detikhealth

Mimpi Basah 3 Kali Seminggu Masih Normal Asal Tidak Pusing

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 15/07/2012 16:14 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Meski merupakan proses normal, mimpi basah sering merepotkan laki-laki karena terpaksa harus ganti celana. Celakanya lagi, frekuensi mimpi basah sangat bervariasi dan pada sebagian orang 3 kali seminggu masih dikategorikan normal.

Itu berarti dalam seminggu, 3 kali pula seorang laki-laki harus mengganti celana dan membersihkan alas tidurnya saat sedang asyik tidur. Kalau tidak diganti, maka celana yang lembab oleh sperma yang keluar secara spontan dan alamiah tersebut akan membuatnya tidak nyaman sepanjang malam.

Arthur Goldstein, MD dari American Urological Association mengatakan, sperma akan keluar dengan sendirinya jika sudah tiba waktunya untuk dikeluarkan. Kalau tidak dikeluarkan melalui hubungan seks atau maturbasi, maka sperma akan keluar sendiri saat mimpi basah.

Oleh karena itu menurut Dr Goldstein, frekuensi mimpi basah dipengaruhi oleh aktivitas seksual seseorang yang memicu orgasme yang biasanya disertai ejakulasi. Makin sering ejakulasi, maka mimpi basah akan semakin jarang terjadi dan demikian pula sebaliknya.

"Mimpi basah terjadi paling sering pada laki-laki yang tidak pernah berhubungan seks maupun masturbasi," kata Dr Goldstein seperti dikutip dari Allexpert, Minggu (15/7/2012).

Frekuensi mimpi basah sangat bervariasi pada setiap individu, namun laki-laki yang tidak aktif secara seksual akan mengalaminya rata-rata 1-3 kali seminggu. Mimpi basah baru dikatakan terlalu sering kalau disertai keluhan, misalnya saat bangun tidur otot jadi sering pegal dan kepala pusing.

Tidak ada obat untuk mengurangi frekuensi mimpi basah, namun cara pengatasannya cukup dengan meningkatkan frekuensi ejakulasi melalui aktivitas seks yang disengaja. Bagi yang belum punya pasangan untuk berhubungan seks, masturbasi bisa menjadi pilihan.

Dr Goldstein menambahkan, zat-zat penenang atau sedatif ringan seperti minuman beralkohol dan obat-obat tidur kadang juga efektif mencegah mimpi basah. Karena mimpi basah terjadi pada fase tidur Rapid Eye Movement (REM), sedatif akan membuat seseorang tidur pada fase yang lebih dalam sehingga tidak sempat bermimpi.


(up/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit