kena Masalah Pencernaan, Dokter Resepkan Oral Seks
-
Selasa, 21/05/2013 13:09 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa, 21/05/2013 11:01 WIB
Gosokkan Pepperoni ke Kemaluan di Toko Kelontong, Pria Ini Diamankan
-
Selasa, 21/05/2013 12:54 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 11:26 WIB
'Singli' dan 'Singwah', Cara BAB Warga Jemaras Cirebon Sebelum Kenal WC
-
Selasa, 21/05/2013 12:01 WIB
Virus Mematikan Mirip SARS Asal Timur Tengah Diberi Nama MERS
-
Selasa, 21/05/2013 12:12 WIB
Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Mengunyah Lama Makanan?
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 15:24 WIB
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

