detikhealth

Konsultasi Gizi
Leona Victoria Djajadi (Nutrisionis)

Leona Victoria Djajadi, Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) yang bersekolah di program nutrisi University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.

Kolesterol Tinggi, Atur Makannya Harus Bagaimana?

Irna Gustia - detikHealth
Rabu, 11/07/2012 09:39 WIB
Kolesterol Tinggi, Atur Makannya Harus Bagaimana?(Foto: thinkstock)
Jakarta, Saya cek lab hasilnya glukosa (450mg/dl), kolesterol (230 mg/dl) dan trigliserida (195 mg/dl) saya tinggi. Oleh dokter saya disarankan untuk makan yang dimasak dengan cara direbus saja.

Pertanyaan saya:
1. Pola makan seperti apa yang harus saya terapkan agar kadar glukosa, kolesterol dan trigliserida saya normal kembali?
2. Makanan yang harus saya konsumsi dan pantangan bagi saya?
3. Masih bolehkah saya mengkonsumsi bahan makanan yang digoreng atau ditumis?
4. Mohon info untuk menu harian saya selama 1 minggu, karena saya masih bingung untuk mengatur diet saya? Terimakasih atas jawaban yang diberikan.

Tuzim (Perempuan Menikah, 50 Tahun), qiqX_XXX@yahoo.com
Tinggi Badan 157 Cm dan Berat Badan 65 Kg

Jawaban

Halo Tuzim,

Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah berhubungan langsung dengan konsumsi minyak dan lemak (terutama lemak jenuh) dan juga gula tambahan.

Kadar glukosa dalam darah dipengaruhi oleh konsumsi karbohidrat (termasuk di dalamnya adalah gula tambahan).

Pada dasarnya Anda harus membatasi dan memilih jenis lemak, minyak dan karbohidrat yang konsumsi untuk menjaga kadar glukosa, kolesterol dan TG Anda.

Mohon diingat bahwa Anda harus tetap mengkonsumsi karbohidrat karena karbohidrat adalah sumber gizi utama badan terutama untuk otak, juga tetap konsumsi minyak baik karena minyak digunakan untuk berbagai fungsi tubuh.

Yang harus Anda hindari adalah lemak jenuh (lemak jahat), trans fat dan gula tambahan. Lemak jenuh dan trans fat biasanya terdapat dalam makanan yang digoreng, kue-kue, snack dan cemilan.

Sedangkan gula tambahan biasanya Anda temukan sebagai gula pasir biasa, sirup, minuman berkola, es krim, kue-kue dan juga cemilan. Ini yang harus Anda hindari atau kurangi.

Seperti yang sudah saya kemukakan bahwa Anda harus tetap mengkonsumsi minyak dan karbohidrat tapi yang baik. Contoh minyak baik adalah minyak zaitun (olive oil), sunflower oil dan canola oil. Dengan minyak ini Anda dapat menumis makanan dan menggoreng makanan.

Harap diingat untuk sering mengganti minyak untuk menggoreng agar tidak ada tumpukan minyak jenuh dan jangan menggoreng dalam extra virgin olive oil.

Saya sarankan agar Anda tidak menggoreng makanan, bukan karena tidak boleh tetapi untuk menjaga agar tidak makan minyak berlebih yang sangat mudah dilakukan jika kita mengkonsumsi makanan gurih yang digoreng.

Sumber karbohidrat yang baik adalah beras basmati atau beras merah, buah-buahan, sagu, singkong, kentang dan wholegrain bread (roti berbiji).

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.


(ir/ir)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit