detikhealth

Ini Tanda-tanda Bayi Alami Gangguan Perkembangan

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Kamis, 12/07/2012 17:26 WIB
Ini Tanda-tanda Bayi Alami Gangguan Perkembanganilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Pada balita, proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi dengan cepat. Proses ini dapat diamati dan diukur oleh orangtua dengan mudah. Tidak semua bayi memiliki proses tumbuh kembang yang sama. Beberapa di antaranya mengalami proses yang relatif lambat dibanding teman-teman sebayanya. Apabila hal ini terjadi, baiknya segera konsultasikan kepada ahli.

"Deteksi adanya gangguan tumbuh kembang anak perlu dilakukan sedini mungkin, terutama sampai usia 3 tahun dan dilanjutkan hingga remaja. Dengan demikian, jika ditemukan adanya gangguan, maka intervensi dan terapi juga dapat diberikan sesegera mungkin sehingga tidak terlambat mengganggu perkembangan bayi," kata dr Jenni K. Dahliana, SpA, dokter spesialis anak dalam acara Soft Opening Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruwivito Harun Evasari (RHE) di Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2012).

Menurut dr Jenni, semua anak, baik yang terlihat sehat sekalipun, perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui adanya gangguan tumbuh kembang. Pemeriksaan bisa dilakukan oleh petugas kesehatan dan orangtua sendiri. Untuk orangtua, biasanya akan diberi daftar pertanyaan berdasarkan pengamatan terhadap anaknya sendiri di rumah.

"Pengamatan orangtua dapat dilakukan sambil memantau kondisi anaknya di rumah. Misalnya pada bayi baru lahir lama tidur siangnya sama dengan lama tidur malamnya. Secara berangsur-angsur, lama tidur siangnya menurun dan setelah umur 4 tahun, anak tak lagi perlu tidur siang," kata dr Jenni.

Lebih jauh lagi, dr Jenni memaparkan kriteria-kriteria sinyal bahaya gangguan tumbuh kembang pada anak adalah sebagai berikut:

Ketika bayi di bawah 1 tahun, anak tidak dapat:
- Merespon bunyi atau matanya mengikuti benda bergerak
- Bermain dengan kedua tangan, meraih dan memegang
- Tersenyum
- Bergumam atau babbling
- Mencari mainan yang jatuh

Ketika berusia 12 bulan anak tidak dapat:
- Berdiri sendiri atau jalan berpegangan
- Menunjuk benda-benda
- Mengucapkan setidaknya 1 kata yang bermakna
- Berbagi mainan

Ketika berusia 18 bulan anak tidak dapat:
- Berlari tanpa terjatuh
- Menyusun 3 kubus mainan
- Menutup gelas
- Mengucapkan 10 kata atau lebih dan tahu artinya
- Menyebutkan namanya

Ketika berusia 24 bulan anak tidak dapat:
- Melompat dengan 2 kaki secara bersamaan
- Membuka botol dengan memutar tutupnya
- Menyebutkan 6 bagian tubuh
- Menjawab dengan kalimat yang terdiri dari 2 kata

Ketika berusia 36 bulan anak tidak dapat:
- Turun tangga dengan kaki bergantian tanpa berpegangan
- Meniru garis tegak, garis datar dan lingkaran
- Menyebut 3 warna
- Bertanya dengan memakai kata apa, siapa dan di mana
- Bermain bersama teman





(pah/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit