Jenis Permainan untuk Bayi yang Sesuai Usianya
Kamis, 12/07/2012 16:33 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Kualitas kehidupan seseorang sudah dapat ditentukan saat usianya menginjak 3 tahun. Pada usia tersebut, sel-sel otak tumbuh dengan sangat cepat semenjak dilahirkan. Segala hal yang terjadi pada rentang waktu ini akan mempengaruhi perkembangan bayi untuk selanjutnya. Untuk merangsang perkembangan otak bayi, perlu diberikan permainan sesuai tahapan usianya.
"Sel-sel otak janin tumbuh dan berkembang cepat sejak bulan pertama dalam kandungan. Pada usia 6 bulan, sel-sel otak membentuk banyak sinaps atau sambungan sel saraf dan membentuk rangkaian sirkuit fungsional yang kompleks. Proses ini berlangsung cepat sampai usianya mencapai 3 tahun," kata dr Jenni K. Dahliana, SpA, dokter spesialis anak dalam acara Soft Opening Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruwivito Harun Evasari (RHE) di Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2012).
Untuk mengoptimalkan pertumbuhan sel saraf pada otak bayi, dr Jenni menuturkan, dibutuhkan 3 faktor yang saling melengkapi, yaitu fisik, kasih sayang dan stimulasi dini. Kebutuhan fisik dapat dipenuhi dari asupan nutrisi yang mempengaruhi pertumbuhan sel otak. Kebutuhan kasih sayang berfungsi mempengaruhi kemandirian dan kecerdasan emosi. Sedangkan stimulasi dini bermanfaat untuk merangsang seluruh indera anak.
"Stimulasi dini pada bayi dan balita merupakan permainan yang merangsang semua indera, merangsang gerakan kasar dan halus, kemampuan komunikasi, emosi, kreatifitas dan kemandirian. Kesemuanya merupakan cikal bakal proses pembelajaran anak," kata dr Jenni.
Praktiknya, stimulasi dini dilakukan dengan cara memberikan permainan kepada anak sesuai dengan tingkatan umurnya. Lebih lanjut lagi, dr Jenni memaparkan tingkatan permainan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:
Untuk bayi 0 - 3 bulan, permainan yang bisa diberikan adalah dipeluk atau digendong, menatap mata bayi, diajak senyum dan bicara atau bernyanyi, digulingkan kanan kiri saat telentang atau tengkurap dan dirangsang memegang mainan.
Ketika bayi berusia 3 - 6 bulan, permainan ditambah dengan permainan cilukba, permainan melihat wajah di cermin, dan dirangsang tengkurap atau telentang bolak-balik.
Ketika menginjak usia 6 - 9 bulan, permainan ditambah dengan memanggil namanya, diajak salaman atau tepuk tangan, dibacakan dongeng dan dirangsang duduk serta berdiri berpegangan.
Menginjak usia 9 - 12 bulan, permainan ditambah dengan mengulang kata mama-papa, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, bermain bola dan dilatih berdiri atau jalan berpegangan.
Menginjak usia 12 - 18 bulan, permainan ditambah dengan permainan mencorat-coret, menyusun kubus, menyebut nama atau bagian badan, bermain imajinatif dan permainan untuk melatih kemampuan motorik.
Menginjak usia 18 - 24 bulan, permainan ditambah dengan menyebut benda di sekitarnya, mengajak bicara mengenai kegiatan sehari-hari, permainan menggambar garis, serta dilatih mencuci tangan dan memakai pakaian.
"Setiap ada kesempatan, ajaklah anak untuk berinteraksi terus menerus dan bervariasi sesuai umur perkembangannya. Pastikan suasana bermain menyenangkan dan tidak terburu-buru. Perhatikan juga minat anak terhadap permainan," kata dr Jenni.
Permainan yang diberikan pada bayi ini tidak boleh digantikan fungsinya dengan TV ataupun vieo sebab stimulasinya bersifat pasif sehingga tidak merangsang minat bicara bayi. Selain itu, TV dan video terkadang mengandung banyak unsur negatif seperti agresifitas, kekerasan dan penggunaan bahasa yang kurang mendidik.
Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruwivito Harun Evasari (RHE)
Jika para orangtua mengalami kesulitan dalam memberikan stimulasi dini, Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruwivito Harun Evasari (RHE) memberikan layanan serupa. Selain itu, klinik tumbuh kembang anak ini juga memberikan layanan deteksi dini, intervensi dan evaluasi berkala terhadap tumbuh kembang anak.
Klinik Tumbuh Kembang RHE didukung oleh dokter-dokter spesialis anak, spesialis gizi, spesialis saraf, psikolog anak dan terapis berpengalaman. Untuk membuat suasana terapi lebih kondusif, setiap ruangan terapi dan ruang tunggu dirancang sesuai dengan kebutuhan yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan anak.
Terdapat 4 ruangan terapi di klinik ini, yaitu ruang terapi sensori integrasi untuk melatih kemampuan motorik anak, ruang fisioterapi untuk melatih kemampuan fisik anak, ruang snozzelen untuk memberikan rangsangan ketenangan pada anak dan ruang terapi wicara untuk melatih kelancaran bicara, artikulasi dan irama bicara.
(pah/ir)
"Sel-sel otak janin tumbuh dan berkembang cepat sejak bulan pertama dalam kandungan. Pada usia 6 bulan, sel-sel otak membentuk banyak sinaps atau sambungan sel saraf dan membentuk rangkaian sirkuit fungsional yang kompleks. Proses ini berlangsung cepat sampai usianya mencapai 3 tahun," kata dr Jenni K. Dahliana, SpA, dokter spesialis anak dalam acara Soft Opening Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruwivito Harun Evasari (RHE) di Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2012).
Untuk mengoptimalkan pertumbuhan sel saraf pada otak bayi, dr Jenni menuturkan, dibutuhkan 3 faktor yang saling melengkapi, yaitu fisik, kasih sayang dan stimulasi dini. Kebutuhan fisik dapat dipenuhi dari asupan nutrisi yang mempengaruhi pertumbuhan sel otak. Kebutuhan kasih sayang berfungsi mempengaruhi kemandirian dan kecerdasan emosi. Sedangkan stimulasi dini bermanfaat untuk merangsang seluruh indera anak.
"Stimulasi dini pada bayi dan balita merupakan permainan yang merangsang semua indera, merangsang gerakan kasar dan halus, kemampuan komunikasi, emosi, kreatifitas dan kemandirian. Kesemuanya merupakan cikal bakal proses pembelajaran anak," kata dr Jenni.
Praktiknya, stimulasi dini dilakukan dengan cara memberikan permainan kepada anak sesuai dengan tingkatan umurnya. Lebih lanjut lagi, dr Jenni memaparkan tingkatan permainan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:
Untuk bayi 0 - 3 bulan, permainan yang bisa diberikan adalah dipeluk atau digendong, menatap mata bayi, diajak senyum dan bicara atau bernyanyi, digulingkan kanan kiri saat telentang atau tengkurap dan dirangsang memegang mainan.
Ketika bayi berusia 3 - 6 bulan, permainan ditambah dengan permainan cilukba, permainan melihat wajah di cermin, dan dirangsang tengkurap atau telentang bolak-balik.
Ketika menginjak usia 6 - 9 bulan, permainan ditambah dengan memanggil namanya, diajak salaman atau tepuk tangan, dibacakan dongeng dan dirangsang duduk serta berdiri berpegangan.
Menginjak usia 9 - 12 bulan, permainan ditambah dengan mengulang kata mama-papa, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, bermain bola dan dilatih berdiri atau jalan berpegangan.
Menginjak usia 12 - 18 bulan, permainan ditambah dengan permainan mencorat-coret, menyusun kubus, menyebut nama atau bagian badan, bermain imajinatif dan permainan untuk melatih kemampuan motorik.
Menginjak usia 18 - 24 bulan, permainan ditambah dengan menyebut benda di sekitarnya, mengajak bicara mengenai kegiatan sehari-hari, permainan menggambar garis, serta dilatih mencuci tangan dan memakai pakaian.
"Setiap ada kesempatan, ajaklah anak untuk berinteraksi terus menerus dan bervariasi sesuai umur perkembangannya. Pastikan suasana bermain menyenangkan dan tidak terburu-buru. Perhatikan juga minat anak terhadap permainan," kata dr Jenni.
Permainan yang diberikan pada bayi ini tidak boleh digantikan fungsinya dengan TV ataupun vieo sebab stimulasinya bersifat pasif sehingga tidak merangsang minat bicara bayi. Selain itu, TV dan video terkadang mengandung banyak unsur negatif seperti agresifitas, kekerasan dan penggunaan bahasa yang kurang mendidik.
Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruwivito Harun Evasari (RHE)
Jika para orangtua mengalami kesulitan dalam memberikan stimulasi dini, Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruwivito Harun Evasari (RHE) memberikan layanan serupa. Selain itu, klinik tumbuh kembang anak ini juga memberikan layanan deteksi dini, intervensi dan evaluasi berkala terhadap tumbuh kembang anak.
Klinik Tumbuh Kembang RHE didukung oleh dokter-dokter spesialis anak, spesialis gizi, spesialis saraf, psikolog anak dan terapis berpengalaman. Untuk membuat suasana terapi lebih kondusif, setiap ruangan terapi dan ruang tunggu dirancang sesuai dengan kebutuhan yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan anak.
Terdapat 4 ruangan terapi di klinik ini, yaitu ruang terapi sensori integrasi untuk melatih kemampuan motorik anak, ruang fisioterapi untuk melatih kemampuan fisik anak, ruang snozzelen untuk memberikan rangsangan ketenangan pada anak dan ruang terapi wicara untuk melatih kelancaran bicara, artikulasi dan irama bicara.
(pah/ir)
Baca Juga
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,21/05/2013 18:11 WIB
7 Tahun Menikah, Suami Tak Lagi Seperkasa Dulu
-
Selasa,21/05/2013 18:07 WIB
Sudah Kenal WC, Kini Warga Jemaras Cirebon Tak Perlu Singli
-
Selasa,21/05/2013 18:05 WIB
9 Cara Jitu Atasi Insomnia Saat PMS
-
Selasa,21/05/2013 17:45 WIB
Telat Penuhi Gizi Anak di Usia Emas? Ini Langkah Berikutnya
-
Selasa,21/05/2013 17:35 WIB
Ada Rahasia Apa di Balik Tulisan Tangan?
-
Selasa,21/05/2013 17:16 WIB
Feeding Force, Penyebab Anak Susah Makan
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Selasa, 21/05/2013 17:28 WIB
Ada Rahasia Apa di Balik Tulisan Tangan?
-
Selasa, 21/05/2013 17:41 WIB
Telat Penuhi Gizi Anak di Usia Emas? Ini Langkah Berikutnya
-
Selasa, 21/05/2013 17:16 WIB
Feeding Force, Penyebab Anak Susah Makan
-
Selasa, 21/05/2013 16:35 WIB
Teh Kulit Salak Penurun Diabetes Karya Mahasiswa Pertanian
-
Selasa, 21/05/2013 15:30 WIB
Ibu Ini Keguguran Tiga Kali Lalu Lahirkan Kembar Tiga dalam Dua Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 14:31 WIB
Inilah Daftar Perilaku Buruk Balita yang Harus Dihentikan
-
Selasa, 21/05/2013 14:53 WIB
Bayi Berisiko Meninggal di Atas Ranjang Jika Tidur Bareng Orang Tua
-
Selasa, 21/05/2013 17:00 WIB
Risiko Obesitas dan Sakit Jantung Seseorang Ditentukan Sejak di Rahim
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 15:24 WIB
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

